5 Manfaat Vitamin K untuk Kesehatan Tubuh, Mengurangi Risiko Penyakit Jantung dan Menguatkan Tulang

·Bacaan 3 menit

Fimela.com, Jakarta Vitamin K merupakan salah satu jenis vitamin yang bisa larut dalam lemak. Dengan konsumsi makanan yang kaya akan vitamin K, tubuh bisa lebih sehat, metabolisme meningkat dan luka di tubuh cepat sembuh. Melansir dari laman prevention.com, seseorang yang mencukupi kebutuhan vitamin K-nya dengan baik, ia bisa mendapat segudang manfaat.

Makanan yang mengandung vitamin K juga kalsium, zat besi dan vitamin D, ini bahkan bisa bermanfaat menguatkan tulang tubuh, menyehatkan kulit dan mencegah berbagai risiko penyakit mematikan salah satunya sakit kanker.

Menurut para ahli, kebutuhan vitamin K setiap orang pada dasarnya berbeda-beda. Untuk bayi kebutuhan vitamin K rata-rata sebanyak 2 mikrogram per hari, untuk anak-anak kebutuhan vitamin K rata-rata sebanyak 30 sampai 75 mikrogram, sedangkan kebutuhan vitamin K pada orang dewasa rata-rata sebanyak 90 sampai 120 mikrogram.

Mau tahu lebih banyak soal manfaat vitamin K untuk tubuh ? Berikut Fimela.com akan mengulas 5 manfaat vitamin K untuk kesehatan tubuh. Dilansir dari berbagai sumber, simak ulasan selengkapnya di bawah ini.

Memulihan Luka dan Pembekuan Darah

Ilustrasi Pemeriksaan Kesehatan Credit: pexels.com/Pranichakan
Ilustrasi Pemeriksaan Kesehatan Credit: pexels.com/Pranichakan

Fungsi utama vitamin K dalam tubuh ialah membentuk protrombin, yakni merupakan protein yang sangat penting dalam proses pembekuan darah dan pembentukan jaringan tulang. Tanpa asupan vitamin K yang cukup, tubuh tidak bisa menghasilkan protein ini.

Jika kamu kekurangan protrombin, maka tubuh akan lebih mudah memar meskipun hanya mengalami cedera ringan. Kamu juga akan lebih mudah berdarah, bahkan ketika tubuh hanya terkena luka gores kecil. Ini disebabkan karena darah tidak segera membeku.

Darah yang terjebak di bawah kulit menimbulkan memar, sedangkan darah yang keluar menyebabkan perdarahan. Terkadang, perdarahan yang tak kunjung sembuh bisa saja berakibat serius, terutama bila cederanya cukup berat.

Menurunkan Risiko Penyakit Jantung

Ilustrasi Penyakit Jantung Credit: pexels.com/Millef
Ilustrasi Penyakit Jantung Credit: pexels.com/Millef

Salah satu penyebab tekanan darah tinggi yakni pembentukan endapan mineral pada pembuluh darah. Endapan mineral membuat darah tidak bisa mengalir dengan lancar. Volume darah yang mengalir pun menjadi tak sebanding dengan ukuran pembuluh.

Jika kamu mengalami kondisi tersebut, maka tubuh sebenarnya sedang membutuhkan vitamin K. Vitamin ini diyakini bisa mencegah pengendapan mineral pada pembuluh darah. Dengan begitu, aliran darah tetap lancar dan tekanan yang tadinya tinggi dapat menurun.

Perlu diperhatikan bahwa pengendapan mineral yang berlarut-larut bisa berujung menyebabkan penyakit jantung dan stroke. Dengan mencegah pengendapan, berarti kamu juga turut menurunkan risiko kedua penyakit tersebut.

Menjaga Kekuatan dan Kepadatan tulang

Ilustrasi Berlari Credit: pexels.com/Snapwire
Ilustrasi Berlari Credit: pexels.com/Snapwire

Beberapa studi menunjukkan bahwa kekurangan asupan vitamin K berkaitan dengan penurunan kepadatan tulang dan peningkatan risiko patah tulang. Salah satunya diterbitkan dalam Journal of Osteoporosis pada 2019.

Vitamin K memiliki sejumlah fungsi bagi tulang, tetapi yang utama yaitu membentuk protein yang disebut osteokalsin. Pada proses pengerasan tulang, osteokalsin berikatan dengan ion kalsium dan mineral lain untuk mengatur ukuran dan bentuk tulang.

Jika Anda kekurangan asupan vitamin K, tubuh tidak bisa membentuk osteokalsin. Akibatnya, proses pengerasan tulang tidak berjalan dengan baik. Kepadatan tulang pun menurun sehingga Anda lebih rentan mengalami gejala osteoporosis dan patah tulang.

Mempertahankan Fungsi Kognitif

Ilustrasi Lansia Credit: pexels.com Credit: pexels.com/cottonbro
Ilustrasi Lansia Credit: pexels.com Credit: pexels.com/cottonbro

Fungsi kognitif memengaruhi kemampuan untuk berpikir, belajar, mengingat, mengambil keputusan, memecahkan masalah, berlogika, dan memusatkan pikiran. Saat memasuki masa lansia, berbagai kemampuan ini dapat mengalami penurunan.

Namun, kamu tidak perlu khawatir, karena ada banyak cara yang bisa dilakukan untuk menghambat penurunan fungsi kognitif, salah satunya dengan mencukupi kebutuhan vitamin K.

Sebuah riset pernah meneliti 320 lansia, mereka menemukan bahwa lansia dengan kadar vitamin K tertinggi dalam darahnya merupakan yang ingatannya paling baik. Dengan menjaga fungsi kognitif, vitamin K mungkin saja bisa membantu mencegah pikun pada usia lanjut.

Berpotensi Mengurangi Risiko Kanker

Ilustrasi Tubuh Sehat Credit: pexels.com/Karolina
Ilustrasi Tubuh Sehat Credit: pexels.com/Karolina

Sebuah tim peneliti di Jepang menemukan bahwa menatetrenone, suatu bentuk vitamin K2, bisa menghambat kemunculan sel kanker hati setelah pengobatan. Vitamin ini juga berpotensi menambah angka harapan hidup pasien yang telah menjalani perawatan.

Dalam hal ini, maka manfaat vitamin K untuk mengurangi risiko kanker memang menjanjikan. Akan tetapi, para peneliti masih perlu mengadakan penelitian lebih lanjut untuk mendapatkan bukti yang kiuat.

Sampai saat ini, memang belum banyak bukti ilmiah yang menunjukkan kegunaan lain vitamin K selain untuk pembekuan darah. Meski begitu, kecukupan vitamin K tetaplah penting untuk menjaga kesehatan dan fungsi normal tubuh.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel