5 Pelatih Klub BRI Liga 1 Terancam Posisinya: Timnya Belum Optimal dalam 2 Pekan Awal

·Bacaan 4 menit

Bola.com, Jakarta - Sudah dua pekan BRI Liga 1 2021/2022 digelar. Sejauh ini hanya ada dua tim yang berhasil menyapu bersih dua kemenangan, sementara beberapa tim, termasuk unggulan, justru tertahan dan belum meraih kemenangan. Seberapa lama pelatihnya akan dipertahankan?

Persib Bandung dan Bali United sejauh ini menjadi tim yang sukses meraih kemenangan sempurna dalam dua pekan pertama BRI Liga 1 2021/2022.

Namun, tren positif tersebut bakal terhenti pada pekan ketiga, setidaknya untuk satu di antara kedua tim tersebut karena Bali United dan Persib berhadapan pada akhir pekan nanti.

Sementara itu, sejumlah tim yang memiliki tradisi menjadi pemenang dan bisa bersaing, justru kesulitan pada dua pekan awal. Contoh nyatanya adalah Persipura Jayapura yang kini berada di dasar klasemen tanpa poin setelah menjalani dua pertandingan pertama dengan akhir kekalahan.

Selain itu, ada pula PSM Makassar, Persija Jakarta, dan Arema FC yang belum meraih kemenangan dalam dua pertandingan pertama, tapi juga belum mengalami kekalahan. Hasil imbang dalam dua laga menjadi hasil yang harus diterima tim-tim tersebut.

Pencapaian tim yang dalam dua laga awal gagal tampil maksimal tentu memengaruhi posisi kepelatihan yang bisa saja terancam. Menarik untuk dilihat siapa saja pelatih yang sudah mulai terancam posisinya walau BRI Liga 1 2021/2022 baru berjalan dua menit.

Jacksen Tiago

Pelatih Persipura Jayapura, Jacksen F. Tiago saat laga pekan pertama BRI Liga 1 2021/2022 melawan Persita Tangerang di Stadion Pakansari, Bogor, Sabtu (28/08/2021). Persipura kalah 1-2. (Bola.com/Bagaskara Lazuardi)
Pelatih Persipura Jayapura, Jacksen F. Tiago saat laga pekan pertama BRI Liga 1 2021/2022 melawan Persita Tangerang di Stadion Pakansari, Bogor, Sabtu (28/08/2021). Persipura kalah 1-2. (Bola.com/Bagaskara Lazuardi)

Dua kali bertanding, dua kali kalah menjadi awal yang buruk bagi Persipura Jayapura. Masih belum bisa memainkan dua pemain asing, plus satu pemain asing yang belum bergabung, menjadi satu di antara faktor penyebab tim berjulukan Mutiara Hitam itu sulit bersaing.

Apalagi sebelum BRI Liga 1 2021/2022 dimulai, Persipura mendepak dua pemain senior yang sudah lama mengabdi bersama klub, Boaz Solossa dan Yustinus Pae.

Namun, apa pun faktor penyebabnya, penanggung jawab tim tetaplah seorang pelatih. Jacksen Tiago pun berada di kursi panas saat ini.

Mutiara Hitam kalah 1-2 dari Persita Tangerang pada pekan pertama yang kemudian berlanjut dengan kekalahan 0-1 saat menghadapi Persela Lamongan pada pekan selanjutnya.

Kini Persipura berada di dasar klasemen. Jika tidak segera bangkit mendapatkan kemenangan, bukan tidak mungkin Jacksen Tiago akan jadi pelatih perama yang terdepak dari kursi kepelatihannya di BRI Liga 1 2021/2022.

Djadjang Nurdjaman

Pelatih Barito Putra, Djadjang Nurdjaman, saat melawan Persija Jakarta pada laga Liga 1 2019 di Stadion Patriot, Bekasi, Senin (23/9/2019). Persija menang 1-0 atas Barito Putra. (Bola.com/M Iqbal Ichsan)
Pelatih Barito Putra, Djadjang Nurdjaman, saat melawan Persija Jakarta pada laga Liga 1 2019 di Stadion Patriot, Bekasi, Senin (23/9/2019). Persija menang 1-0 atas Barito Putra. (Bola.com/M Iqbal Ichsan)

Barito Putera memang mendapatkan jadwal yang tidak bersahabat pada awal kompetisi BRI Liga 1 2021/2022. Persib Bandung dan Bali United yang kini mengoleksi kemenangan sempurna adalah dua tim yang harus dihadapi Laskar Antasari pada dua pekan awal.

Pada pekan pertama BRI Liga 1 2021/2022, Barito Putera kalah 0-1 dari Persib karena gol tendangan bebas Marc Klok. Sementara pada pekan kedua, tim asuhan Djadjang Nurdjaman itu kalah 1-2 dari Bali United.

Dua kekalahan tersebut juga membuat Barito Putera terdampar di papan bawah, bahkan di zona degradasi. Tepatnya berada di peringkat ke-17, Barito Putera perlu segera menemukan kemenangan agar bisa merangkak naik dan meninggalkan zona bahaya.

