5 Pelatih Paling Jempolan di Era Premier League: Pep Guardiola dan Jurgen Klopp Bisa Sejajar Sir Alex Ferguson?

Bola.com, Jakarta - Banyak manajer tim sepak bola terbaik di dunia yang telah memberi warna yang luar biasa di Premier League. Musim 2022/2023 bahkan bisa menjadi sebuah musim dengan begitu banyak talenta hebat di posisi manajerial.

Mulai dari Pep Guardiola yang menangani Manchester City hingga Steve Cooper yang membawa Nottingham Forest promosi, menjadi dua contoh bahwa Premier League musim depan akan diwarnai 20 manajer tim yang berbakat.

Namun, dalam sejarah perjalanan sepak bola Inggris di era Premier League, sudah muncul begitu banyak manajer-manajer hebat yang mampu membawa timnya mendominasi kasta tertinggi sepak bola Inggris itu.

Kali ini, seperti dilansir dari Sportskeeda, ada lima pelatih yang bisa dianggap menjadi yang terbaik dari yang terbaik sepanjang era Premier League. Siapa saja mereka?

5. Jurgen Klopp

Pelatih Liverpool, Jurgen Klopp, mengangkat trofi juara Premier league 2019-2020 di Stadion Anfield, Kamis (23/7/2020) dini hari WIB. Prosesi angkat trofi juara ini dilakukan usai pertandingan Liverpool melawan Chelsea. (AFP/Phil Noble/pool)
Pelatih Liverpool, Jurgen Klopp, mengangkat trofi juara Premier league 2019-2020 di Stadion Anfield, Kamis (23/7/2020) dini hari WIB. Prosesi angkat trofi juara ini dilakukan usai pertandingan Liverpool melawan Chelsea. (AFP/Phil Noble/pool)

Jurgen Klopp bergabung bersama Liverpool pada Oktober 2015 setelah pemecatan terhadap Brendan Rodgers. Dalam tujuh musim secara berturut-turut hingga saat ini, manajer asal Jerman ini membawa Liverpool finis di posisi kedelapan, keempat, keempat, kedua, pertama, ketiga, dan kedua di Premier League.

Jurgen Klopp tercatat membawa Liverpool meraih trofi Liga Champions, Piala FA, Carabao Cup, Piala Super Eropa, dan Piala Dunia Antarklub. Ia menjadi pelatih pertama Liverpool yang berhasil memenangkan semua kompetisi tersebut.

Tidak perlu diragukan lagi, Klopp merupakan pelatih yang luar biasa. Namun, musim ini Liverpool gagal memenangkan persaingan juara Premier League, tertinggal satu poin di belakang sang juara Manchester City.

Bahkan Liverpool gagal meraih trofi Liga Champions karena kalah 0-1 dari Real Madrid di pertandingan final. Klopp tentu butuh lebih banyak trofi juara untuk mengangkat namanya lebih tinggi dalam daftar ini.

4. Jose Mourinho

Reaksi Jose Mourinho saat mencium medali di depan trofi juara Premier League 2014/2015, di Stadion Stamford Bridge (24/5/2015). Mourinho harus merasakan diberhentikan Chelsea untuk kali kedua setelah membawa timnya berada di peringkat 16 Premiership 2015-
Reaksi Jose Mourinho saat mencium medali di depan trofi juara Premier League 2014/2015, di Stadion Stamford Bridge (24/5/2015). Mourinho harus merasakan diberhentikan Chelsea untuk kali kedua setelah membawa timnya berada di peringkat 16 Premiership 2015-

Jose Mourinho pernah meraih dua periode menjadi juara bersama Chelsea, di mana manajer asal Portugal itu tercatat membawa The Blues tiga kali menjadi juara Premier League.

Ia juga sempat menghabiskan beberapa musim di Manchester United dan Tottenham Hotspur. Klub terakhir menjadi satu-satunya yang gagal meraih trofi ketika ditangani oleh Mourinho.

Bersama Chelsea dan Manchester United, jika digabungkan, Mourinho juga pernah meraih sebuah trofi Piala FA, empat kali menjadi juara Piala Liga yang kini bernama Carabao Cup, dan satu kali menjadi Liga Europa. Kehadiran Mourinho membawa Chelsea berhasil memecahkan dominasi MU dan Arsenal pada awal 2000-an.

Namun, satu hal yang menarik, Mourinho juga dipecat dari ketiga klub yang ditanganinya. Chelsea asuhannya juga memiliki rekor kebobolan paling sedikit di Premier League, yaitu 15 gol saja ketika menjadi juara pada musim 2004/2005.

3. Arsene Wenger

Arsene Wenger berhasil membawa Arsenal meraih tiga trofi juara Premier League, yakni musim 1997-1998, 2001-2002, dan 2003-2004. (AFP/Martin Hayhow)
Arsene Wenger berhasil membawa Arsenal meraih tiga trofi juara Premier League, yakni musim 1997-1998, 2001-2002, dan 2003-2004. (AFP/Martin Hayhow)

Arsene Wenger menghabiskan 22 tahun di Arsenal, membawa timnya tiga kali menjadi juara liga dan tujuh kali menjuarai Piala FA. Arsene Wenger secara konsisten membawa Arsenal terus berada di posisi empat besar, di mana hari ini bukan garansi bagi tim terbaik mana pun.

Wenger, seperti halnya Mourinho, melakukan revolusi di Premier League. Ia mungkin menjadi manajer pertama yang menaruh perhatian untuk nutrisi dan kebugaran yang memberikan dampak sangat positif kepada para pemain selama satu musim.

Gaya permainan sepak bola Arsene Wenger sangat enak disaksikan dan pernah tampil tanpa terkalahkan dalam satu musim, yaitu pada 2003/2004, di mana The Gunners menjadi juara. Sampai saat ini tak ada tim mana pun yang bisa melakukan hal serupa di Premier League.

Wenger kemudian dituntut oleh suporter Arsenal yang lelah karena tim kesayangannya hanya finis di posisi empat besar dan ingin menjuarai Premier League lagi. Wenger pun akhirnya meninggalkan klub setelah musim 2017/2018.

2. Pep Guardiola

Pelatih Manchester City, Pep Guardiola, saat melakukan parade juara Premier League di Manchester, Senin (14/5/2018). The Citizens menjadi tim terbaik dengan raihan 100 poin. (AP/Richard Sellers)
Pelatih Manchester City, Pep Guardiola, saat melakukan parade juara Premier League di Manchester, Senin (14/5/2018). The Citizens menjadi tim terbaik dengan raihan 100 poin. (AP/Richard Sellers)

Pep Guardiola direkrut oleh Man City pada 2016. Sejak saat itu, ia telah memenangi 4 trofi Premier League, 1 trofi Piala FA, dan 4 gelar Piala Liga atau yang kini bernama Carabao Cup.

Manajer tim asal Spanyol ini mendominasi Premier League, konsisten mencapai 90 poin lebih dan mencapai 100 poin saat musim 2017/2018.

Man City asuhan Guardiola memang menerima investasi besar dari pemilik klub dan ia mampu memaksimalkan investasi itu dengan sangat brilian, menjuarai empat Premier League dalam lima musim.

Setelah mendatangkan Erling Haaland ke City untuk musim depan, tidak terlihat bahwa City akan lebih santai. Dengan kehadiran manajer seperti Guardiola, Man City diharapkan bisa memenangi lebih banyak trofi.

1. Sir Alex Ferguson

Pelatih Manchester United, Sir Alex Ferguson, mengangkat trofi Premier League di Stadion Old Trafford (12/5/2013). Pertandingan tersebut sekaligus menjadi momen perpisahan Sir Alex Ferguson bersama Setan Merah. (AFP/Andrew Yates)
Pelatih Manchester United, Sir Alex Ferguson, mengangkat trofi Premier League di Stadion Old Trafford (12/5/2013). Pertandingan tersebut sekaligus menjadi momen perpisahan Sir Alex Ferguson bersama Setan Merah. (AFP/Andrew Yates)

Sir Alex Ferguson dianggap sebagai manajer terhebat dalam sejarah Premier League. Manajer asal Skotlandia itu menghabiskan 27 tahun bersama Manchester United (MU), memenangkan sebuah rekor 13 kali juara Premier League, 5 trofi Piala FA, dan empat trofi Piala Liga yang kini bernama Carabao Cup.

Selain trofi-trofi domestik Inggris itu, Sir Alex Ferguson juga membawa MU meraih dua trofi Liga Champions, satu trofi Piala Super Eropa, dan satu Piala Dunia Antarklub.

Ferguson menjadi satu-satunya manajer tim yang pernah memenangi treble untuk tim Inggris, di mana itu dicapainya bersama MU pada musim 1998/1999. Treble yang diraihnya adalah meraih gelar juara Premier League, trofi Piala FA, dan trofi Liga Champions pada musim yang sama.

MU kemudian seperti kehilangan arah setelah Ferguson pensiun pada 2013 dan mereka gagal memenangi gelar juara sejak saat itu. Sosok Ferguson untuk membawa MU menjadi juara belum tergantikan, belum ada yang benar-benar bisa menyamainya.

Sumber: Sportskeeda

Persaingan Terakhir Premier League 2021/2022

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel