5 Pelatih Apes, Beri Gelar Juara, Kemudian Dipecat: Habis Manis Sepah Dibuang

Bola.com, Jakarta - Klub sepak bola modern kerap dijadikan industri maupun ladang bisnis bagi para pemiliknya. Sang pemilik klub tentu menuntut timnya harus memiliki prestasi tinggi.

Prestasi ini yang membuat klub dapat meraup banyak keuntungan karena sponsor berdatangan. Jika prestasi buruk, tentu para pelaku industri makin sedikit yang mau menjadi sponsor klub tersebut.

Pemilik klub akan memberi tekanan kepada tim, khususnya pelatih kepala. Jika sang pelatih kepala tidak memberikan prestasi memuaskan maka sewaktu-waktu bisa didepak.

Para pemilik klub tidak segan-segan memecat pelatih meskipun pernah berkontribusi besar bagi timnya. Bahkan meski mampu meraih gelar juara pekan ini, bisa jadi bulan depan posisinya tidak aman.

Berikut 5 pelatih klub yang dipecat meski telah mempersembahkan gelar bergengsi bagi klub sepak bola mereka. Mereka seperti from hero to zero.

 

1. Roberto Di Matteo (Chelsea)

Roberto Di Matteo. Ia menggantikan posisi pelatih utama Andre Villas Boas yang dipecat Chelsea pada Maret 2012. Dirinya langsung mempersembahkan trofi Liga Champions usai menang 4-3 (1-1) via adu penalti atas Bayern Munchen dalam partai final di Allianz Arena, 19 Mei 2012. (AFP/John MacDougall)
Roberto Di Matteo. Ia menggantikan posisi pelatih utama Andre Villas Boas yang dipecat Chelsea pada Maret 2012. Dirinya langsung mempersembahkan trofi Liga Champions usai menang 4-3 (1-1) via adu penalti atas Bayern Munchen dalam partai final di Allianz Arena, 19 Mei 2012. (AFP/John MacDougall)

Roman Abramovich jor-joran supaya Chelsea meraih banyak gelar. Dia ingin klub asal Kota London ini meraih gelar juara Liga Inggris hingga Liga Champions.

Sejumlah pelatih hebat, pernah dia datangkan seperti Andre Villas-Boas yang akhirnya dipecatnya dan diganti dengan asistennya Roberto Di Matteo. Benar saja, Di Matteo bisa memberikan gelar Liga Champions pertama bagi Chelsea.

Atas prestasinya Abramovich mempermanenkan Di Matteo untuk posisi kepala. Namun selang lima bulan kemudian, bos asal Rusia itu memecat sang pelatih karena penampilan buruk Chelsea di Inggris dan Liga Champions.

 

2. Frank Rijkaard (Barcelona)

Frank Rijkaard. Pelatih asal Belanda yang kini berusia 59 tahun ini menangangi Barcelona selama 5 musim mulai 2003/2004 hingga 2007/2008. Ia berhasil mempersembahkan gelar La Liga sebanyak dua kali pada musim 2004/2005 dan 2005/2006. (AFP/Lluis Gene)
Frank Rijkaard. Pelatih asal Belanda yang kini berusia 59 tahun ini menangangi Barcelona selama 5 musim mulai 2003/2004 hingga 2007/2008. Ia berhasil mempersembahkan gelar La Liga sebanyak dua kali pada musim 2004/2005 dan 2005/2006. (AFP/Lluis Gene)

Barcelona menunjuk mantan pelatih timnas Belanda, Frank Rijkaard, sebagai pelatih baru pada 2003. Meski sempat diragukan, Rijkaard membuktikan kualitasnya.

Dia mampu memenangkan La Liga berturut—turut di 2004/2005 dan 2005/2006. Rijkaard juga menambahkan gelar Liga Champions ke lemari trofi Barcelona dan merupakan titel kedua mereka di ajang bergengsi Eropa ini.

Sayangnya pada 2008 Rijkaard mendapatkan surat pemecatan dari sang Presiden Joan Laporta. Mereka gagal meraih gelar La Liga hingga Liga Champions karena kalah dari Real Madrid dan Manchester United.

