5 Olahan Laut Tradisional Khas Surabaya, Unik Kaya Cita Rasa

Liputan6.com, Jakarta Surabaya tak hanya dikenal dengan kuliner rujak cingurnya. Salah satu kuliner yang wajib dicoba di Surabaya adalah olahan lautnya. Surabaya yang memiliki batas pesisir pantai Timur memiliki ragam kuliner laut yang unik dan khas.

Kuliner laut ini bahkan menjadi kuliner tradisional yang sudah dikenal dari generasi ke generasi. Sejumlah olahan laut ini bahkan cocok dijadikan oleh-oleh saat berkunjung ke Surabaya. Di Surabaya, Anda dapat dengan mudah menemukan olahan laut khas ini.

Olahan laut khas Surabaya memiliki rasa dan sensasi yang tidak akan ditemukan di daerah lainnya. Berikut 5 olahan laut tradisional khas Surabaya, dirangkum Liputan6.com dari berbagai sumber, Senin(8/6/2020).

 

Sate Kerang

Ilustrasi/copyright shutterstock.com/makesushi1

Keunikan sate ini adalah daging kerang tidak dibakar melainkan di rebus lalu ditusuk menyerupai sate pada umumnya. Kerang yang sudah dibersihkan direndam lalu dirubus hingga kecokelatan. Kerang kemudian ditusuk dan disajikan bersama siraman bumbu kecap dan sambal.

Sate ini biasanya disajikan bersama dengan Lontong Kupang, lontong balap, kecap dan sambal. Sate kerang memiliki tekstur kenyal di mulut dengan rasa gurih yang khas.

Lontong Kupang

Lontong Kupang Artomoro (sumber: foursquare)

Lontong Kupang merupakan olahan laut populer di Jawa Timur khususnya daerah Surabaya, Sidoarjo dan Pasuruan. Lontong kupang menjadi kuliner tradisional pesisir timur pulau Jawa. Kupang merupakan jenis kerang putih kecil berukuran sebesar biji kedelai.

Kupang diolah dengan cara dikupas dan dimasak dan kemudian disajikan bersama lontong dan lentho. Kupang dan lontong kemudian diberi kuah petis dan sedikit perasan jeruk nipis.

Lorjuk

Lorjuk (sumber: indonesia.go.id/)

Lorjuk merupakan jenis kerang laut yang hidup di habitat pantai berlumpur. Kerang ini hanya dapat ditemui di pesisir pulau Madura. Di Surabaya, Lorjuk menjadi olahan laut khas yang digemari banyak orang. Untuk mendapatkannya, pencari lorjuk harus menunggu air surut dan menggali lumpur pantai. Cara lain yang digunakan untuk mendapatkan Lorjuk ini adalah dengan menggunakan garam, atau batu gamping yang membuat Lorjuk akan muncul ke permukaan.

Lorjuk memiliki cita rasa gurih dan tinggi protein. Lorjuk di Surabaya banyak diolah menjadi tumis. Restoran yang terkenal akan olahan lorjuknya adalah Ria Galeria, Rumah Makan Handayani, dan Frangipani.

Petis

ilustrasi tahu petis/copyright by Shutterstock

Jawa Timur dikenal dengan olahan petisnya. Petis merupakan olahan kuah ikan, kupang, atau udang yang dipanaskan hingga mengental dan berwarna hitam pekat. Petis biasa digunakan sebagai campuran makanan khas Surabaya lainnya seperti tahu petis, rujak petis, dan lontong balap.

Petis Surabaya memiliki karakteristik tersendiri yang berbeda dengan petis Madura dan petis lainnya. Umumnya petis Surabaya dibuat dari kepala ikan yang dihaluskan bersama dengan air. Warna petis Surabaya juga lebih pekat dibanding petis Madura yang cokelat cerah. Petis Surabaya memiliki rasa manis sementara petis Madura memiliki rasa yang cenderung asin.

Kerupuk Terung

Terung pada jenis makanan ini bukanlah buah terung yang selama ini dikenal. Terung di sini merupakan sejenis teripang kecil berbentuk menyerupai bola tenis. Kerupuk terung dapat dengan mudah ditemukan di daerah Kenjeran. Daerah Kenjeran merupakan daerah pesisir yang terkenal dengan hasil tangkapan lautnya.

Proses pengolahan kerupuk terung masih dilakukan dengan cara tradisional. Terung yang ditangkap nelayan terlebih dahulu dibersihkan, dibelah, dan dikeringkan kurang lebih 2-3 hari. Terung yang telah dikeringkan kemudian direndam dan dikeringkan sebelum digoreng menjadi kerupuk.