Hal ini yang membuat Djadjang Nurdjaman perlu bekerja keras memperbaiki performa dan hasil yang didapatkan Barito Putera. Jika tidak segera menemukan kemenangan, pelatih yang karib disapa Djanur itu bisa saja kehilangan posisinya.

Igor Kriushenko

Pelatih Persikabo 1973, Igor Kriushenko. (Bola.com/Muhammad Iqbal Ichsan)
Pelatih Persikabo 1973, Igor Kriushenko. (Bola.com/Muhammad Iqbal Ichsan)

Hasil yang diterima Persikabo 1973 dalam dua pekan awal BRI Liga 1 2021/2022 juga tidak memuaskan. Tim asuhan Igor Kriushenko itu bermain imbang 1-1 dengan Madura United pada laga pekan pertama dan kalah 1-3 dari Persebaya Surabaya pada pekan selanjutnya.

Hanya memiliki satu poin membuat Persikabo 1973 berada di peringkat ke-16 dalam klasemen sementara BRI Liga 1. Kondisi ini tentu membuat Igor Kriushenko juga tidak nyaman di posisinya saat ini.

Dengan materi pemain yang tidak banyak berubah dari musim lalu, seharusnya pelatih asal Belarusia itu mampu memberikan hasil yang lebih baik pada awal musim ini.

Setidaknya pembuktian harus diperlihatkan pada pekan ketiga, di mana Persikabo 1973 menghadapi Persik Kediri. Bukan tidak mungkin kemenangan yang akan membuat manajemen klub mempercayai Igor Kriushenko.

Dejan Antonic

Pelatih PSS Sleman, Dejan Antonic mengamati timnya bermain menghadapi Madura United dalam laga Grup C Piala Menpora 2021 di Stadion Si Jalak Harupat, Bandung, Selasa (23/3/2021). PSS Sleman kalah 1-2 dari Madura United. (Bola.com/M Iqbal Ichsan)
Pelatih PSS Sleman, Dejan Antonic mengamati timnya bermain menghadapi Madura United dalam laga Grup C Piala Menpora 2021 di Stadion Si Jalak Harupat, Bandung, Selasa (23/3/2021). PSS Sleman kalah 1-2 dari Madura United. (Bola.com/M Iqbal Ichsan)

Mengawali kompetisi BRI Liga 1 2021/2022 dengan hasil imbang 1-1 saat menghadapi Persija Jakarta sebenarnya merupakan awal yang cukup bagus bagi PSS Sleman. Apalagi mereka lebih dulu kebobolan dan akhirnya bangkit dan menyamakan kedudukan.

Sayangnya, pada pekan kedua PSS justru kalah. Tim asuhan Dejan Antonic itu kalah 2-3 dari Persiraja Banda Aceh. Hasil itu membuat PSS kini berada di papan bawah dan menghuni peringkat ke-15.

Pelatih Dejan Antonic harus mengevaluasi tim, terutama mencari penyebab kekalahan dari Persiraja yang berstatus tim promosi.

Dejan Antonic juga dituntut jangan sampai terpeleset pada pekan ketiga ketika menghadapi Arema FC. Jika mendapatkan hasil minor lagi, bukan tidak mungkin pelatih asal Serbia itu terdepak.

Angelo Alessio

Pelatih Persija Jakarta, Angelo Alessio saat melawan PSIS Semarang dalam laga pekan kedua BRI Liga 1 2021/2022 di Indomilk Arena, Tangerang, Minggu (12/9/2021). Kedua tim bermain imbang 2-2. (Foto: Bola.Com/M. Iqbal Ichsan)
Pelatih Persija Jakarta, Angelo Alessio saat melawan PSIS Semarang dalam laga pekan kedua BRI Liga 1 2021/2022 di Indomilk Arena, Tangerang, Minggu (12/9/2021). Kedua tim bermain imbang 2-2. (Foto: Bola.Com/M. Iqbal Ichsan)

Harapan besar Persija Jakarta ditaruh di pundak Angelo Alessio yang merupakan mantan asisten Antonio Conte di Juventus, Timnas Italia, hingga Chelsea.

Namun, ternyata dalam dua pertandingan pertama Persija Jakarta di BRI Liga 1 2021/2022, Macan Kemayoran hanya mampu meraih dua hasil imbang.

Pada pekan pertama, Persija bermain imbang 1-1 dengan PSS Sleman. Kemudian pada pekan kedua, Persija yang sempat unggul dua gol lebih dulu, akhirnya harus puas dengan raihan satu poin setelah bermain imbang 2-2 dengan PSIS Semarang.

Angelo Alessio harus segera menghadirkan kemenangan agar posisinya tetap aman di Persija. Jika kembali gagal menang hingga laga pekan ketiga, di mana Macan Kemayoran menghadapi juru kunci sementara, Persipura Jayapura, peringkat Persija bisa makin melorot dari posisi sekarang yang berada di peringkat ke-14.

Sumber: Bola.net (Fitri Apriani/Gia Yuda Pradana, published 15/9/2021)

Persaingan di BRI Liga 1 2021/2022

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel