5 Palang Pintu Senior Liga 1 yang Tetap Memesona

Jakarta - Bek senior tetap eksis di Liga 1. Usia tidak menghalangi mereka untuk bersaing melawan para junior dan memberi kontribusi positif. 

Tengok saja Leonard Tupamahu. Palang pintu Bali United ini malah baru merasakan juara Liga Indonesia pada musim lalu ketika usianya telah menginjak 36 tahun.

Namun, Leonard menjadi pilihan utama di lini belakang Bali United. Pemain kelahiran Jakarta ini mencatat 22 penampilan, dengan 19 di antaranya sebagai starter.

Leonard berhasil menyisihkan sejumlah bek yang lebih muda darinya untuk menemani Willian Pacheco semodel Gunawan Dwi Cahyo, 31 tahun, yang 15 kali berlaga dan Haudi Abdillah, 27 tahun, dengan torehan penampilan yang sama. Dia pun turut berkontribusi membantu Bali United menjadi juara Liga 1.

Pada tahun ini, Leonard akan berusia 37 tahun pada 9 Juli 2020. Namun, pelatih Stefano Cugurra Teco masih percaya penuh kepadanya untuk membentengi lini belakang Bali United.

Dengan ciri khasnya yang keras dan asal tebas, Leonard cocok dipasangkan dengan Pacheco yang lebih kalem. Posturnya yang ideal, 179 cm, membuatnya fasih berduel bola atas dan bawah.

Selain Leonard, masih ada empat bek veteran lainnya yang masih memesona di Liga 1. Siapa saja?

Ricardo Salampessy

Bek Persipura Jayapura, Ricardo Salampessy, berjalan saat melawan Bhayangkara FC pada laga Liga 1 di Stadion PTIK, Jakarta, Senin (18/11). Bhayangkara menang 2-0 atas Persipura. (Bola.com/Vitalis Yogi Trisna)

Serupa seperti Leonard Tupamahu, posisi Ricardo Salampessy juga tidak tergantikan di lini belakang Persipura Jayapura. Bek berusia 36 tahun ini masih menjadi andalan di lini belakang.

Mau siapa pun tandemnya, peran Ricardo tidak tergantikan. Pada musim lalu, eks Timnas Indonesia ini masih mampu membukukan 29 pertandingan.

Ricardo juga menjadi satu dari sedikit bek yang mampu tiga kali juara Liga Indonesia, yaitu pada 2008-09, 2010-11, dan 2013. Selain itu, pemain kelahiran Ambon, Maluku ini juga meraih trofi Indonesia Super Championship (ISC) A. Seluruhnya bersama Persipura.

Meski begitu, Ricardo masih belum bermain di musim ini. Dari tiga pertandingan, ia hanya sekali tercantum pada daftar susunan pemain (DSP) pada pekan pertama saat melawan PSIS Semarang.

Hamka Hamzah

Bek Arema FC, Hamka Hamzah, menerima penghargaan sebagai bek terbaik pada Indonesian Soccer Awards 2019 di Studio Indosiar, Jakarta, Jumat (10/12). Acara ini diadakan oleh Indosiar bersama APPI. (Bola.com/M Iqbal Ichsan)

Makin tua Hamka Hamzah, makin menjadi pula penampilannya. Dalam usianya yang ke-36 tahun, bek kelahiran Makassar, Sulawesi Selatan itu masih diakui kualitasnya.

Buktinya, Hamka Hamzah masih mampu merengkuh dua gelar pribadi pada musim lalu. Ia didapuk sebagai pemain terbaik Piala Presiden 2019 setelah mengantar Arema FC ke tangga juara. Selain itu, ia juga didaulat sebagai bek terbaik di Indonesian Soccer Awards 2019.

Pada empat tim terakhir yang dibelanya, termasuk di Persita Tangerang pada musim ini, Hamka selalu didapuk sebagai kapten tim. Bukti bahwa kemampuan mantan pemain Persija Jakarta ini tidak digerus oleh umur.

Otavio Dutra

2. Otavio Dutra - Dutra menjadi pemai baru yang bergabung dengan Persija di musim ini. Namun, kualitasnya sebagai bek tidak diragukan lagi. Di laga debutnya bersama Persija, bek berusia 36 tahun ini turut menyumbangkan 1 gol. (Bola.com/Yoppy Renato)

Persija Jakarta masih yakin dengan ketangguhan Otavio Dutra. Meski belakangan, kemampuan bek asal Brasil itu perlahan menurun seiring dengan bertambahnya usia.

Dutra juga kerap dilanda cedera. Pada musim lalu bersama Persebaya, ia absen dalam 12 pertandingan kebanyakan karena cedera.

Namun, kualitas Dutra masih patut diacungi jempol. Meski usianya telah menginjak 36 tahun, performanya tidak jauh menurun. Buktinya, Persija tetap percaya dengan kemampuannya.

Dalam usianya yang sudah uzur, Dutra masih dipercaya tampil sebagai starter. Ia berduet dengan Ryuji Utomo di lini belakang Persija.

Maman Abdurrahman

Bek Persija, Maman Abdurrahman, merayakan gol yang dicetak Rezaldi Hehanussa ke gawang Persela pada laga Liga 1 di SUGBK, Jakarta, Selasa (20/11). Persija menang 3-0 atas Persela. (Bola.com/Vitalis Yogi Trisna)

Loyalitas dan penampilan sepenuh hati Maman Abdurrahman dibayar dengan perpanjangan kontrak oleh Persija. Padahal, bek berusia 38 tahun itu telah dilepas pada akhir musim lalu.

Namun, karena Persija tidak kunjung mendapatkan bek pelapis dari duet Dutra dengan Ryuji, Maman terpaksa dipanggil kembali. Mantan pemain PSIS Semarang itu bersedia walaupun hanya menjadi pemain pengganti.

Maman adalah bek utama Persija pada kurun waktu 2017-2018 sebelum posisnya direbut oleh Ryuji dan Fachruddin Aryanto pada musim lalu. Pada tahun terakhirnya sebagai starter, Maman sukses mengantar tim ibu kota menjadi juara Liga 1 2018.

 

Disadur dari: Bola.com (Penulis: Muhammad Adiyaksa/Editor: Benediktus Gerendo Pradigdo, published 23/5/2020)