5 Orang Nelayan Indonesia Terdampar di Malaysia, TNI AL Bergerak Cepat

·Bacaan 2 menit

VIVA – Tentara Nasional Indonesia (TNI) Angkatan Laut pada hari Sabtu, 3 Juli 2021 kemarin, telah berhasil menjemput dan membawa pulang lima orang nelayan Indonesia yang terdampar di Pulau Jarak, Malaysia.

Panglima Komando Armada (Pangkoarmada) I, Laksda TNI Abdul Rasyid mengisahkan, kelima orang nelayan asal Indonesia itu terdampar di Pulau Jarak, Malaysia pada hari Kamis, 1 Juli 2021 lalu.

Mereka terdampar setelah kapal yang mereka tumpangi mengalami kecelakaan dan tenggelam akibat cuaca buruk di perbatasan Laut Indonesia-Malaysia, sekitar perairan Selat Malaka.

"Beruntungnya mereka ditemukan dan diselamatkan oleh Kapal Nelayan Malaysia selanjutnya diturunkan di Pulau Jarak Malaysia," kata Pangkoarmada I Laksda TNI Abdul Rasyid melalui keterangan resminya, Sabtu, 3 Juni 2021 malam.

Kemudian, kabar terdamparnya lima orang nelayan asal Indonesia itu berhasil diperoleh oleh kapal perang TNI Angkatan Laut, KRI Kerambit-627 yang tengah melakukan patroli di perbatasan Laut Indonesia-Malaysia dari Angkatan Laut Malaysia atau Agensi Penguatkuasaan Maritim Malaysia (APMM).

Mendapatkan kabar bahwa ada nelayan asal Indonesia terdampar di perairan Negeri Jiran, KRI Kerambit-627 yang dikomandani oleh Letkol Laut (P) Kurniawan Koes Atmadja pun langsung melakukan komunikasi secara intensive dengan Angkatan Laut Malaysia (APMM), dan berupaya untuk menjemput kelima orang nelayan yang belakangan diketahui berasal dari Lubuk Pakam, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara itu.

Upaya Komandan KRI Kerambit-627 itu pun membuahkan hasil. Letkol Laut (P) Kurniawan Koes Atmadja berhasil membuat kesepakatan dengan Angkatan Laut Malaysia (APMM) untuk menjemput lima orang nelayan asal Indonesia itu di sekitar perairan Selat Malaka.

"KRI Kerambit-627 dan KM Tugau 2210 yang membawa nelayan Indonesia melaksanakan Rendezvous (RV) di titik yang telah disepakati. Sekoci KRI Kerambit bersama Tim VBSS bergerak menuju ke KM Tugau 2210 untuk menjemput dan melaksanakan serah terima lima nelayan Indonesia dari KM Tugau 2210. Prosesi serah terima pun dilakukan di Geladak KM Tugau 2210," katanya.

Dia menambahkan, sebelum diserahkan kepada TNI Angkatan Laut, kelima nelayan tersebut telah menjalani tes swab antigen oleh pihak APMM dengan hasil non reaktif dan semuanya dalam kondisi sehat.

Lebih jauh lagi, Pangkoarmada I mengatakan, penjemputan terhadap lima orang nelayan asal Indonesia itu membuktikan bahwa hubungan diplomasi antara TNI Angkatan Laut dengan Angkatan Laut Malaysia (APMM) selama ini berjalan sangat baik.

Saat ini, lanjut Pangkoarmada I, kelima nelayan asal Indonesia itu sudah dibawa ke Pangkalan Utama TNI Angkatan Laut (Lantamal) I Belawan untuk kemudian diserahkan kepada keluarga mereka.

"Kelima nelayan itu adalah Dedy (36), Shahjemi (18), Tawakkal (16) Faisal (35) dan Muhammad Reza (14), berasal dari Lubuk Pakam Kabupaten Deli Serdang Sumatera Utara dan saat ini sudah dipertemukan kembali dengan keluarganya melalui Pangkalan Utama TNI Angkatan Laut (Lantamal) I Belawan," kata Pangkoarmada I.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel