5 Manfaat Tomat pada Menu MPASI Bayi

·Bacaan 2 menit

Fimela.com, Jakarta MPASI adalah singkatan dari makanan pengganti ASI, yang biasanya diberikan pada bayi yang berusia 6 bulan keatas. MPASI dibuat dengan bahan-bahan yang menyehatkan, untuk mendukung proses tumbuh kembang bayi.

Memasuki masa MPASI, sebagai orang tua kita tentu ingin mengenalkan makanan yang sehat pada bayi kita. Di samping daging dan buah, jangan lupa untuk menyelipkan sayuran ke dalam menu MPASI bayi kamu. Pastikan kamu memilih sayuran yang mudah dicerna oleh bayi dengan kandungan nutrisi, vitamin dan gizi yang berlimpah.

Salah satu sayur yang baik untuk dikombinasikan dalam menu MPASI ialah tomat. Kekayaan tomat akan vitamin dan mineral membuatnya patut dijadikan bahan MPASI. Vitamin yang ada pada tomat antara lain vitamin A, vitamin B1, vitamin B2, vitamin B3, vitamin C. Ditambah lagi, buah berwarna merah ini juga memiliki rasa yang enak.

Untuk lebih jelasnya, berikut Fimela.com telah merangkum 5 manfaat tomat pada menu MPASI bayi. Dilansir dari beragam sumber, simak ulasan selengkapnya di bawah ini.

Meningkatkan Sistem Kekebalan Tubuh Bayi

Ilustrasi Bayi Credit: pexels.com/Jonathan
Ilustrasi Bayi Credit: pexels.com/Jonathan

Dalam 100 gram tomat terkandung sekitar 34 mg vitamin C. Angka ini sudah memenuhi 68% kebutuhan harian vitamin C yang diperlukan oleh bayi. Nah, vitamin ini terbukti dapat mengaktifkan kemampuan sistem imun tubuh untuk melawan virus dan bakteri penyebab penyakit.

Selain itu, vitamin C dalam tomat juga berperan dalam meningkatkan penyerapan zat besi, memproduksi kolagen di dalam tubuh, serta mendukung pertumbuhan tulang dan gigi bayi.

Menjaga Kesehatan Mata Bayi

Ilustrasi Bayi Sehat Credit: pexels.com/Colin
Ilustrasi Bayi Sehat Credit: pexels.com/Colin

Mata merupakan organ yang berperan penting dalam proses tumbuh kembang bayi. Oleh karena itu, kesehatan mata bayi perlu dijaga sejak dini guna mencegah adanya masalah mata saat bayi dewasa kelak. Mengkombinasikan tomat pada menu MPASI dapat membantu menjaga kesehatan mata bayi.

Hal ini karena tomat merupakan salah satu sumber vitamin A. Dalam 1 buah tomat berukuran sedang, terkandung sekitar 51 mcg vitamin A atau setara dengan 10% kebutuhan harian vitamin A pada bayi.

Menjaga Kesehatan Pencernaan

Ilustrasi Bayi Sehat Credit: pexels.com/Christina
Ilustrasi Bayi Sehat Credit: pexels.com/Christina

Tomat merupakan buah dengan kadar air yang tinggi, yaitu sekitar 94%. Banyaknya kandungan air dan serat dalam buah ini dapat membantu melancarkan kerja sistem pencernaan Si Kecil, serta mencegah ia mengalami dehidrasi dan gangguan pencernaan, misalnya diare atau sembelit.

Menjaga Kesehatan Jantung Bayi

Ilustrasi Bayi Sehat Credit: pexels.com/Jonathan
Ilustrasi Bayi Sehat Credit: pexels.com/Jonathan

Tomat termasuk buah yang kaya akan kalium. Nutrisi ini sangat baik untuk menjaga fungsi otot dan irama jantung. Namun, yang terpenting, kalium mengatur keseimbangan cairan dalam tubuh sehingga dapat menjaga tekanan darah tetap stabil.

Pola makan yang mencukupi kebutuhan kalium juga dapat mengurangi risiko bayi mengalami batu ginjal dan osteoporosis di kemudian hari.

Menangkal Efek Buruk Radikal Bebas

Ilustrasi Bayi Sehat Credit: pexels.com/Daniel
Ilustrasi Bayi Sehat Credit: pexels.com/Daniel

Kandungan lain yang dimiliki oleh tomat ialah likopen, yaitu senyawa karotenoid yang memberikan warna merah pada beberapa buah-buahan dan sayuran. Kandungan ini memiliki efek antioksidan yang dapat mencegah kerusakan jaringan akibat radikal bebas. Khasiat tersebut dapat melindungi Si Kecil dari berbagai penyakit kronis, Bun.

Tomat sangat bermanfaat untuk mendukung tubuh kembang bayi. Jadi, tidak perlu ragu untuk memasukkan tomat sebagai salah satu komposisi MPASI bayi. Buah ini dapat Bunda olah menjadi bubur. Menambahkan minyak zaitun pada olahan tomat juga dapat meningkatkan cita rasa MPASI dan memperkaya manfaatnya.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel