5 Pelatih Top yang Beradu Racik Strategi di Sepak Bola SEA Games 2019

Jakarta Sepak bola selalu menjadi cabor yang paling menarik di perhelatan SEA Games, meski hanya memperebutkan satu emas. Satu medali emas bernilai sangat prestise sehingga setiap tim begitu ngotot untuk mengejar ini.

Cabang olahraga sepak bola akan digelar pada 26 November sampai 10 Desember 2019. Pertandingan sepak bola digelar di tiga stadion yakin Rizal Memorial, Binan, dan Imus.

Terdapat dua grup yang akan bersaing dalam perburuan medali emas SEA Games. Grup A dihuni tuan rumah Filipina yang bakal bersaing dengan Malaysia, Myanmar, Kamboja, dan Timor Leste.

Sementara itu, Grup B bisa dikatakan sebagai Grup Neraka. Grup ini dihuni Timnas Indonesia U-22 yang akan menghadapi Thailand, Vietna, Singapura, Laos, dan Brunei Darussalam.

Bicara prestasi, Thailand masih menjadi negara dengan pengoleksi medali emas terbanyak dari sepak bola dengan total 16 medali. Kemudian ada Malaysia dengan koleksi 6 medali emas dan Myanmad dengan raihan 5 emas.

Sementara itu, Indonesia baru meraih dua medali emas. Adapun Singapura dan Laos sama sekali belum pernah menjadi juara pada pesta olahraga dua tahunan tersebut.

Perburuan medali emas pada SEA Games edisi ke-30 sepanjang sejarah ini diprediksi akan berlangsung ketat. Hal itu bisa dipastikan karena masing-masing peserta diasuh pelatih berkualitas dan sarat pengalaman.

Berikut ini 5 pelatih jempolan yang bakal beradu strategi dalam perburuan medali emas SEA Games 2019 versi Bola.com:

Indra Sjafri (Timnas Indonesia U-22)

Pelatih Timnas Indonesia U-23, Indra Sjafri, saat latihan jelang SEA Games 2019 di Lapangan ABC, Senayan, Jakarta, Kamis (3/10). Latihan kali ini Timnas fokus dalam memperbaiki taktik dalam bertahan. (Bola.com/M Iqbal Ichsan)

Timnas Indonesia U-22 menaruh harapan tinggi pada Indra Sjafri untuk bisa mengakhiri puasa medali emas di SEA Games 2019. Pelatih 56 tahun itu sebelumnya lebih sering menukangi Timnas U-19.

Namun, pada Desember 2018 Indra Sjafri dipromosikan ke Timnas Indonesia U-22. Pada Februari 2019, Indra Sjafri langsung membuktikan kualitasnya dengan mengantarkan Osvaldo Haay dkk meraih gelar Piala AFF U-22 2019.

Sayangnya, pada Maret 2019 Indra Sjafri gagal membawa Timnas Indonesia lolos ke Piala AFC U-23 2020. Jadi, ini bisa menjadi panggung pembuktian Indra Sjafri untuk mempersembahkan medali emas di SEA Games 2019 setelah 28 tahun.

Park Hang-seo (Timnas Vietnam)

Pelatih Timnas Vietnam U-23, Park Hang-seo. (Bola.com/Dok. VFF)

Park Hang-seo sejatinya merupakan pelatih timnas senior Vietnam. Namun, pada SEA Games 2019, pelatih asal Korea Selatan itu dipercaya untuk memimpin Vietnam U-22 meraih medali emas.

Kinerja Park Hang-seo tentu sudah tak perlu diragukan lagi. Pelatih yang kini berusia 60 tahun itu pernah menjadi asisten Guus Hiddink di Timnas Korea Selatan di Piala Dunia 2002.

Bersama timnas Vietnam senior, Park Hang-seo juga membuktikan kualitasnya. Di bawah asuhannya, Vietnam belum terkalahkan dalam empat laga Kualifikasi Piala Dunia 2022.

Akira Nishino (Timnas Thailand)

Pelatih Thailand, Akira Nishino, saat melawan Indonesia pada laga kualifikasi Piala Dunia 2022 di SUGBK, Jakarta, Selasa (10/9). Indonesia takluk 0-3 dari Thailand. (Bola.com/M Iqbal Ichsan)

Serupa dengan Park Hang-seo, Akira Nishino yang merupakan pelatih timnas Thailand senior juga akan turun memimpin timnas U-22. Kualitas pelatih asal Jepang itu pun tak kalah dengan Park Hang-seo.

Akira Nishino memoles Thailand kembali menjadi tim yang ditakuti di Asia. Pada Kualifikasi Piala Dunia 2022, Thailand di bawah asuhan Akira Nishino menjadi pemuncak klasemen sementara dengan mencatatkan delapan poin hasil dua kemenangan dan dua kali imbang.

Pengalaman dan kualitas yang dibawa Akira Nishino ke Timnas Thailand untuk SEA Games tentu menjadi modal berharga. Thailand berpeluang untuk mempertahankan medali emas SEA Games.

Fandi Ahmad (Timnas Singapura)

Pelatih Singapura, Fandi Ahmad, memberikan instruksi saat melawan Timnas Indonesia pada laga Piala AFF di Stadion Nasional, Singapura, Jumat (9/11). Singapura menang 1-0 atas Indonesia. (Bola.com/M. Iqbal Ichsan)

Fandi Ahmad akan memimpin Singapura di SEA Games 2019. Fandi Ahmad sudah tak asing lagi untuk level U-22 setelah menjadi pelatih pada edisi 2003-2006 dan 2017-2018.

Pada 2018, Fandi Ahmad sempat dipromosikan ke timnas Singapura senior. Sayang, kariernya di sana tak terlalu cemerlang sehingga federasi Singapura mengembalikannya lagi ke timnas U-22.

Ong Kim Swee (Timnas Malaysia)

Pelatih Timnas Malaysia, Ong Kim Swee (Foto: AFP)

Malaysia masih mengandalkan kualitas dari Ong Kim Swee pada SEA Games 2019. Pelatih berusia 48 tahun itu tercatat sebagai yang paling berpengalaman untuk level U-22.

Ong Kim Swee sudah dua edisi menukangi Malaysia U-22 yakni pada 2011-2015 dan 2017 sampai sekarang. Pencapaian terbaiknya adalah medali emas SEA Games 2011 dan perak pada edisi 2017. Ong Kim Swee juga pernah dua tahun menukangi Timnas Malaysia senior.

Disadur dari Bola.com (Zulfirdaus Harahap / Ario Yosia, published 15/11/2019)