5 Makanan Penyebab Kolesterol Tinggi yang Wajib Kamu Waspadai, Bisa Sebabkan Segudang Penyakit

·Bacaan 2 menit

Menuju Hari Raya Idul Adha di Tahun 2021, kamu pasti sudah tidak asing lagi dengan istilah makanan berkolesterol karena jika terlalu banyak mengonsumsi daging kambing misalnya, hal itu tidak baik untuk kesehatan. Terdapat beragam makanan yang terlihat enak dan menggiurkan tetapi justru dapat menyebabkan naiknya kolesterol. Pasalnya, kolesterol tinggi erat kaitannya dengan berbagai masalah kesehatan seperti jantung bahkan stroke.

Sebenarnya, kolesterol ada di setiap sel tubuh dan memiliki fungsi alami yang sangat penting untuk mencerna makanan, memproduksi hormon, serta menghasilkan vitamin D. Kendati demikian, terlalu banyak konsumsi makanan penyebab kolesterol tinggi dapat membahayakan tubuh.

Menumpuknya kolesterol akan berdampak pada sempitnya arteri yang disebut aterosklerosis. Kondisi tersebut bisa jadi penyebab terhambatnya aliran darah. Para penderita kolesterol tinggi mungkin tidak merasakan gejala apa pun. Hal tersebut jadi alasan kuat, mengapa sangat penting untuk mengetahui aneka macam makanan penyebab kolesterol tinggi.

Supaya kadar kolesterol dalam tubuh terjaga, sebaiknya kamu tahu makanan apa saja yang perlu dihindari atau tidak dikonsumsi secara berlebihan. Berikut Fimela.com akan mengulas 5 makanan penyebab kolesterol tinggi yang wajib kamu waspadai.

Gorengan

Ilustrasi Gorengan Credit: pexels.com/Skylar
Ilustrasi Gorengan Credit: pexels.com/Skylar

Aneka makanan yang diolah dengan cara goreng, terutama deep-fry, sangat banyak mengandung kolesterol tinggi sehingga harus dihindari. Makanan yang digoreng juga tinggi kalori dan banyak mengandung lemak trans yang bisa meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular. Selain itu, konsumsi gorengan terlalu sering erta kaitannya dengan peningkatan risiko penyakit jantung, obesitas, serta diabetes.

Makanan Siap Saji

Ilustrasi Makanan Siap Saji Credit: pexels.com/Foodie
Ilustrasi Makanan Siap Saji Credit: pexels.com/Foodie

Makanan cepat saji juga salah satu makanan penyebab kolesterol tinggi. Bahkan makanan ini menjadi salah satu faktor utama penyebab penyakit kronis, termasuk penyakit jantung, diabetes, dan obesitas.

Jika Anda sering mengonsumsi makanan cepat saji, maka berpotensi memiliki kadar kolesterol lebih tinggi, lebih banyak lemak perut, serta memiliki risiko tingkat peradangan yang lebih tinggi, dan gangguan pada kadar gula darah.

Jeroan

Ilustrasi Jeroan Credit: pexels.com/Angele
Ilustrasi Jeroan Credit: pexels.com/Angele

Konsumsi jeroan sudah cukup wajar masuk ke menu makanan orang Indonesia. Bahkan banyak makanan khas yang diketahui menggunakan banyak jenis jeroan untuk bahan utamanya. Sebut saja otak, usus, babat, hati, dan sebagainya.

Padahal, jeroan sesungguhnya tidak dianjurkan untuk dikonsumsi, terutama jika sudah dalam kadar berlebihan, pasalnya kandungan kolesterol di dalamnya sangat tinggi, serta terdapat kandungan juga purin penyebab asam urat. Belum lagi jika jeroan tersebut diolah dengan santan. Tentu tidak heran jika jadi salah satu makanan penyebab kolesterol tinggi.

Seafood

Ilustrasi Seafood Credit: pexels.com/Terdja
Ilustrasi Seafood Credit: pexels.com/Terdja

Aneka jenis makanan laut seperti udang, lobster, bahkan caviar juga mengandung kolesterol tinggi. Apabila ingin memang ingin mengonsumsinya, jangan sampai berlebihan. Perhatikan juga cara mengolahnya, ada baiknya dengan direbus, kukus, dan panggang. Hindari untuk mengolahnya dengan digoreng.

Daging Bebek

Ilustrasi Daging Bebek Credit: pexels.com/Olya
Ilustrasi Daging Bebek Credit: pexels.com/Olya

Daging bebek adalah salah satu makanan penyebab kolesterol tinggi jika dibandingkan daging ayam. Dalam 100 gr daging bebek, mengandung kolesterol sebanyak 80 mg. Sementara, daging ayam dengan porsi yang sama hanya mengandung sekitar 60 mg kolesterol saja. Selein itu, juga dianjurkan untuk membuang bagian kulit saat mengolah daging bebek agar kadar kolesterolnya menurun.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel