5 Pelatih Asing Dipecat, Aji Santoso Sebut Persaingan BRI Liga 1 Sangat Keras

Bola.com, Surabaya - Kerasnya persaingan BRI Liga 1 2022/2023 telah melahirkan korban pemecatan pelatih. Tak tanggung-tanggung, sudah lima pelatih yang berpisah dengan klubnya. Kebetulan semuanya pelatih asing.

Mereka adalah Robert Alberts (Persib Bandung/Belanda), Javier Roca (Persik Kediri/Chile), Jacksen Tiago (Persis Solo/Brasil), Sergio Alexandre (PSIS Semarang/Brasil), dan Dejan Antonic (Barito Putera/Serbia).

Hal ini memantik reaksi dari pelatih Persebaya Surabaya, Aji Santoso, yang telah bertahun-tahun berkarier sebagai pelatih di Tanah Air.

“Memang kalau kita melihat berita-berita kompetisi dimana-mana selain di Indonesia,jujur kompetisi di Indonesia ini paling kejam, menurut saya. Tetapi itu satu kewajaran, artinya seorang pelatih itu dituntut untuk berprestasi,” ungkap Aji Santoso.

Tekanan Tinggi

Pelatih Persib Bandung, Robert Alberts. (Bola.com/M Iqbal Ichsan)
Pelatih Persib Bandung, Robert Alberts. (Bola.com/M Iqbal Ichsan)

Tekanan tinggi memang menghampiri pelatih klub Indonesia. Mereka dituntut membawa klub untuk meraih prestasi. Saat klub sedang jeblok, tuntutan untuk memecat pelatih kerap disuarakan oleh suporter sebagai orang yang harus bertanggung jawab.

Hal itulah yang juga terjadi pada lima pelatih tersebut. Semua klub yang ditangani itu berada di papan bawah, atau gagal memberikan konsistensi dalam mendulang angka.

Tidak hanya bagi seorang pelatih, kata Aji Santoso, tekanan tinggi di kehidupan profesional hal yang biasa. Terpenting, bagaimana manajemen klub mengambil keputusan dengan pertimbangan yang matang bukan karena desakan siapapun.

“Dipecat dan tidaknya itu satu yang menentukan manajemen, bukan yang lain. Harus berpikir mempertimbangkan baik buruknya, untung ruginya memecat seorang pelatih,” ujar Aji Santoso.

“Seumpamanya sudah sangat parah, itu menjadi keputusan manajemen. Tetapi yang jelas saya sangat siap risiko apa pun,” imbuhnya.

Persebaya Juga Mengalami

Pelatih Persebaya Surabaya, Djadjang Nurdjaman, menyambut baik pelatih Persipura Jayapura, Jacksen Tiago, saat bersama-sama menyanyikan Song for Pride di tengah lapangan Gelora Bung Tomo, Surabaya, Jumat (2/8/2019). (Bola.com/Aditya Wany)
Pelatih Persebaya Surabaya, Djadjang Nurdjaman, menyambut baik pelatih Persipura Jayapura, Jacksen Tiago, saat bersama-sama menyanyikan Song for Pride di tengah lapangan Gelora Bung Tomo, Surabaya, Jumat (2/8/2019). (Bola.com/Aditya Wany)

Persebaya sempat mengalami momen mengganti banyak pelatih. Pada 2019, Bajul Ijo ditangani Djadjang Nurdjaman kemudian dilanjutkan Wolfgang Pikal yang berakhir dengan pemecatan.

Aji Santoso baru masuk pada akhir 2019 dan bisa bertahan bersama Persebaya hingga sekarang. Itu juga berkat prestasi yang diberikannya, seperti finish runner-up Liga 1 2019 dan trofi Piala Gubernur Jatim 2020.

Sebelum akhirnya Persebaya berada di jalur kemenangan, kursi kepelatihan Persebaya sempat panas setelah lima laga baru meraih satu kemenangan, satu imbang, tiga laga lainnya menelan kekalahan.

Tanggung Jawab

<p>Pelatih kepala Persebaya Surabaya, Aji Santoso saat babak penyisihan Grup C Piala Presiden 2022 antara Bhayangkara FC melawan Persebaya Surabaya di Stadion Gelora Bandung Lautan Api, Bandung, Senin (13/06/2022). (Bola.com/Bagaskara Lazuardi)</p>

Pelatih kepala Persebaya Surabaya, Aji Santoso saat babak penyisihan Grup C Piala Presiden 2022 antara Bhayangkara FC melawan Persebaya Surabaya di Stadion Gelora Bandung Lautan Api, Bandung, Senin (13/06/2022). (Bola.com/Bagaskara Lazuardi)

Dengan kejamnya persaingan kursi kepelatihan, Aji Santoso  berpendapat seharusnya pemilihan pemain dan teknis tim diserahkan pada pelatih. Sehingga, ketika tim meraih hasil buruk, pelatih mampu bertanggung jawab.

“Umpamanya ada tim yang perekrutan pemain bukan dari pelatih, keputusan pemain bukan dari pelatih, itu bunuh diri namanya,” kata pelatih berlisensi AFC Pro tersebut.

“Tapi, Alhamdulillah di Persebaya mulai saya masuk tahun 2019 sampai sekarang tidak pernah, bahkan presiden klub tidak pernah mengintervensi saya, semua menyerahkan pembentukan tim ini pada pelatih, memang seharusnya seperti itu,” tuturnya.

Pelatih Persebaya Paling Awet

Pelatih Persebaya Surabaya, Aji Santoso. (Bola.com/Aditya Wany)
Pelatih Persebaya Surabaya, Aji Santoso. (Bola.com/Aditya Wany)

Aji Santoso tercatat sebagai pelatih terlama yang pernah menangani Persebaya sejak 2019. Dia sudah hampir tiga tahun berstatus sebagai arsitek tim berjulukan Bajul Ijo tersebut. Selain itu, Persebaya juga merupakan klub terlama yang ditangani oleh pelatih asal Malang itu.

Sebelumnya, Aji pernah menjadi pelatih kepala Persela Lamongan selama dua tahun, yakni pada 2017-2019. Kini, pelatih berusia 52 tahun itu malah diikat kontrak dua tahun oleh manajemen Bajul Ijo hingga 2024.

Sejak 2017, atau momen mulai diakui kembali oleh PSSI, Persebaya tercatat sudah mempekerjakan total lima pelatih termasuk Aji Santoso. Empat sebelumnya adalah Iwan Setiawan, Alfredo Vera, Djadjang Nurdjaman, dan Wolfgang Pikal.

Intip Posisi Tim Favoritmu