5 Masalah Kesehatan Gigi dan Mulut Paling Banyak Terjadi di Masa Pandemi Covid-19

·Bacaan 3 menit

Liputan6.com, Jakarta - Menjaga kesehatan gigi dan mulut di masa pandemi Covid-19 makin penting dilakukan. Pasalnya, mulut dapat menjadi gerbang masuknya bakteri, kuman, dan virus yang mengganggu kesehatan tubuh.

Menyepelekan kesehatan gigi dan mulut sama saja dengan membiarkan tubuh Anda rentan terkena berbagai penyakit. Tak hanya itu, jika kesehatan gigi dan mulut Anda tak dirawat, akan menimbulkan banyak masalah.

"Kebiasaan buruk yang dilakukan terus menerus pada gigi dan mulut di masa pandemi akan mengakibatkan timbulnya permasalahan. Menurut hasil survei global yang dilakukan Unilever memperlihatkan bahwa 73 persen orang mengalami permasalahan gigi dan mulut di masa pandemi," ucap drg. Ratu Mirah Afifah, GCClinDent., MDSc, Head of Sustainable Living Beauty & Personal Care and Home Care Unilever Indonesia Foundation, dalam Konferensi Pers Virtual Pepsodent Hari Kesehatan Gigi dan Mulut 2021, Jumat, 19 Maret 2021.

Rutin menyikat gigi dan menjaga kebersihan mulut saja tidak cukup, Anda perlu memastikan memilih perawatan untuk mengetahui permasalahan pada gigi dan mulut. Berikut lima permasalahan gigi dan mulut yang kerap muncul di masa pandemi.

1. Mulut kering

36 persen responden mengaku mengalami kekeringan pada mulut di masa pandemi ini. Hal ini terjadi kurangnya jumlah cairan yang cukup atau dehidrasi. Dehidrasi dapat mengganggu keseimbangan mineral alami dalam tubuh yang bisa memperburuk kondisi mulut.

Kekurangan air di mulut juga rentan memicu bau mulut. Untuk menghindari dehidrasi di mulut, Anda dianjurkan minum 8--12 gelas air sehari.

2. Bau mulut

Permasalahan kedua yang kerap muncul pada mulut yakni bau mulut. Masalah ini 90 persen dipengaruhi oleh mulut dan gigi yang kotor dan dipenuhi bakteri. Hal ini terjadi karena adanya bakteri yang menghinggapi sisa makanan di mulut dan gigi.

Rajin menyikat gigi merupakan cara ampuh menghilangkan bau mulut yang paling utama. Setidaknya lakukan dua kali setiap hari.

3. Gusi dan Gigi Berdarah saat Menyikat Gigi

Ilustrasi Sakit Gigi Credit: unsplash.com/EnginA
Ilustrasi Sakit Gigi Credit: unsplash.com/EnginA

Sebanyak 34 persen responden kerap mengalami gusi dan gigi berdarah. Jika tidak ditangani dengan baik, hal ini dapat menyebabkan infeksi yang berbahaya.

Penyebab gusi dan gigi berdarah dapat terjadi karena penggunaan alat pembersih gigi yang salah, pola hidup yang tidak sehat, hingga penyakit. Tak hanya itu, jarang menyikat gigi juga merupakan salah satu penyebab gusi berdarah. Hal ini berkaitan dengan penumpukan plak pada gigi.

4. Nyeri pada Gigi, Gusi, atau Mulut

Sementara itu, 31 persen responden mengaku sering mengalami nyeri pada gigi, gusi, atau mulut. Pemicunya adalah infeksi lantaran kebersihan mulut yang tidak terjaga dengan baik. Selain menyebabkan rasa nyeri, juga menimbulkan bau mulut yang kurang sedap.

Cobalah rutin menyikat gigi karena hal itu dapat mempengaruhi keadaan gigi, gusi, atau mulut. Cara ini juga dapat mengurangi rasa nyeri karena adanya bakteri yang mengakibatkan infeksi.

5. Kemunculan Karies Baru

Berdasarkan survei, 25 persen responden mengalami karies gigi. Karies gigi merupakan penyakit jaringan gigi yang menyebabkan timbulnya kerusakan jaringan pada permukaan gigi yang menjalar ke bagian pulpa. Kondisi ini sering terjadi di mana ada proses demineralisasi dan remineralisasi pada gigi.

Cara terbaik untuk mengatasi karies gigi yakni dengan perawatan karies gigi oleh dokter gigi. Dokter akan mengecek kondisi gigi sebelum melakukan tindakan yang diperlukan. Munculnya karies disebabkan jarangnya membersihkan gigi. (Melia Setiawati)

Tarik Ulur Iuran BPJS

Infografis Tarik Ulur Kenaikan Iuran BPJS Kesehatan. (Liputan6.com/Trieyasni)
Infografis Tarik Ulur Kenaikan Iuran BPJS Kesehatan. (Liputan6.com/Trieyasni)

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini: