5 Pelatih Lawan yang Memuji Cristiano Ronaldo Setinggi Langit: Jurgen Klopp Melabelinya Pemain Sempurna

·Bacaan 4 menit

Bola.com, Jakarta - Sepanjang lebih dari dua dekade terakhir sepak bola dunia tersihir oleh kehadiran dua bintang hebat, Cristiano Ronaldo dan Lionel Messi. Sulit dibantah, keduanya bisa disebut sebagai pemain terbaik dunia.

Berbicara tentang Cristiano Ronaldo, sang pemain telah bertualang di berbagai liga. Dia pernah bermain di Sporting Lisbon, Manchester United, Real Madrid, Juventus, dan kini kembali ke MU.

Pemain berusia 36 tahun tersebut mengoleksi lima gelar Ballon d'Or dan dua kali merebut titel FIFA Best Men's Player of the Year. Cristiano Ronaldo adalah pemain dengan penampilan dan gol terbanyak dalam sejarah Liga Champions, memenangkan kompetisi bergengsi itu lima kali

Ronaldo juga bersinar bersama Portugal. Didapuk sebagai kapten sejak 2008, dia mengantar Portugal menjuarai Euro 2016 dan UEFA Nations League 2019.

Banyak manajer, mantan pesepak bola, dan analis menyebut Cristiano Ronaldo sebagai pesepak bola terhebat yang pernah ada. Berikut adalah lima pelatih tim lawan yang secara terbuka memujinya di masa lalu, seperti dikutip dari Sportkeeda, Kamis (25/11/2021).

5. Ernesto Valverde

Ernesto Valverde. Ia mulai menangani Barcelona pada Mei 2017 usai menggantikan posisi Luis Enrique. Meski mampu meraih 2 gelar LaLiga, 1 trofi Copa del Rey dan 1 Piala Super Spanyol, ia dipecat Januari 2020 usai kalah dari Atletico Madrid dalam semifinal Piala Super Spanyol. (AFP/Pau Barrena)
Ernesto Valverde. Ia mulai menangani Barcelona pada Mei 2017 usai menggantikan posisi Luis Enrique. Meski mampu meraih 2 gelar LaLiga, 1 trofi Copa del Rey dan 1 Piala Super Spanyol, ia dipecat Januari 2020 usai kalah dari Atletico Madrid dalam semifinal Piala Super Spanyol. (AFP/Pau Barrena)

Mantan manajer FC Barcelona dan Athletic Bilbao, Ernesto Valverde, adalah salah satu manajer asal Spanyol yang dihormati. Pada musim 2018/2019, Valverde memimpin Barcelona meraih gelar liga. Dia juga mengakhiri penantian 31 tahun Athletic Bilbao untuk meraih trofi pada 2015 ketika timnya mengalahkan Barcelona di Supercopa De Espana.

Valverde telah menghadapi Cristiano Ronaldo berkali-kali di Spanyol bersama Athletic Bilbao dan Barcelona. Pertandingan pertamanya untuk Barcelona datang di Supercopa melawan Real Madrid, ketika Cristiano Ronaldo mencetak gol yang mendorong Los Blancos merebut trofi.

Valverde adalah pelatih yang sangat menghormati Cristiano Ronaldo menyusul pencapaiannya di sepak bola.

“Dia bisa mencetak tiga atau empat gol di setiap pertandingan. Dia selalu lapar untuk mencetak gol. Saya tidak melihat banyak pasang surut dalam dirinya," kata Valverde.

"Mereka yang lebih dekat dengannya dapat memiliki pendapat lain. Tetapi ketika kami menghadapinya selalu ada bahaya di setiap permainannya," imbuh Valverde.

4. Mauricio Pochettino

Kemenangan ini mengantarkan PSG ke puncak klasemen sementara Liga Prancis. Skuad asuhan Mauricio Pochettino mengemas enam poin dari dua laga. (Foto/AP/Francois Mori)
Kemenangan ini mengantarkan PSG ke puncak klasemen sementara Liga Prancis. Skuad asuhan Mauricio Pochettino mengemas enam poin dari dua laga. (Foto/AP/Francois Mori)

Pelatih PSG, Mauricio Pochettino, belakangan santer dikaitkan sebagai calon pengganti Ole Gunnar Solskjaer di Manchester United. Jika benar-benar merapat ke Old Trafford, dia akan bertugas menangani Ronaldo, pemain yang dikaguminya.

Dia mungkin juga akan menjadi pelatih pertama yang pernah menangani Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo.

Pochettino memimpin Tottenham Hotspur dalam dua pertandingan melawan tim Real Madrid yang diperkuat Cristiano Ronaldo di Liga Champions 2017/2018. Ronaldo mencetak gol di kedua leg pertemuan penyisihan grup saat Real Madrid kalah satu kali dan seri di pertandingan lainnya.

Sebelum pertemuan mereka pada 2017, Pochettino berbicara kepada media tentang profesionalisme dan kualitas Ronaldo.

"Dia adalah seorang fenomena. Dia dianugerahi sebagai yang terbaik dan kenyataannya dia layak mendapatkannya. Selain kualitasnya sebagai seorang profesional, dia adalah contoh," kata Pochettino.

3. Diego Simeone

Diego Simeone. Ia mulai melatih pada 2006 di Argentina. Ia dilatih Roberto Mancini pada 2002 hingga 2003 saat di Lazio dan tampil dalam 35 laga dengan torehan 7 gol. Ia mulai menangani klub Eropa mulai 2011 dan kini telah 1 dekade bersama Atletico Madrid. (Foto: AFP/Gabriel Bouys)
Diego Simeone. Ia mulai melatih pada 2006 di Argentina. Ia dilatih Roberto Mancini pada 2002 hingga 2003 saat di Lazio dan tampil dalam 35 laga dengan torehan 7 gol. Ia mulai menangani klub Eropa mulai 2011 dan kini telah 1 dekade bersama Atletico Madrid. (Foto: AFP/Gabriel Bouys)

Tidak ada pelatih yang diteror oleh Cristiano Ronaldo seperti Diego Simeone. Pelatih Atletico Madrid itu adalah salah satu manajer yang paling sial di dunia karena harus menghadapi Cristiano Ronaldo di panggung terbesar terlalu sering.

Simeone harus melihat Atletico Madrid kebobolan empat hat-trick hanya dari Cristiano Ronaldo. Pemain Portugal itu total mencetak 17 gol ke gawang mereka. Ronaldo membobol gawang Atletico di final Liga Champions 2013/2014 dan juga mencetak gol kemenangan lewat adu penalti di musim 2015/2016.

Gol terakhir Ronaldo melawan tim besutan Simeone terjadi pada musim 2018/2019 untuk Juventus. Saat itu ia mencetak hattrick pada leg kedua untuk membalikkan defisit 0-2 pada leg pertama.

Simeone vokal memuji Ronaldo, menyebutnya sebagai salah satu pemain paling menentukan dalam sejarah saat memberikan wawancara dengan Marca.

“Apa yang saya pertimbangkan adalah bahwa dalam tim dengan solusi yang lebih sedikit, Ronaldo lebih cocok karena dia memberikan banyak solusi," kata Simeone.

"Kita berbicara tentang margin yang sangat bagus tentang bagaimana sebuah tim bermain. Cristiano dapat menentukan pertandingan dengan cara yang berbeda, dia tidak membutuhkan sepuluh serangan. Dia mencetak dua sundulan melawan kami dan kami tersingkir," imbuhnya.

2. Jurgen Klopp

Pelatih Liverpool, Jurgen Klopp melarang seluruh pemainnya untuk menyentuh logo klub yang terletak di Stadion Anfield, walaupun itu merupakan ritual yang sakral bagi pemain. Namun aturan itu boleh dilanggar setelah Liverpool berhasil menyabet gelar juara. (Foto: AFP/Paul Ellis)
Pelatih Liverpool, Jurgen Klopp melarang seluruh pemainnya untuk menyentuh logo klub yang terletak di Stadion Anfield, walaupun itu merupakan ritual yang sakral bagi pemain. Namun aturan itu boleh dilanggar setelah Liverpool berhasil menyabet gelar juara. (Foto: AFP/Paul Ellis)

Manajer Liverpool, Jurgen Klopp, adalah salah satu yang menjadi fan Cristiano Ronaldo. Pelatih asal Jerman itu pernah menghadapi Ronaldo ketika menangani Borussia Dortmund dan Liverpool di Liga Champions. Yang terbaru, dia juga berjumpa dengan Ronaldo di Premier League.

Klopp menyebut Cristiano Ronaldo sebagai spesimen sepak bola yang sempurna ketika berbicara di saluran YouTube Jerman Freekickerz.

"Jika Anda bisa melukis diri Anda sebagai pemain yang sempurna, itu akan menunjukkan sosok Ronaldo. Dia bisa melompat dan berlari setinggi atau secepat yang bisa dilakukan Ronaldo," kata Klopp.

"Apa yang kemudian ditambahkan adalah totalitasnya - sempurna dan profesional, tidak bisa lebih baik lagi," imbuhnya.

1. Pep Guardiola

Manajer Manchester City, Pep Guardiola. (STEVEN PASTON / POOL / AFP)
Manajer Manchester City, Pep Guardiola. (STEVEN PASTON / POOL / AFP)

Manajer Manchester City Pep Guardiola telah menghadapi Cristiano Ronaldo di semua klub yang pernah dia tangani dalam karier manajerialnya. Pelatih asal Spanyol itu kerap dianggap sebagai manajer terbaik di generasinya, dan telah memenangkan trofi di mana pun dia bekerja.

Tim Barcelona yang dibesutnya mengalahkan Cristiano Ronaldo dan Manchester United di final Liga Champions 2009 untuk mengklaim mahkota Eropa pertamanya. Ronaldo melakukan balas dendam dengan mengalahkan Guardiola saat menangani Bayern Munchen.

"Dia akan berusia 75 tahun, mungkin sudah pensiun, tetapi dia akan bermain sendiri dan akan mencetak gol," kata Guardiola.

"Dia akan mencetak gol sepanjang hidupnya. Orang-orang seperti [Lionel] Messi, seperti dia, apa yang mereka lakukan telah dilakukan dalam dekade terakhir di dunia sepak bola, mencetak gol dan gol dan gol dan membantu tim mereka menang, menunjukkan siapa dirinya," imbuh Guardiola.

Sumber: Sportkeeda

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel