5 Pelatih yang Kariernya di Ujung Tanduk, Termasuk Solskjaer hingga Koeman

·Bacaan 3 menit

Bola.com, Jakarta - Posisi Ole Gunnar Solskjaer dan Ronald Koeman sebagai pelatih saat ini berada di ujung tanduk. Solskjaer dan Koeman dianggap tak mampu mendongkrak penampilan tim asuhannya pada musim ini.

Pelatih kerap dijadikan kambing hitam atas performa buruk yang diraih timnya. Alhasil, mereka harus menebus dengan pekerjaannya.

Pada musim 2021/22 ini, ada beberapa pelatih yang sudah kehilangan pekerjaannya. Mereka harus angkat kaki dari klubnya masing-masing karena tak mampu meningkatkan performa timnya.

Satu di antara pelatih yang belum lama ini dipecat adalah Steve Bruce. Pria berusia 60 tahun tersebut didepak lantaran Newcastle berada di zona degradasi.

Sejauh ini ada sejumlah pelatih yang mendapat sorotan. Sebab, mereka sedang kesulitan mendapatkan hasil yang maksimal bersama timnya masing-masing.

Akibatnya, posisi mereka saat ini sedang berada dalam tekanan yang besar. Bukan, tidak mungkin para pelatih tersebut harus angkat kaki lebih cepat dari klubnya. Berikut ini lima pelatih yang sedang berada dalam tekanan.

Ole Gunnar Solskjaer

Anak asuh Ole Gunnar Solskjaer dibuat tak berkutik dan tak berdaya oleh Liverpool, bahkan sejak awal pertandingan. The Reds berhasil mengacak-acak pertahanan United dan tampil sangat superior. (AFP/Oli Scarff)
Anak asuh Ole Gunnar Solskjaer dibuat tak berkutik dan tak berdaya oleh Liverpool, bahkan sejak awal pertandingan. The Reds berhasil mengacak-acak pertahanan United dan tampil sangat superior. (AFP/Oli Scarff)

Ole Gunnar Solskjaer sekarang berada di bawah tekanan yang besar. Hal itu tidak terlepas dari hasil buruk yang diraih Manchester United belakangan ini.

Setan Merah baru saja dibantai Liverpool dengan skor 0-5 pada ajang Premier League. Itu menjadi kekalahan terburuk MU di Old Trafford dalam sejarah pertemuan melawan The Reds.

Hasil tersebut juga membuat MU cuma mampu menang tiga kali dalam sembilan pertandingan terakhir. Jika Setan Merah kembali meraih hasil yang buruk, bukan tidak mungkin Solskjaer bakal dipecat.

Jose Mourinho

Jose Mourinho. Sempat membawa AS Roma tampil menjanjikan di laga-laga awal, namun performa tim serigala justru menurun drastis di laga-laga terkini. Tidak pernah menang di tiga laga terakhir, bahkan harus kalah telak 1-6 dari Bodo Glimt di UEFA Conference League. (AFP/Vincenzo Pinto)
Jose Mourinho. Sempat membawa AS Roma tampil menjanjikan di laga-laga awal, namun performa tim serigala justru menurun drastis di laga-laga terkini. Tidak pernah menang di tiga laga terakhir, bahkan harus kalah telak 1-6 dari Bodo Glimt di UEFA Conference League. (AFP/Vincenzo Pinto)

Jose Mourinho kembali ke Italia pada musim 2021/2022. Pelatih asal Portugal tersebut memilih petualangan baru bersama AS Roma.

Sayangnya, performa Roma belakangan ini terlihat kurang baik. Tammy Abraham dan kolega tidak pernah menang dalam tiga pertandingan.

Roma bahkan kalah dengan skor telak 6-1 melawan Bodo/Glimt dalam laga UEFA Conference League. Kekalahan telak ini menjadi kekalahan terburuk dalam sepanjang karier Mourinho.

Ronald Koeman

Petaka Suarez di Camp Nou terjadi saat kedatangan Ronald Koeman di Barcelona. Pelatih Belanda itu tidak memasukkan mantan striker Liverpool itu ke dalam skema taktiknya.(AP/Alvaro Barrientos)
Petaka Suarez di Camp Nou terjadi saat kedatangan Ronald Koeman di Barcelona. Pelatih Belanda itu tidak memasukkan mantan striker Liverpool itu ke dalam skema taktiknya.(AP/Alvaro Barrientos)

Pada musim ini, performa Barcelona benar-benar sangat buruk. Ronald Koeman menjadi orang yang paling bertanggung jawab atas terpuruknya Barcelona sejauh ini.

Gerard Pique dan kolega baru saja menelan kekalahan dalam laga El Clasico melawan Real Madrid. Bermain di depan pendukungnya sendiri, mereka dipermalukan Los Blancos dengan skor 2-1.

Kekalahan tersebut membuat Barcelona terlempar di peringkat ke-9 klasemen La Liga. Mereka juga terseok-seok dalam ajang Liga Champions.

Rafael Benitez

Rafael Benitez. Dengan segudang pengalaman di Liga Inggris, ia dipercaya menangani Everton mulai musim ini. Nyatanya, semua berjalan tak sesuai harapan. The Toffees masih tampil angin-anginan. Terbaru, Everton takluk 2-5 dari Watford meski bermain di kandang sendiri. (AFP/Paul Ellis)
Rafael Benitez. Dengan segudang pengalaman di Liga Inggris, ia dipercaya menangani Everton mulai musim ini. Nyatanya, semua berjalan tak sesuai harapan. The Toffees masih tampil angin-anginan. Terbaru, Everton takluk 2-5 dari Watford meski bermain di kandang sendiri. (AFP/Paul Ellis)

Rafael Benitez diangkat menjadi manajer Everton pada musim ini. Mantan arsitek Liverpool tersebut diharapkan bisa memberikan prestasi kepada The Toffees.

Namun, Benitez belum mampu membuat para suporter Everton puas. Pasalnya, performa Richarlison dan kolega belum sesuai harapan.

Everton baru saja dipecundangi Watford dengan skor 5-2 di Goodison Park. Kekalahan tersebut membuat Everton terpuruk di peringkat ke-8 klasemen Premier League.

Marcelo Bielsa

Pelatih Leeds United, Marcelo Bielsa menyaksikan pemainnya bertanding melawan Crystal Palace pada pertandingan Liga Inggris di Stadion Elland Road, Inggris (9/2/2021). Kemenangan tersebut membuat Leeds United sukses menggusur Arsenal dari peringkat 10 (Stu Forster/Pool via AP)
Pelatih Leeds United, Marcelo Bielsa menyaksikan pemainnya bertanding melawan Crystal Palace pada pertandingan Liga Inggris di Stadion Elland Road, Inggris (9/2/2021). Kemenangan tersebut membuat Leeds United sukses menggusur Arsenal dari peringkat 10 (Stu Forster/Pool via AP)

Leeds United tampil bagus bersama Marcelo Bielsa pada musim lalu. Sebagai tim promosi, mereka mampu finis di peringkat ke-9.

Namun, performa Leeds pada musim ini sangat mengecewakan. Mereka hanya mampu meraih satu kemenangan dari sembilan pertandingan di Premier League.

Alhasil, Leeds sekarang terpuruk di peringkat ke-17 dan hanya berjarak tiga poin dari zona merah. Bielsa harus segera membenahi performa timnya kalau tidak ingin kehilangan pekerjaannya.

Sumber: Berbagai Sumber

Disadur dari: Bola.net (Aga Deta/Published: 26/10/2021)

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel