5 Pemain Asing Persib Bandung asal Argentina: Dari Pablo Frances sampai Esteban Vizcarra yang Sudah Jalani Naturalisasi

·Bacaan 4 menit

Bola.com, Bandung - Setiap musim berganti, Persib Bandung selalu mendatangkan pemain asing sejak ada regulasi dibolehkannya pemain non-Indonesia bermain di kompetisi sepak bola Tanah Air.

Tercatat mulai musim 2003 tim berjulukan Maung Bandung ini mulai mendatangkan pemain asing. Jika melihat ke belakang, beberapa pemain kelas dunia bahkan pernah didatangkan.

Seperti gelandang yang lama memperkuat Chelsea dan juga Timnas Ghana, Michael Essien. Dia sempat mencicipi kompetisi sepak bola Indonesia setelah direkrut Persib.

Eks pemain AC Milan dan Real Madrid itu bergabung ke Persib pada musim 2017 dan melesakkan lima gol dalam 29 kali penampilannya. Kala itu penampilannya Michael Essien sukses menyita perhatian lantaran nama besarnya.

Dari sekian banyak pemain asing yang direkrut, Persib pun cukup getol merekrut pemain-pemain asal Argentina. Setidaknya ada lima pemain asing asal negara Lionel Messi itu yang menjadi kekuatan Persib.

Yuk scroll ke bawah untuk mengetahuinya.

1. Pablo Frances

Sebelum ke Persib Bandung, pemain kelahiran Cordoba, Argentina, 29 September 1982 ini bersinar bersama Persijap Jepara pada musim 2008-2010. Dalam periode itu, ia mencetak 20 gol dari 50 kali penampilannya.

Kemampuannya sebagai striker membuat Persib kepincut. Ia pun didatangkan pada musim 2010-2011 sebagai tandem Christian Gonzales. Sayang, performa Pablo Frances tak sehebat di Persijap Jepara.

Dalam 13 kali penampilannya bersama Persib, ia hanya melesakkan dua gol. Akibatnya, Pablo Frances dipinjamkan ke Persikab Kabupaten Bandung pada pertengahan 2011.

Meski bisa tampil lebih baik di Persikab, di mana ia menyumbang empat gol dalam sembilan kali penampilannya, tapi itu tidak membuat Persib tertarik memperpanjang kontraknya. Jelang musim 2012, Persib pun memutus kontraknya.

2. Robertino Pugliara

Robertino Pugliara (kanan) dan Kim Jefrey Kurniawan. (Bola.com/Nicklas Hanoatubun)
Robertino Pugliara (kanan) dan Kim Jefrey Kurniawan. (Bola.com/Nicklas Hanoatubun)

Robertino Pugliara didatangkan ke Persib Bandung pada musim 2016. Pemain kelahiran Buenos Aires, Argentina, 21 Februari 1984 direkrut oleh Dejan Antonic untuk persiapan ISC 2016.

Sebelum ke Persib, pemain dengan posisi gelandang itu sempat bersinar di beberapa klub Indonesia seperti Persija Jakarta dan Persiba Balikpapan.

Namun, selama bersama Persib, ia hanya menyumbang dua gol dan tujuh assist. Ia terlibat dalam 31 pertandingan tapi hanya rutin masuk line-up pada putaran pertama.

Terlebih, Pugliara sempat mengalami cedera sehingga performanya menurun dan saat itu Djadjang Nurdjaman yang menggantikan Dejan Antonic mendatangkan Marcos Flores, sehingga Pugliara lebih banyak duduk di bangku cadangan.

Meski demikian, Robertino Pugliara tercatat membawa Maung Bandung finis ke peringkat lima besar di klasemen akhir ISC A 2016. Namun, ia tetap tidak diperpanjang kontraknya karena dinilai kontribusinya kurang memuaskan.

3. Marcos Flores

Marcos Flores saat membela Persib Bandung di Stadion Wibawa Mukti, Cikarang, Sabtu (1/10/2016). (Bola.com/Nicklas Hanoatubun)
Marcos Flores saat membela Persib Bandung di Stadion Wibawa Mukti, Cikarang, Sabtu (1/10/2016). (Bola.com/Nicklas Hanoatubun)

Marcos Flores didatangkan Persib Bandung pada paruh kedua ISC 2016 oleh Djadjang Nurdjaman, tepatnya pada 30 Agustus 2016. Pemain kelahiran Reconquista, Argentina, 23 Oktober 1985 itu menandatangani kontrak dengan durasi 4 bulan.

Sayang, performa Marcos Flores jauh dari harapan. Dari 13 laga, Marcos Flores hanya menyumbang satu gol dan satu assist. Bahkan, ia sempat terganggu dengan cedera yang dideritanya.

Marcos Flores sempat bangkit setelah cederanya pulih. Lini tengah Persib pun kembali hidup setelah Flores tampil cukup memukau jelang berakhirnya ISC 2016.

Namun, Persib tidak tertarik untuk memperpanjang kontrak Marcos Flores. Musim 2017, Marcos pun hijrah ke Bali United.

4. Jonathan Bauman

Striker Persib Bandung, Jonathan Bauman, saat melawan Arema FC pada laga Liga 1 di Stadion GBLA, Jawa Barat, Kamis (13/9/2018). Persib menang 2-0 atas Arema FC. (Bola.com/M Iqbal Ichsan)
Striker Persib Bandung, Jonathan Bauman, saat melawan Arema FC pada laga Liga 1 di Stadion GBLA, Jawa Barat, Kamis (13/9/2018). Persib menang 2-0 atas Arema FC. (Bola.com/M Iqbal Ichsan)

Jonathan Bauman datang ke Persib pada awal musim 2018. Pemain kelahiran Santa Fe, Argentina, 30 Maret 1991 ini didatangkan saat Persib ditangani pelatih asal Argentina, Mario Gomez.

Kedatangan sosok Bauman sebagai tandem Ezechiel N Douassel yang lebih dulu menjadi andalan lini depan Maung Bandung. Terbukti duet Bauman-Ezechiel menjadi lini depan yang cukup berbahaya.

Bahkan duet Bauman-Ezechiel menyumbang 29 gol dari total 52 gol yang dibukukan Persib pada Liga 1 2018. Bauman sendiri tampil sebanyak 26 kali dan mencetak 12 gol serta delapan assist.

Sayangnya, Jonathan Bauman terdepak dari Maung Bandung. Ia pun hijrah ke Kedah FA, Malaysia. Namun, musim 2020 ia ditarik kembali oleh Mario Gomez saat menangani Arema FC.

5. Esteban Vizcarra

Pemain naturalisasi milik Persib Bandung, Esteban Vizcarra. (Bola.com/Muhammad Faqih)
Pemain naturalisasi milik Persib Bandung, Esteban Vizcarra. (Bola.com/Muhammad Faqih)

Pemain naturalisasi kelahiran Belen de Escobar, Argentina, 11 April 1986 ini sempat mengikuti seleksi bersama Persib saat pelatihnya Daniel Darko Janackovic untuk persiapan ISC 2016

Namun, Daniel Darko Janackovic menilai Vizcarra tidak sesuai dengan harapannya sehingga ia gagal menjadi kekuatan Persib. Vizcarra baru bisa bergabung ke Persib pada awal musim Liga 1 2019 di bawah asuhan Miljan Radovic.

Ia pun tetap dipertahankan meski sudah berganti pelatih dari Radovic ke Robert Alberts. Bahkan pelatih asal Belanda itu tetap memberi kepercayaan kepada pemain bernomor punggung 10 di Persib ini.

Vizcarra merupakan pemain dengan posisi gelandang sayap dan kerap kali membuat pergerakan yang ciamik dengan skill individunya. Dia juga sangat cerdas dalam mengirimkan umpan kepada rekannya untuk mencetak gol.

Bahkan sebelum bergabung ke Persib, penampilan Vizcarra cukup menyita perhatian sepak bola Indonesia. Bersama Pelita Jaya ia melesakkan 6 gol dalam 30 kali penampilannya.

Dari Pelita Jaya, ia hijrah ke Semen Padang. Dalam 94 kali penampilannya bersama Semen Padang (2010-2015) telah menyumbang 26 gol.

Aksi memukau di Semen Padang membuat Arema FC tertarik merekrutnya. Tahun 2015-2017, Vizcarra pun menjadi pemain andalan Arema FC. Selama di Arema, ia menyumbang 14 gol dari 55 kali penampilannya.

Kemudian Vizcarra sempat memperkuat Sriwijaya FC pada musim 2018 dan menyumbang 11 gol dari 32 kali penampilannya. Musim 2019 harapannya untuk menjadi kekuatan Persib pun terwujud.

Sayang, dalam mengawali karirnya bersama Persib sempat dibekap cedera cukup lama hingga harus menjalani operasi dua kali. Beruntung cedera yang dialaminya berangsur pulih.

Bersama Persib, ia baru melesakkan tiga gol dalam 27 kali penampilanya. Meski demikian, pelatih dan manajemen pun tetap mempercayai Vizcarra. Sayang, terhentinya Liga 1 2020 hingga saat ini akibat pandemi COVID-19, membuat aksi Vizcarra bersama Persib harus tertunda.

Saksikan Video Pilihan Kami:

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel