5 Manfaat Pijat bagi Tubuh yang Jarang Diketahui

·Bacaan 2 menit

Bola.com, Jakarta - Pijat merupakan hal yang familier bagi masyarakat Indonesia. Ketika badan terasa capek, pegal-pegal, sebagaian besar masyarakat Indonesia pasti meminta untuk dipijat.

Tubuh yang pegal biasanya terjadi karena otot yang tegang atau mengalami cedera karena aktivitas fisik berlebihan. Di sisi lain, pijatan yang baik memang mampu membuat tubuh Anda menjadi lebih segar.

Namun, untuk mendapat pijatan terbaik dan maksimal, Anda harus pergi ke terapis profesional. Selain profesional, para terapis tersebut memiliki pendidikan khusus dan sudah mengenal otot mana yang bermasalah atau mengalami cedera.

Selain membuat tubuh kembali segar dan bugar, ada manfaat lain dari pijat yang jarang diketahui khalayak umum.

Berikut manfaat pijat yang masih jarang diketahui, disadur dari Klikdokter, Rabu (18/8/2021).

1. Mengatasi Kecemasan

Ilustrasi seseorang mengalami kecemasan. (dok Alex Green/pexels.com)
Ilustrasi seseorang mengalami kecemasan. (dok Alex Green/pexels.com)

Jika Anda menderita gangguan kecemasan, sebuah studi menunjukkan bahwa pijatan sebenarnya dapat membantu mengurangi gejala tersebut secara signifikan. Tubuh Anda sebenarnya memiliki dua sistem saraf yang berbeda, yakni sistem saraf simpatis dan sistem saraf parasimpatis.

Selama pijatan, respons parasimpatis Anda meningkat dan dapat menghasilkan penurunan kecemasan. Efek pijatan pada penurunan kecemasan sebenarnya bisa bertahan lama, konon mencapai 6-18 bulan.

2. Bikin Tidur Lebih Nyenyak

Ilustrasi tidur. (dok.unsplash/ Claudia Mañas)
Ilustrasi tidur. (dok.unsplash/ Claudia Mañas)

Mengalami kesulitan tidur atau insomnia? Terapi pijat diketahui dapat membantu Anda tidur lebih nyenyak. Tidur terkait dengan seberapa banyak aktivitas yang ada dalam sistem saraf. Ketika dipijat, sistem saraf tersebut akan melambat karena mendapat tekanan.

Perlu diketahui bahwa saat Anda mendapatkan tidur yang nyenyak, hal tersebut dapat mengurangi rasa sakit pada tubuh secara keseluruhan. Itulah mengapa, terapi pijat dikaitkan dengan pemicu kantuk yang luar biasa ampuhnya.

3. Meredam Rasa Lelah

Ilustrasi pijat wajah. Credit: freepik.com
Ilustrasi pijat wajah. Credit: freepik.com

Apa pun penyebab kelelahan Anda, terapi pijat hadir sebagai solusi tepat dan ampuh untuk dilakukan. Faktanya, sebuah studi pada 2018 menemukan bahwa penderita kanker payudara yang menerima pijat mingguan mengalami pengurangan kelelahan mereka.

Terapi pijat turut mengatasi rasa lelah akibat gangguan kesehatan tubuh lainnya. Beberapa ahli menyarankan agar Anda melakukan terapi pijat selama seminggu sekali dengan ahli profesional untuk mendapatkan manfaat terbaik.

4. Meningkatkan Fokus

Ilustrasi fokus. Credit: pexels.com/pixabay
Ilustrasi fokus. Credit: pexels.com/pixabay

Pernah kesulitan untuk fokus dalam rapat selama lebih dari 10 menit? Efek pijatan sebenarnya akan membantu meningkatkan perhatian dan kemampuan untuk fokus. Fakta ini telah teruji secara klinis.

Guna meningkatkan fokus, detak jantung Anda perlu diturunkan agar stabil. Di sisi lain, terapi pijat dapat memperlambat sistem saraf. Saat itu terjadi, fokus pada diri Anda akan meningkat dan membantu aktivitas yang membutuhkan konsentrasi.

5. Mengobati Cedera

Ilustrasi pijat. Credit: pexels.com/Joole
Ilustrasi pijat. Credit: pexels.com/Joole

Jika Anda mengalami cedera atau nyeri sendi, pijat mampu menjadi satu di antara solusi terbaik. Terapi tersebut dapat menyingkirkan pembatasan jaringan lunak dan meningkatkan sirkulasi darah dalam tubuh yang lantas membantu mengobati cedera.

Terapi pijat tidak hanya membantu mengatasi cedera, tetapi juga masalah lain yang menimpa tubuh. Terapis pijat berlisensi dapat menilai area mana di sekitar cedera yang perlu dipijat dan area mana yang sebaiknya dihindari.

Sumber: klikdokter.com (Published: 18/2/2019)

Yuk, baca artikel manfaat lainnya dengan mengikuti tautan ini.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel