5 Nomor Punggung Sakral di Arema FC: Identitas Klub sampai Peninggalan Kurnia Meiga

·Bacaan 3 menit

Bola.com, Malang - Di Arema FC, ada beberapa nomor yang dianggap keramat. Bagi pesepak bola profesional, nomor punggung bisa dianggap sebagai hal yang istimewa karena itu jadi sebuah identitas.

Ada yang menggunakannya karena meniru idola, ada juga yang memakai nomor itu sejak awal karir sebagai pemain.

Nomor punggung yang dianggap keramat karena berbagai alasan, terutama jika pemiliknya tampil apik dan meninggalkan bekas mendalam untuk tim berjulukan Singo Edan itu.

Bahkan, ada nomor punggung yang sampai saat ini dipensiunkan untuk menghormati sang pemain.

Yang unik, nomor spesial seperti 9 dan 7 seperti kurang keramat di Arema. Padahal nomor itu dalam sepakbola jadi favorit. Arema justru punya nomor-nomor tak biasa yang justru lebih familiar di kalangan fans.

Berikut nomor-nomor keramat di Arema FC yang dirangkum Bola.com.

87

Ahmad Alfarizi mengalami cedera saat laga Arema melawan Bhayangkara FC. (Bola.com/Iwan Setiawan)
Ahmad Alfarizi mengalami cedera saat laga Arema melawan Bhayangkara FC. (Bola.com/Iwan Setiawan)

Nomor ini bisa dibilang paling familier di Arema. 87 menandakan tahun kelahiran tim Singo Edan. Saat ini, pemain lokal binaan Akademi Arema, Ahmad Alfarizi yang memakainya. Bahkan sejak musim lalu dia menjabat sebagai kapten tim.

Sebelumnya, tidak ada pemain yang pernah mengenakan nomor 87 di Arema. Namun sejak tahun 2012, Alfarizi memakai nomor itu atas saran dari manajemen Arema. Ternyata sampai saat ini dia tak pernah berganti nomor.

Dia jadi sosok yang sangat pas sebagai pemilik nomor itu karena Alfarizi sudah jadi ikon Arema. Bek kiri berusia 31 tahun ini juga punya karakter main yang ngotot dan ngeyel khas pemain asal Malang.

10

M. Rafli dengan nomor 10 di Arema musim 2020. (Bola.com/Iwan Setiawan)
M. Rafli dengan nomor 10 di Arema musim 2020. (Bola.com/Iwan Setiawan)

Nomor ini bisa dibilang paling istimewa dalam dunia sepak bola. Bisanya pemain bintang di klub selalu memakai nomor 10. Di Arema, nomor ini sekarang dipakai M. Rafli. Pemain lokal yang punya potensi besar.

Dia juga beberapa kali masuk pemusatan latihan Timnas Indonesia. Selain itu, Rafli sudah jadi bagian dari keluarga besar Arema. Karena sekarang dia menikah dengan putri dari mantan CEO Arema, Iwan Budianto.

Sebelum Rafli, nomor ini sempat dipakai pemain bintang seperti Makan Konate di musim 2018-2019. Sebelum itu, striker legendaris Indonesia, Cristian Gonzales pernah memakainya di musim 2013-2017. Jadi, sudah banyak nama besar yang memakai nomor punggung spesial ini di Arema.

8

Pemain Arema FC, Renshi Yamaguchi (kiri) berebut bola dengan pemain Persela Lamongan, Mochammad Zaenuri dalam laga pekan ke-6 BRI Liga 1 2021/2022 di Stadion Madya, Jakarta, Minggu (3/9/2021). (Bola.com/M Iqbal Ichsan)
Pemain Arema FC, Renshi Yamaguchi (kiri) berebut bola dengan pemain Persela Lamongan, Mochammad Zaenuri dalam laga pekan ke-6 BRI Liga 1 2021/2022 di Stadion Madya, Jakarta, Minggu (3/9/2021). (Bola.com/M Iqbal Ichsan)

Nomor ini cukup sakral di Arema. Biasanya dipakai gelandang yang punya peran sangat penting. Di Era awal 2000-an, ada nama Nanang Supriyadi yang setia memakai nomor 8.

Setelah itu, ada playmaker asal Argentina, Gustavo Lopez yang memakainya di musim 2014 silam. Setelah itu gelandang naturalisasi, Raphael Maitimo sempat memakainya musim 2016.

Sekarang, nomor 8 diwarisi gelandang asal Jepang, Renshi Yamaguchi. Perannya sangat penting musim lalu. Renshi jadi pemain yang rajin menghentikan serangan lawan dari lini tengah.

Dia juga punya statistik tackling sukses terbanyak musim lalu. Yakni 71 kali. Selain banyak dipakai pemain penting di lini tengah, nomor ini juga mewakili bulan kelahiran Arema. Jadi nomor 8 masih jadi angka spesial bagi fans dan keluarga besar Arema.

19

Hanif Sjahbandi yang ditunjuk sebagai eksekutor menceploskan bola dan membuat timnya unggul 1-0 pada menit ke-21. (Foto: Bola.com/M Iqbal Ichsan)
Hanif Sjahbandi yang ditunjuk sebagai eksekutor menceploskan bola dan membuat timnya unggul 1-0 pada menit ke-21. (Foto: Bola.com/M Iqbal Ichsan)

Mungkin nomor ini kurang familiar di sepak bola. Tapi di Arema, selalu ada pemain level Timnas Indonesia yang memakainya. Yang pertama mempopulerkan adalah Ahmad Bustomi.

Dia jadi pemain Arema musim 2008-2011 dan 2014-2017. Dia sempat jadi bagian Timnas Indonesia ketika masih membela Arema di periode pertama.

Ketika Bustomi pindah ke Mitra Kukar, bek kanan asal Malang, Beny Wahyudi sempat memakainya. Beny waktu itu juga sempat terpanggil ke Timnas Indonesia. Tapi Beny memakai nomor 19 hanya satu musim di tahun 2013 silam.

Setelah itu, sejak 2018, giliran Hanif Sjahbandi yang memakai nomor 19. Hanif juga beberapa kali masuk daftar panggil Timnas Indonesia. Sepertinya nomor 19 di Arema membawa hoki tersendiri bagi sang pemain.

1

Arema FC - Kurnia Meiga (Bola.com/Adreanus Titus)
Arema FC - Kurnia Meiga (Bola.com/Adreanus Titus)

Nomor ini sempat diistirahatkan sejak kiper Kurnia Meiga Hermansyah menghilang dari sepakbola Indonesia di pengujung musim 2017. Seperti diketahui, Meiga merupakan kiper tangguh Arema dan Timnas Indonesia. Dia memakai nomor punggung 1 sejak Arema berhasil jadi juara ISL 2010 silam.

Di pengujung musim 2017, dia mengalami gangguan di kelenjar mata. Sehingga Meiga harus istirahat dari sepakbola sampai saat ini. Manajemen sempat mengistirahatkan nomor 1 untuk menghormati Meiga.

Namun di musim 2021, Utam Rusdiana memakainya. Itu atas permintaan Meiga. Sayang, justru musim itu juga Utam dilepas Arema. Karen Singo Edan sudah punya barisan kiper seperti Teguh Amiruddin, Kartika Ajie dan Andriyas Francisco. Sekarang, nomor 1 tidak ada yang memakai lagi karena kiper utama Arema saat ini, Adilson Maringa lebih memilih nomor 90.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel