5 Pantangan yang Harus Dihindari Saat Merayakan Imlek

·Bacaan 2 menit

Fimela.com, Jakarta Perayaan tahun baru China atau perayaan Imlek, selalu identik dengan kemakmuran, kekayaan dan kebahagiaan disetiap tahunnya.

Dalam perayaan Imlek, ternyata ada beberapa pantangan yang harus dihindari, agar tahun tersebut tidak mendatangkan kesialan, kerugian atau kesedihan.

Pantangan-pantangan ini sangat wajib dihindari di hari raya Imlek, demi kehidupan yang makmur dan bahagia di tahun yang akan datang. Berikut pantangan yang harus dihindari saat merayakan Imlek, dilansir dari berbagai sumber:

Menyapu

ilustrasi pantangan imlek/Impact Photography/shutterstock
ilustrasi pantangan imlek/Impact Photography/shutterstock

Pantangan pertama yang harus dihindari saat merayakan Imlek, yaitu menghindari aktivitas menyapu. Walaupun menyapu lantai adalah aktivitas rumahan yang dilakukan setiap hari, tetapi saat merayakan Imlek tidak boleh menyapu.

Menyapu lantai saat merayakan Imlek ini, dipercaya bisa menyapu rejeki yang datang diawal tahun ini, dan mendatangkan kesialan di dalam anggota keluarga.

Maka keluarga Tionghoa selalu menyiapkan rumahnya agar bersih rapi, sehari sebelum merayakan Imlek, termasuk untuk membuang sampah yang juga pantang dilakukan saat imlek.

Mencuci Rambut

Menyambut perayaan tahun baru, tentu saja setiap orang ingin tampil rapi, bersih dan wangi dari ujung kepala hingga ujung kaki.

Tapi menurut kepercayaan Tionghoa, mencuci rambut adalah sebuah pantangan yang harus dihindari, saat hari pertama merayakan Imlek.

Rambut atau yang disebut dengan fa, memiliki pengucapan dan karakter yang sama dalam kata fa cai yang terdapat dalam kalimat gong xi fa cai. Kata fa ini memiliki arti kaya. Sehingga kalau mencuci rambut di hari pertama dan kedua Imlek, dipercaya bisa menghilangkan keberuntungan dan kekayaan selama setahun.

Tak hanya mencuci rambut saja, tetapi mencuci baju pun diyakini bisa membuang kekayaan dan keberuntungan saat Imlek. Karena Imlek adalah hari raya ulang tahun Dewa Air atau Shuishen.

Menangis

ilustrasi pantangan imlek/Anna Shvets/pexels
ilustrasi pantangan imlek/Anna Shvets/pexels

Bagi anak kecil, menangis sangat susah untuk dihindari. Sehingga orang tua harus melakukan segala cara, agar anak tidak menangis di saat merayakan Imlek.

Menurut kepercayaan Tionghoa, merayakan hari raya Imlek dengan menangis, dipercaya dapat mendatangkan kesedihan, hukuman dan menghilangkan keberuntungan bagi keluarga.

Sehingga orang tua harus menjaga anaknya dengan baik, dan menjaga diri untuk tidak melakukan perilaku buruk, yang membuat anaknya menangis atau sedih.

Jangan Memakan Bubur

Bubur merupakan jenis makanan yang banyak disukai orang, yang cara masaknya dengan merebus bahan dan air, hingga semua bahannya menjadi empuk dan lunak.

Tapi ternyata makan bubur adalah pantangan bagi orang yang sedang merayakan Imlek. Karena memakan bubur saat hari raya Imlek, dipercaya bisa mendatangkan kemiskinan dan peruntungan buruk.

Tak heran kalau di meja makan tidak ada sajian bubur, melainkan banyak makanan berat yang disajikan di meja makan, yang dipercaya bisa mendatangkan banyak rejeki.

Pantang Menggunakan Baju Hitam dan Putih

ilustrasi pantangan imlek/aslysun/shutterstock
ilustrasi pantangan imlek/aslysun/shutterstock

Pantangan yang terakhir adalah dilarang menggunakan pakaian hitam atau putih, karena akan mendatangkan kesedihan, nasib buruk atau masalah yang datang disepanjang tahun.

Menurut kepercayaan, warna hitam dan putih merupakan warna berkabung. Berbeda dengan warna merah, yang dipercaya dapat mendatangkan kebahagiaan dan kekayaan.

Sehingga saat merayakan Imlek, banyak sekali ornamen imlek yang menggunakan warna merah, seperti amplop, hiasan dinding dan pakaian.