5 Pemain Barcelona yang Bisa Menderita di Bawah Xavi

·Bacaan 4 menit

Liputan6.com, Barcelona - Barcelona telah menunjuk Xavi Hernandez sebagai pelatih. Legenda klub itu telah diperkenalkan di Camp Nou, Senin (8/11/2021).

Xavi Hernandez dikontrak Barcelona tiga tahun. Juru taktik berusia 41 tahun itu diharapkan dapat membawa masa kejayaan kembali ke Camp Nou.

Mantan pemain timnas Spanyol itu menggantikan Ronald Koeman yang didepak pada 28 Oktober lalu. Seperti Xavi, Koeman juga pernah bermain untuk Barcelona sebelum kembali ke Catalan sebagai pelatih.

Juru taktik asal Belanda itu menerapkan sistem sepak bola yang agak asing untuk Barcelona dalam beberapa tahun terakhir. Dia lebih menyukai pragmatisme daripada sepak bola menyerang.

Meski penyimpangan ini tidak dimulai oleh Koeman, itu pasti telah berakhir setidaknya untuk saat ini. Sebab,Xavi dikenal sebagai ahli tiki-taka.

Xavi memenangkan tujuh gelar dalam dua musim di Al Sadd menggunakan sistem yang sangat mirip dengan yang dia mainkan di bawah Pep Guardiola bersama Barcelona.

Koeman dan pelatih sebelumnya mendatangkan serta menggunakan pemain yang cocok dengan sistem mereka.Namun, beberapa pemain ini mungkin tidak cocok dengan rencana Xavi.

Berikut 5 pemain Barcelona yang bisa menderita di bawah Xavi seperti dikutip Sportskeeda.

5. Sergi Roberto

Sergi Roberto. Gelandang Spanyol berusia 29 tahun ini kini memasuki musim ke-9 bersama Barcelona. Ia adalah produk Akademi Barcelona yang mulai memperkuat tim senior pada musim 2013/2014. Total telah tampil dalam 306 laga di semua kompetisi dengan mencetak 11 gol. (Foto: AFP/Josep Lago)
Sergi Roberto. Gelandang Spanyol berusia 29 tahun ini kini memasuki musim ke-9 bersama Barcelona. Ia adalah produk Akademi Barcelona yang mulai memperkuat tim senior pada musim 2013/2014. Total telah tampil dalam 306 laga di semua kompetisi dengan mencetak 11 gol. (Foto: AFP/Josep Lago)

Salah satu dari empat kapten klub saat ini, Sergi Roberto, adalah lulus dari akademi La Masia yang terkenal. Ada harapan dia suatu hari menjadi maestro lini tengah dalam cetakan Xavi untuk Barcelona.

Pemain serba bisa itu menjadi bek kanan andalan Luis Enrique di Barcelona dan membuktikan dirinya cocok bermain di posisi tersebut. Roberto menjadi semacam jaring pengaman di bek kanan untuk pelatih Barcelona berikutnya, menjaga pertahanan dengan ketat tanpa melakukan terlalu banyak lini depan.

Tapi, sepak bola posisional modern akan membutuhkan bek sayap yang bisa membongkar pertahanan lawan. Posisi ini lebih cocok untuk Sergino Dest dan Oscar Mingueza.

Konversi Roberto menjadi full-back menghalanginya untuk berkembang sebagai gelandang. Ia akan berada di belakang gelandang lainnya jika dipertimbangkan untuk posisi itu sekarang.

Menit Roberto di Barcelona bakal dibatasi di bawah Xavi. Di usia 29, ia mungkin memutuskan untuk pindah. Selain itu, pemain Spanyol ini juga berada di tahun terakhir kontraknya di Camp Nou.

4. Philippe Coutinho

Penyerang Barcelona Philippe Coutinho terlihat lesu saat pemain Rayo Vallecano Radamel Falcao merayakan golnya dalam pertandingan La Liga Spanyol di Stadion Vallecas, Madrid, Kamis (28/10/2021) dini hari WIB. (AP Photo/Manu Fernandez)
Penyerang Barcelona Philippe Coutinho terlihat lesu saat pemain Rayo Vallecano Radamel Falcao merayakan golnya dalam pertandingan La Liga Spanyol di Stadion Vallecas, Madrid, Kamis (28/10/2021) dini hari WIB. (AP Photo/Manu Fernandez)

Didatangkan dari Liverpool dengan biaya 142 juta pound pada 2018, Philippe Coutinho gagal membuat kesan nyata di Barcelona. Musim terbaik pemain berusia 29 tahun tersebut datang saat menghabiskan satu musim dengan status pinjaman di Bayern Munchen, di mana ia memenangkan Liga Champions.

Coutinho sudah berjuang dengan cedera sejak pindah ke Barcelona. Gelandang Brasil ini gagal mendapatkan tempat awal di Camp Nou. Dia adalah pesepak bola yang dengan cepat menuju kepunahan.

Coutinho mengandalkan visinya, jangkauan umpan, dan kemampuan menembak untuk membuat perbedaan bagi tim, daripada dribbling atau kecepatannya. Dia sering bermain di sayap di bawah Ronald Koeman, tetapi bisa terlihat berada di tengah lapangan secara teratur.

Xavi akan membutuhkan winger out-and-out atau wide forward agar sistemnya bekerja. Ansu Fati, Ousmane Dembele, dan Memphis Depay kemungkinan akan menjadi opsi yang lebih disukai untuk Barcelona ke depan. Dengan begitu, akan membatasi waktu bermain Coutinho.

3. Martin Braithwaite

Penyerang Barcelona, Martin Braithwaite berselebrasi usai mencetak gol ke gawang Real Sociedad pada pertandingan La Liga Spanyol di stadion Camp Nou di Barcelona, Spanyol, Senin (16/8/2021). Braithwaite mencetak dua gol dan mengantar Barcelona menang atas Sociedad 4-2.  (AP Photo/Joan Monfort)
Penyerang Barcelona, Martin Braithwaite berselebrasi usai mencetak gol ke gawang Real Sociedad pada pertandingan La Liga Spanyol di stadion Camp Nou di Barcelona, Spanyol, Senin (16/8/2021). Braithwaite mencetak dua gol dan mengantar Barcelona menang atas Sociedad 4-2. (AP Photo/Joan Monfort)

Martin Braithwaite adalah pemain lain yang mungkin terpengaruh dengan penunjukan Xavi sebagai pelatih diBarcelona. Striker Denmark itu bukanlah pemain Barcelona yang ideal, dengan standar apapun.

Barcelona terpaksa beralih kepada Braithwaite karena keadaan darurat. Hal ini lantaran cederanya Ousmane Dembele pada Februari 2020.

Pemain berusia 30 tahun itu bermain di kasta kedua sepak bola Inggris bersama Middlesbrough pada 2018. Ia hampir tidak dikenal sebagai mesin gol di mana pun. Braithwaite adalah pesepak bola yang menarik, keuletan dan ketabahannya adalah dua atribut bagus dari permainannya.

Ketidakhadirannya karena cedera kemungkinan akan membuatnya sulit menikmati masa depan di bawah Xavi. Setiap kali kembali dari cedera, dia berada di belakang sejumlah pemain lainnya dan ini pasti akan berdampak pada tindakannya di klub.

2. Clement Lenglet

Clement Lenglet. Bek tengah ini didatangkan dari Sevilla pada awal 2018/2019 dengan ekspektasi jadi pilihan utama di lini belakang. Nyatanya ia sering dilanda cedera dan lebih banyak dicadangkan. Pada musim ini ia baru tampil 5 kali di semua ajang, kebanyakan dari bangku cadangan. (AFP/Pau Barrena)
Clement Lenglet. Bek tengah ini didatangkan dari Sevilla pada awal 2018/2019 dengan ekspektasi jadi pilihan utama di lini belakang. Nyatanya ia sering dilanda cedera dan lebih banyak dicadangkan. Pada musim ini ia baru tampil 5 kali di semua ajang, kebanyakan dari bangku cadangan. (AFP/Pau Barrena)

Clement Lenglet jarang tampil musim ini, hanya bermain 284 menit di semua kompetisi untuk Barcelona. Dia tidak disukai pelatih Ronald Koeman.

Juru taktik asal Belanda itu lebih memilih Eric Garcia di pertahanan sejak didatangkan dari Manchester City.Sepertinya situasi Lenglet tidak akan berubah setelah penunjukan Xavi sebagai pengganti Koeman.

Pemain berusia 26 tahun sudah terbukti rawan membuat kesalahan dalam penampilan terakhir untuk Barca. Sebelumnya, dia membuat sejumlah kesalahan mahal.

Ada laporan Barcelona mencoba melepas bek Prancis itu selama bursa transfer musim panas. Tapi, tidak bisa menemukan klub yang bersedia membayar upahnya.

Xavi akan menyukai bek dengan kemampuan bermain dari belakang. Dengan Garcia, Ronald Araujo, Gerard Pique, dan Oscar Mingueza semuanya dari La Masia, cukup mudah untuk mengetahui bek mana yang akan tampil lebih teratur untuk Barcelona di bawah Xavi.

1. Luuk de Jong

Luuk de Jong. Sriker asal Belanda berusia 31 tahun ini didatangkan dari Sevilla pada awal musim 2021/2022 ini atas permintaan Ronald Koeman. Berstatus pinjaman, performanya tampak biasa-biasa saja. Ia baru melakoni 9 laga di semua ajang dengan torehan 1 gol. (AFP/Lluis Gene)
Luuk de Jong. Sriker asal Belanda berusia 31 tahun ini didatangkan dari Sevilla pada awal musim 2021/2022 ini atas permintaan Ronald Koeman. Berstatus pinjaman, performanya tampak biasa-biasa saja. Ia baru melakoni 9 laga di semua ajang dengan torehan 1 gol. (AFP/Lluis Gene)

Striker Belanda Luuk de Jong adalah perekrutan mengejutkan Barcelona pada hari terakhir jendela transfer musim panas 2021. Pemain berusia 31 tahun itu didatangkan dengan status pinjaman oleh pendahulu Xavi, Ronald Koeman.

De Jong termasuk kategori serupa dengan Braithwaite dalam hal kualitas. Koeman menyetujui pembeliannya terutama karena kemampuannya di udara, dan bukan pemain yang ulung dengan bola di kakinya.

Xavi mungkin tidak menghargai pemain dengan keahlian seperti itu di Barcelona. Karena itu, di bawah pelatih berusia 41 itu diharapkan kesepakatan pinjaman De Jong tidak akan dibuat permanen.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel