5 Orang Disebut 'Biang Keladi' Merosotnya Pamor Demokrat


TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -  Lingkaran Survey Indonesia (LSI) merilis hasil survey publik terkait musibah besar yang kini dihadapi Partai Demokrat. Dari hasil ini, lima orang Demokrat yang dianggap 'biang keladi' merosotnya suara partai berlambang Bintang Mercy ini.

Survey LSI dilakukan pada 21 Januari hingga 2 Februari dengan menggunakan metode random sampling, jumlah responden 1200 dari seluruh wilayah Indonesia di 33 provinsi dengan margin of error plus minus, 2.9 persen.

Dalam survey, responden ditanya dari kelima tokoh yang disebut apakah terlibat dalam kasus Wisma Atlet Palembang, Sumatera Selatan.  Nazaruddin diyakini terlibat atau menerima uang dalam kasus ini, direspon publik 52.1 persen. Anas Urbaningrum, 39.4 persen, Andi Mallarangeng 31.9 persen, Angelina Sondakh, 37.2 persen, dan Mirwan Amir sebesar 28.3 persen.

"Hanya butuh satu SBY untuk membuat Demokrat naik tahta di 2009. Tetapi, butuh lima orang, membuat Demokrat turun tahta di tahun 2012," kata peneliti LSI Barkah Pattimahu saat menggelar jumpa pers, Minggu (05/02/2012).


Pamor Presiden SBY juga ikut melorot. Awal bulan ini, tingkat kepuasan terhadap kinerja pemerintahan SBY merosot dibawah 50 persen. Turun naik pamor SBY memengaruhi naik turunnya dukungan atas Partai Demokrat.

"Pada survey Januari 2011, mereka yang puas dengan kinerja Presiden SBY masih 56.7 persen. Sementara pada survey Januari sampai Februari 2012, dari hasil survey, melorot hingga 48.3 persen," ujar Barkah.


Skandal korupsi Wisma Atlet, menurut respon publik yang disurvey mayoritas sebesar 70 persen yang mengakibatkan pamor Demokrat turun. Sementara 30 persen penyebabnya adalah pamor pemerintahan SBY yang makin melorot.

"Dan Demokrat terancam kembali ke khitahnya menjadi partai papan tengah seperti tahun 2004 dengan dukungan kurang dari 10 persen," ujar Barkah Pattimahu. (tribunnews/yat)

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.