5 Macam Iklim, Pengertian, Penyebab Perubahan, dan Dampaknya

·Bacaan 11 menit

Liputan6.com, Jakarta Macam iklim di dunia ada lima. Macam iklim yang dimaksudkan adalah iklim tropis, subtropis, sedang, dingin, dan fisis. Iklim fisis cukup istimewa dan berbeda dari yang lain. Macam iklim fisis, yakni darat, laut, dataran tinggi, gunung, dan muson.

Secara umum, iklim adalah sebagai ukuran rata-rata dan variabilitas kuantitas yang relevan dari variabel tertentu (seperti temperatur, curah hujan atau angin), pada periode waktu tertentu, yang merentang dari bulanan hingga tahunan atau jutaan tahun.

Di setiap wilayah memiliki macam iklim yang berbeda-beda karena pengaruh letak astronomis dan kondisi topografinya. Berbagai macam iklim yang ada akan memengaruhi dan menentukan berbagai aspek kehidupan masyarakatnya.

Berikut Liputan6.com ulas macam iklim, pengertian, penyebab perubahan, dan dampaknya secara global dari berbagai sumber, Selasa (3/8/2021).

Macam Iklim dan Pengertiannya

Ilustrasi iklim. (dok. Unsplash.com/Lucas Marcomini/@lucasmarcomini)
Ilustrasi iklim. (dok. Unsplash.com/Lucas Marcomini/@lucasmarcomini)

1. Macam Iklim Tropis

Macam iklim ini umumnya ditemukan di negara-negara yang dekat dengan garis khatulistiwa bumi. Pada kisaran 23,5 derajat LU sampai 23,5 derajat LS. Macam iklim ini juga bisa disebut dengan kata lain macam iklim matahari karena mendapatkan sinar matahari sepanjang tahun dengan suhu udara yang tinggi.

Pada macam iklim tropis, cuaca hangat sepanjang hari dan tidak ada musim dingin. Sebagian macam macam iklim tropis seperti hutan hujan tropis, curah hujannya tinggi. Adapun negara-negara yang memiliki macam iklim karena dekat dengan garis khatulistiwa secara regional ada di kawasan Asia Tenggara, Asia Selatan, Timur Tengah, Afrika Tengah, dan Amerika Tengah.

Ciri macam iklim tropis:

- Terletak pada wilayah antara 23,5 derajat LU sampai 23,5 derajat LS

- Rata-Rata suhu udara tinggi

- Curah hujan tinggi

- Mendapat sinar matahari sepanjang tahun

- Tekanan udara rendah dan perubahannya secara beraturan

2. Macam Iklim Subtropis

Daerah dengan macam iklim subtropis punya suhu harian dan musiman yang lebih beragam dari daerah tropis. Di kawasan mediterranean seperti Yunani dan Italia, macam iklimnya hangat. Musim panasnya kering sementara musim dinginnya basah. Macam iklim subtropis punya curah hujan yang sedang sepanjang tahun.

Ciri macam iklim subtropis:

- Terletak di wilayah antara 23,5 derajat sampai 40 derajat LU dan LS

- Merupakan daerah peralihan antara tropis dan macam iklim sedang

- Suhu rata-rata tidak terlalu panas dan dingin

- Bisa berupak macam iklim Mediterania atau China

- Terdapat 4 musim yakni musim panas, musim gugur, musim dingin, dan musim semi.

- Musim panas tidak terlalu panas, musim dingin tidak terlalu dingin.

Negara-Negara yang memiliki jenis macam iklim ini adalah, Korea Selatan, Korea Utara, China, Jepang, Irak, Iran, Mesir, Australia, Afrika Selatan, Chile, Turki dan lainnya.

3. Macam Iklim Sedang

Negara-Negara yang memiliki macam iklim sedang diantaranya adalah negara bagian Eropa seperti Inggris, Prancis, Jerman, Spanyol, Polandia, Austria, Irlandia, Swiss, Ukraina, Rumanis, Jerman, Amerika Serikat, dan lainnya.

Negara-Negara tersebut terletak antara 40 derajat sampai 66,5 derajat LU dan LS. Macam iklim sedang dibagi menjadi 4 macam iklim yakni macam iklim laut pantai barat, macam iklim stepa, macam iklim gurun, dan macam iklim benua lembab dan memiliki karakteristik yang berbeda-beda.

Macam iklim sedang atau macam iklim siklon dapat dijumpai di bumi belahan utara atau utara garis khatulistiwa. Di kawasan ini, kutub yang dingin bertemu dengan udara yang hangat.

Hasilnya, hujan dan salju kerap ditemui di kawasan bermacam iklim sedang. Macam iklim subtropis menghasilkan suhu musiman yang beragam. Umumnya ada empat musim yakni musim panas, musim gugur, musim dingin, dan musim semi.