 

3. Jupp Heynckes (Real Madrid)

Jupp Heynckes hanya semusim bersama Real Madrid dan meraih trofi Liga Champions musim 1997-1998. Setelah itu, Heynckes meraih treble bersama Bayern Munchen. (AFP/Christof Stache)
Jupp Heynckes hanya semusim bersama Real Madrid dan meraih trofi Liga Champions musim 1997-1998. Setelah itu, Heynckes meraih treble bersama Bayern Munchen. (AFP/Christof Stache)

Jupp Heynckes mempersembahkan gelar ketujuh Liga Champions bagi Real Madrid yang terakhir kalinya mereka capai pada 1966. Gelar Liga Champions ini mereka dapat musim 1997/1998 setelah menang tipis 1-0 atas Juventus.

Dia juga mengantar Real Madrid menjadi juara Super Spanyol usai menang agregat 5-3 atas Barcelona. Namun, kariernya hanya semusim saja di Real Madrid.

Heynckes dipecat karena Real Madrid berada di posisi keempat La Liga Spanyol. Namun dia meraih kesuksesan di Bayern Munich setelah itu.

 

4. Fabio Capello (Real Madrid)

6. Fabio Capello (Real Madrid) - Pria asal Italia ini dipecat lantaran Real Madrid gugur di 16 besar Liga Champions pada 2007. Naasnya pemecatan itu terjadi setelah keberhasilan Capello mempersembahkan gelar juara La Liga. (AFP/Pierre-Philippe Marcou)
6. Fabio Capello (Real Madrid) - Pria asal Italia ini dipecat lantaran Real Madrid gugur di 16 besar Liga Champions pada 2007. Naasnya pemecatan itu terjadi setelah keberhasilan Capello mempersembahkan gelar juara La Liga. (AFP/Pierre-Philippe Marcou)

Pelatih legendaris Italia, Fabio Capello, pernah dua kali melatih Real Madrid. Di kesempatan pertama melatih, dia langsung membawa Los Blancos juara La Liga 1996/1997.

Meski juara, namun Presiden Lorenzo Sanz tetap memecatnya. Para suporter tidak ingin melihat Real Madrid yang bermain lebih bertahan.

Real Madrid kembali menujuk Capello menjadi pelatih kepala pada 2006. Dia kembali meraih gelar juara La Liga tetapi juga hanya semusim bertahan di Real Madrid.

 

5. Louis van Gaal (Barcelona)

Louis van Gaal. Pelatih asal Belanda berusia 70 tahun yang kini menukangi Timnas Belanda sejak Agustus 2021 ini mampu membawa Ajax Amsterdam dan Bayern Munchen berlaga di final Liga Champions. Bersama Ajax ia melakukannya 2 kali pada musim 1994/1995 dan 1995/1996, dan mampu menjadi juara di musim 1994/1995 usai menang 1-0 atas AC Milan. Sementara Bayern Munchen dibawanya 1 kali ke final, musim 2009/2010, namun gagal berujung trofi usai ditaklukkan Inter Milan 2-0. (AFP/Christof Stache)
Louis van Gaal. Pelatih asal Belanda berusia 70 tahun yang kini menukangi Timnas Belanda sejak Agustus 2021 ini mampu membawa Ajax Amsterdam dan Bayern Munchen berlaga di final Liga Champions. Bersama Ajax ia melakukannya 2 kali pada musim 1994/1995 dan 1995/1996, dan mampu menjadi juara di musim 1994/1995 usai menang 1-0 atas AC Milan. Sementara Bayern Munchen dibawanya 1 kali ke final, musim 2009/2010, namun gagal berujung trofi usai ditaklukkan Inter Milan 2-0. (AFP/Christof Stache)

Barcelona ngebet mendatangkan Louis van Gaal karena melihat prestasinya bersama Ajax Amsterdam. Van Gaal mampu membuat Ajax berjaya di Liga Belanda hingga Liga Champions.

Dia akhirnya bergabung dengan Barcelona pada tahun 1997. Van Gaal mampu membawa Barcelona meraih dua gelar La Liga Spanyol, sekali Copa Del Ray dan sekali UEFA Super Cup.

Namun, karena dia gagal membawa Barcelona meraih gelar Liga Champions seperti yang dia lakukan bersama Ajax, membuatnya dipecat. Selain itu, hubungannya dengan sejumlah pemain misalnya Rivaldo juga menjadi alasan lain.

Sumber: Bleacherreport

 

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel