5 Nutrisi Ini Dapat Membantu Meningkatkan Sel Darah Merah

Rochimawati
·Bacaan 2 menit

VIVA – Apakah Anda sering merasa sangat lelah bahkan setelah tidur nyenyak di malam hari? Jika Anda sering mengalami kondisi ini, maka itu bisa menjadi tanda kondisi medis serius yang disebut anemia, yang secara umum berarti jumlah sel darah merah (sel darah merah) Anda rendah.

Sel darah merah bertanggung jawab untuk mengangkut oksigen ke bagian tubuh yang berbeda dan ketika jumlahnya sedikit, tubuh Anda harus bekerja lebih keras untuk mengirimkan oksigen ke seluruh tubuh.

Hal ini dapat membuat Anda berisiko mengalami komplikasi seperti depresi, persalinan prematur, risiko tinggi infeksi, dan lainnya. Untuk mengatasi masalah ini secara alami, sertakan nutrisi yang membantu dalam produksi sel darah merah.

Berikut 5 nutrisi yang harus menjadi bagian penting dari diet Anda, dilansir dari Times of India.

Makanan kaya zat besi

Kekurangan zat besi merupakan penyebab umum anemia dan untuk mengatasinya termasuk lebih banyak makanan kaya zat besi. Nutrisi ini membantu meningkatkan produksi hemoglobin, protein yang ditemukan pada sel darah merah, yang pada gilirannya meningkatkan jumlah sel darah merah. Daging merah, polong-polongan, telur, kacang-kacangan dan buah-buahan kering adalah beberapa sumber zat besi yang umum.

Folat

Folat adalah salah satu jenis vitamin B yang dibutuhkan untuk membuat sel darah merah dan putih di sumsum tulang. Suplemen folat dikenal sebagai asam folat. Tubuh kita menggunakan folat untuk menghasilkan heme, komponen penting dari hemoglobin.

Kekurangan nutrisi ini dapat mencegah pematangan sel darah merah. Sayuran berdaun hijau seperti bayam, kacang polong dan lentil adalah beberapa sumber folat yang sangat baik.

Vitamin B-12

Vitamin B-12 memiliki peran penting dalam pembentukan sel darah merah. Kekurangan nutrisi ini dapat menyebabkan perkembangan sel darah merah yang tidak normal dan menghambat pertumbuhannya, yang disebut sebagai anemia megaloblastik.

Nutrisi ini terutama terbentuk dalam produk susu dan sumber makanan hewani seperti daging merah, ikan, dan kerang. Selain itu sereal sarapan juga diperkaya dengan vitamin B12.

Tembaga

Tembaga tidak secara langsung membantu dalam produksi sel darah merah, tetapi membantu sel darah merah untuk mengakses besi, yang dibutuhkan untuk menggandakan dirinya sendiri.

Kurangnya asupan tembaga dapat mempersulit seluruh proses. Makan makanan kaya tembaga seperti kerang, ceri, dan ikan dapat membuat produksi sel darah merah menjadi mudah.

Vitamin C

Sama seperti tembaga, vitamin c juga tidak secara langsung memengaruhi produksi sel darah merah, tetapi meningkatkan penyerapan zat besi dalam tubuh.

Memiliki makanan kaya vitamin C sangat penting saat mengonsumsi makanan nabati untuk memenuhi tingkat asupan zat besi. Memasangkan makanan kaya vitamin C dengan zat besi non-heme dapat membantu tubuh menyerap lebih banyak zat besi.