Ciri macam iklim sedang:

- Terletak pada wilayah antara 40 derajat sampai 66,5 derajat LU dan LS

- Tekanan udara berubah-ubah

- Banyak terdapat gerakan-gerakan udara siklonal

- Sering terjadi badai tiba-tiba

4. Macam Iklim Dingin

Macam iklim dingin ada di kutub bumi yakni kutub utara dan kutub selatan. Di kedua wilayah ini, musim dingin terjadi sepanjang tahun. Di beberapa area bahkan suhunya selalu di bawah 0 derajat celsius atau membeku. Sebagian tempat memiliki salju dan es. Di tempat lain, lapisan tanah bawahnya membeku.

Ciri macam iklim dingin:

- Terletak pada wilayah di atas 66,5 derajat LU dan LS

- Suhu pada musim dingin sangatlah dingin, bahkan bisa ekstrem

- Pada musim panas, suhu terasa sejuk dan tidak panas

- Terdiri dari macam iklim tundra dan macam iklim es

- Macam iklim tundra musim dingin berlangsung lama, sedangkan musim panas yang sejuk singkat

- Suhu rendah membuat adanya salju abadi

5. Macam Iklim Fisis

Macam iklim fisis merupakan macam iklim yang menurut keadaan atau fakta sesungguhnya di suatu wilayah muka Bumi sebagai hasil pengaruh lingkungan alam yang terdapat di wilayah tersebut. Misal pengaruh laut, daratan yang luas, relief muka Bumi, serta angin dan curah hujan. Yang termasuk macam iklim fisis, diantaranya:

- Macam iklim Laut atau Maritim

- Macam iklim Darat atau Kontinen

- Macam iklim Dataran Tinggi

- Macam iklim Gunung

- Macam iklim Muson

Mengenal Iklim Lebih Jauh

Iklim adalah rata-rata cuaca di mana cuaca merupakan keadaan atmosfer pada suatu saat di waktu tertentu. Definisi Iklim adalah sebagai ukuran rata-rata dan variabilitas kuantitas yang relevan dari variabel tertentu (seperti temperatur, curah hujan atau angin), pada periode waktu tertentu, yang merentang dari bulanan hingga tahunan atau jutaan tahun.

Komponen iklim yang dimaksud yaitu rata-rata curah hujan, suhu, kelembapan, sinar matahari, kecepatan angin, fenomena seperti kabut, embun beku, dan badai hujan es, serta ukuran cuaca lainnya yang terjadi dalam jangka waktu lama khususnya pada suatu tempat.

Seperti kasus berikut ini, setelah melihat data pengukur hujan, tingkat danau, reservoir, dan data satelit. Maka para ilmuwan dapat mengetahui apakah selama musim panas, suatu daerah telah mengalami kondisi yang lebih kering daripada rata-rata sebelumnya.

Apabila keadaan tersebut ternyata memang menjadi lebih kering dalam periode waktu yang lama, misalnya selama musim panas. Maka hal tersebut artinya menunjukkan terjadinya perubahan iklim.

Perubahan iklim adalah setiap perubahan sistematis dalam statistik jangka panjang variabel iklim seperti suhu, curah hujan, tekanan, atau angin yang berlangsung selama beberapa dekade atau lebih. Banyak faktor yang mempengaruhi terjadi perubahan iklim seperti proses biologis, radiasi sinar matahari, tekanan tektonik, erupsi gunung berapi, dan masih banyak lagi.

Penyebab Perubahan Iklim

Ilustrasi perubahan iklim. (climate change)
Ilustrasi perubahan iklim. (climate change)

1. Gas Rumah Kaca

Mengutip dari European Union official website, penyebab perubahan iklim yang pertama berasal dari gas-gas rumah kaca. Beberapa gas di atmosfer Bumi bertindak seperti kaca di rumah kaca yaitu dengan memerangkap panas matahari dan menghentikannya agar tidak bocor kembali ke angkasa. Banyak dari gas-gas ini terjadi secara alami dan menjadi penyebab perubahan iklim global. Ini membuat aktivitas manusia meningkatkan konsentrasi beberapa di antaranya di atmosfer, khususnya:

- Karbon dioksida (CO2)

- Metana

- Dinitrogen oksida

- Gas berfluorinasi

CO2 adalah gas rumah kaca yang paling umum diproduksi oleh aktivitas manusia dan bertanggung jawab atas 64% pemanasan global buatan manusia atau menjadi penyebab perubahan iklim global. Konsentrasinya di atmosfer saat ini 40% lebih tinggi daripada saat industrialisasi di mulai.

Gas rumah kaca lainnya yang dapat menjadi penyebab perubahan iklim global dipancarkan dalam jumlah yang lebih kecil, tetapi mereka memerangkap panas jauh lebih efektif daripada CO2, dan dalam beberapa kasus ribuan kali lebih kuat. Metana bertanggung jawab atas 17% pemanasan global buatan manusia, nitro oksida sebesar 6%.

2. Peningkatan Emisi

Penyebab perubahan iklim yang kedua berasal dari meningkatnya emisi yang dilakukan oleh manusia, antara lain:

- Pembakaran batu bara, minyak dan gas menghasilkan karbon dioksida dan dinitrogen oksida.

- Menebang hutan (deforestasi). Pohon membantu mengatur iklim dengan menyerap CO2 dari atmosfer. Jadi ketika mereka ditebang, efek menguntungkan itu hilang dan karbon yang tersimpan di pohon dilepaskan ke atmosfer, menambah efek rumah kaca.

- Meningkatnya jumlah peternakan. Sapi dan domba menghasilkan metana dalam jumlah besar saat mereka mencerna makanannya.

- Pupuk yang mengandung nitrogen menghasilkan emisi nitro oksida.

- Gas-gas berfluorinasi menghasilkan efek pemanasan yang sangat kuat, hingga 23.000 kali lebih besar daripada CO2.

3. Pemanasan Global

Penyebab perubahan iklim yang ketiga berasal dari aktivitas pemanasan global. Pembangkit listrik dan instalasi industri lainnya adalah penghasil CO2 utama. Suhu rata-rata global saat ini adalah 0,85ºC lebih tinggi dari pada akhir abad ke-19. Masing-masing dari tiga dekade terakhir telah lebih hangat daripada dekade sebelumnya sejak pencatatan di mulai pada tahun 1850.

Para ilmuwan iklim terkemuka di dunia berpikir aktivitas manusia hampir pasti merupakan penyebab utama dari pemanasan dan penyebab perubahan iklim global yang diamati sejak pertengahan abad ke-20. Peningkatan 2°C dibandingkan dengan suhu di masa pra-industri dilihat oleh para ilmuwan sebagai ambang batas.

Di mana ada risiko yang jauh lebih tinggi bahwa penyebab perubahan iklim global berbahaya dan kemungkinan bencana di lingkungan global akan terjadi. Alasan penyebab perubahan iklim global ini, masyarakat internasional telah mengakui perlunya menjaga pemanasan di bawah 2°C.

4. Perubahan Orbit Bumi

Penyebab perubahan iklim yang ke empat berasal dari perubahan orbit bumi. Selama 800.000 tahun terakhir, terdapat siklus alami dalam iklim Bumi antara zaman es dan periode interglasial yang lebih hangat. Setelah zaman es terakhir 20.000 tahun yang lalu, suhu global rata-rata naik sekitar 3°C hingga 8°C, selama sekitar 10.000 tahun.

Peneliti menghubungkan kenaikan suhu selama 200 tahun terakhir dengan kenaikan level CO2 atmosfer yang menjadi penyebab perubahan iklim global. Tingkat gas rumah kaca sekarang jauh di atas siklus alami selama 800.000 tahun terakhir.

Orbit bumi di sekitar matahari adalah elips dan bukan lingkaran. Terkadang ia hampir melingkar dan Bumi berada pada jarak yang kira-kira sama dari Matahari saat ia bergerak mengelilingi orbitnya. Di lain waktu, elips lebih menonjol sehingga Bumi bergerak lebih dekat dan lebih jauh dari matahari saat mengorbit. Saat Bumi lebih dekat ke matahari, iklim akan lebih hangat.

5. Kendarakan Bermotor

Bensin termasuk dari bahan bakar fosil, pembuangan gas pada kendarakan bermotor juga mengandung banyak polusi gas kimia lainnya yang dapat menjadi penyebab perubahan iklim global. Hal ini tentunya menjadi salah satu penyebab terjadinya perubahan iklim yang tidak terbantahkan lagi.

6. Tempat Pembuangan Sampah

Saat membuang makanan dan sampah taman ke dalam tempat sampah, sampah-sampah tersebut akan dibawa dan terkubur di tempat-tempat pembuangan sampah. Hal inilah yang menjadi penyebab perubahan iklim global. Saat sampah yang berada paling bawah mengalami pembusukan, terbentuklah gas methana.

7. CFC untuk Kulkas dan Aerosol

CFC atau chloro-fluoro-carbo' tidak terbentuk secara alami. Manusia memakainya untuk keseluruhan proses industri padahal ini bisa menjadi penyebab perubahan iklim global. CFC digunakan sebagai pendingin di lemari es dan bahan pembakar pada aerosol.

Hal ini merupakan penyebab perubahan iklim global yang menimbulkan sekitar 10.000 kali 'efek rumah kaca' dari CO2. CFC juga menghancurkan ozon, bagian penting yang berada di lapisan atas atmosfer.

8. Pertanian dan Peternakan

Saat petani menambah pupuk penyubur nitrogen ke dalam tanah, beberapa dari nitrogen tersebut berubah menjadi Nitro Oksida (N2O), gas rumah kaca yang sangat kuat dan menjadi penyebab perubahan iklim global. Begitu juga sapi menciptakan gas methan saat rumput mengalami peragian di perutnya yang memicu penyebab perubahan iklim global. Ada sekitar 1,2 miliar ternak sapi didunia, semuanya menambah kadar gas rumah kaca yang menjadi penyebab perubahan iklim global di seluruh dunia.

Dampak Perubahan Iklim

Ilustrasi Penanggulangan Perubahan Iklim. (Markus Spiske/Unsplash).
Ilustrasi Penanggulangan Perubahan Iklim. (Markus Spiske/Unsplash).

1. Berpengaruh Terhadap Kualitas dan Kuantitas Air

Terlalu tingginya curah hujan akan mengakibatkan menurunnya kualitas sumber air. Selain itu, kenaikan suhu juga mengakibatkan kadar klorin pada air bersih. Selain itu, pemanasan global akan meningkatkan jumlah air pada atmosfer, yang kemudian meningkatkan curah hujan.

Meski kenaikkan curah hujan sebetulnya dapat meningkatkan jumlah sumber air bersih, namun curah hujan yang terlalu tinggi mengakibatkan tingginya kemungkinan air untuk langsung kembali ke laut, tanpa sempat tersimpan dalam sumber air bersih untuk digunakan manusia.

2. Berpengaruh Terhadap Habitat dan Kepunahan Spesies

Pemanasan suhu bumi, kenaikan batasan air laut, terjadinya banjir dan juga badai karena perubahan iklim akan membawa perubahan besar pada habitat sebagai rumah alami bagi berbagai spesies binatang, tanaman, dan berbagai organisme lain.

Selain itu, hal ini juga akan menyebabkan punahnya berbagai spesies, baik binatang maupun tanaman, seperti pohon-pohon besar di hutan yang menjadi penyerap utama karbondioksida. Hal ini disebabkan karena mereka tidak sempat beradaptasi terhadap perubahan suhu dan perubahan alam yang terjadi terlalu cepat. Punahnya berbagai spesies ini, akan berdampak lebih besar lagi pada ekosistem dan rantai makanan.

3. Berpengaruh Terhadap Hutan

Kebakaran hutan merupakan salah satu dampak dari perubahan iklim, sebagai paru paru bumi hutan merupakan produsen Oksigen (O2), selain itu, hutan juga membantu menyerap gas rumah kaca yang menjadi penyebab terjadinya pemanasan global.

Pohon-pohon yang mati karena perubahan tata guna hutan, ataupun karena mengering dengan sendirinya akibat meningkatnya suhu dalam perubahan iklim, akan melepaskan karbondioksida. Selain itu, kematian pohon-pohon menyebabkan berkurangnya penyerap karbondioksida itu sendiri. Dengan demikian, karbondioksida dan gas rumah kaca lain akan meningkat drastis.

4. Meningkatnya Wabah Penyakit

Kenaikan suhu curah hujan dapat meningkatkan penyebaran wabah penyakit yang mematikan, seperti malaria, kolera dan demam berdarah. Bahkan, penipisan ozon menyebabkan peningkatan intesitas sinar ultra violet yang mencapai permukaan bumi yang menyebabkan kanker kulit, katarak, dan penurunan daya tahan tubuh sehingga manusia menjadi rentan terhadap penyakit. Manusia menjadi lebih rentan terhadap asma dan alergi, penyakit kardiovaskular, jantung dan stroke.

5. Meningkatkan Kemungkinan Cuaca Ekstrem

Perubahan iklim telah mengacaukan keseimbangan suhu bumi dan memiliki efek luas pada manusia dan lingkungan. Selama pemanasan global, keseimbangan energi dan suhu bumi berubah karena meningkatnya konsentrasi gas rumah kaca yang memiliki dampak signifikan pada manusia dan lingkungan.

Dapat dibuktikan secara statistik bahwa pemanasan global akan meningkatkan kemungkinan kejadian cuaca ekstrem. Konsekuensi langsung dari perubahan iklim buatan manusia meliputi:

- Meningkatnya suhu maksimum

- Naiknya suhu minimum

- Naiknya permukaan laut

- Suhu laut yang lebih tinggi

- Peningkatan curah hujan lebat (hujan lebat dan hujan es)

- Gletser menyusut

- Mencairkan lapisan es

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel