5 Manfaat Asam Folat bagi Perkembangan Bayi dalam Kandungan

·Bacaan 2 menit

Salah satu nutrisi yang perlu dipenuhi pada masa kehamilan ialah asam folat. Asam folat adalah bentuk sintetis dari folat, yang merupakan vitamin B alami. Asam folat membantu membuat DNA dan bahan genetik lainnya pada janin yang ada di dalam kandungan. Oleh karena itu, kebutuhan akan asam folat menjadi sangat penting dalam kesehatan ibu hamil.

Asam folat juga disebut vitamin B-9, adalah vitamin B yang secara alami terjadi pada makanan tertentu. Ibu hamil bisa mencukupi kebutuhan asam folat dengan mengonsumsi makanan-makanan yang mengandung asam folat, seperti kentang, brokoli, kuning telur, kubis, bayam, asparagus, kembang kol, pepaya, kiwi dan alpukat.

Asam folat memiliki banyak fungsi penting bagi kesehatan ibu hamil dan janin. Jika ibu hamil kekurangan asupan asam folat, ada banyak risiko masalah kesehatan yang mengancam perkembangan janin dalam kandungan.

Oleh karena itu, penting untuk mengetahui manfaat asam folat bagi perkembangan bayi dalam kandungan. Berikut ulasannya.

Mencegah Cacat Tabung Saraf

Ilustrasi Pemeriksaan Kehamilan Credit: pexels.com/Anneth
Ilustrasi Pemeriksaan Kehamilan Credit: pexels.com/Anneth

Asam folat berperan menghindarkan bayi dari risiko cacat tabung saraf, seperti anensefali dan spina bifida. Anensefali adalah kondisi di mana bayi dilahirkan tanpa otak dan tulang tengkorak. Bayi yang menderita anensefali umumnya akan meninggal setelah dilahirkan.

Sementara itu, bayi yang mengalami spina bifida berisiko mengalami berbagai komplikasi, mulai dari kesulitan berjalan, infeksi otak dan saraf tulang belakang, masalah tumbuh kembang, hingga kecacatan permanen.

Tidak hanya itu, ibu hamil yang kekurangan asam folat juga berisiko melahirkan bayi dengan bibir sumbing dan penyakit jantung bawaan.

Menurunkan Risiko Preeklamsia

Ilustrasi Pemeriksaan Kehamilan Credit: pexels.com/Amina
Ilustrasi Pemeriksaan Kehamilan Credit: pexels.com/Amina

Penelitian menunjukkan bahwa ibu hamil yang mendapat cukup asupan asam folat sejak trimester kedua kehamilan memiliki risiko yang lebih kecil untuk mengalami preeklamsia.

Preeklamsia adalah kondisi komplikasi kehamilan yang ditandai dengan peningkatan tekanan darah, bengkak-bengkak, dan peningkatan kadar protein dalam urine.

Jika ibu hamil mengalami preeklamsia, hal itu bisa meningkatkan risiko ibu mengalami eklamsia atau kejang yang berbahaya saat hamil. Preeklamsia juga dapat meningkatkan risiko bayi lahir dengan berat badan kurang.

Membantu Pembentukan DNA

Ilustrasi Kehamilan Credit: pexels.com/Mart
Ilustrasi Kehamilan Credit: pexels.com/Mart

Selama kehamilan, asam folat memiliki peran untuk memproduksi, memperbaiki dan mengaktifkan DNA yang berkaitan dengan genetik bayi. Selain itu, asam folat juga bagus untuk perkembangan plasenta dan pertumbuhan janin.

Mencegah Anemia

Ilustrasi Kehamilan Credit: pexels.com/Anna
Ilustrasi Kehamilan Credit: pexels.com/Anna

Asam folat dapat mencegah ibu hamil mengalami anemia semasa kehamilan. Anemia yang dialami oleh ibu hamil tidak bisa dibiarkan begitu saja karena dapat menyebabkan masalah kesehatan pada janin yang ada di dalam kandungan.

Anemia saat hamil dapat menimbulkan berbagai komplikasi kehamilan yang berpotensi mengancam nyawa ibu dan bayi. Oleh karena itu, ibu hamil perlu mendapatkan asupan asam folat dan zat besi yang cukup.

Mencegah Keguguran

Ilustrasi Kehamilan Credit: pexels.com/Mila
Ilustrasi Kehamilan Credit: pexels.com/Mila

Keguguran merupakan hilangnya kehamilan atau kematian janin saat usia kehamilan masih tergolong muda, yaitu kurang dari 20 minggu. Konsumsi asam folat yang cukup selama kehamilan dapat menurunkan risiko ibu hamil mengalami keguguran ini.

Selain keguguran, asam folat juga dipercaya dapat menurunkan risiko terjadinya beberapa gangguan kehamilan lain, seperti kelahiran prematur dan gangguan pertumbuhan janin di dalam kandungan.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel