5 Pemain Mahal Melintir tapi Bapuk yang Membuat Keuangan Barcelona Terpuruk

·Bacaan 4 menit

Bola.com, Jakarta - Beberapa musim terakhir, Barcelona telah membuang banyak uang dan dibuat pusing karena pemain yang didapat dengan harga sangat mahal gagal bersinar di Camp Nou.

Barcelona harus menderita krisis keuangan akut karena pola belanja pemain yang ambyar. The Catalan telah dikelola dengan buruk di semua lini. Mereka mampu meraup keuntungan besar melalui penjualan Neymar Jr. ke Paris Saint-Germain.

Tetapi alih-alih menginvestasikan uang itu dengan bijak, Barcelona membuat satu keputusan tergesa-gesa di jendela transfer dan berakhir dengan lebih banyak masalah. Klub sedang dalam kesulitan keuangan yang parah saat ini dan sebagian besar dikaitkan dengan pengeluaran gila-gilaan belanja pemain.

Josep Maria Bartomeu dan dewan direksi mengajukan pengunduran diri setelah hujan protes dari penggemar yang kecewa dengan kondisi yang dialami klub kesayangan mereka. Berikut ini deretan pemain yang digaet Barcelona dengan harga wah, namun gagal menunjukkan kinerja terbaiknya.

Arda Turan

Gelandang Barcelona Arda Turan menunjukkan raut muka kecewa saat laga melawan Malaga di Camp Nou, Barcelona, Sabtu (19/11/2016). (AFP/Lluis Gene)
Gelandang Barcelona Arda Turan menunjukkan raut muka kecewa saat laga melawan Malaga di Camp Nou, Barcelona, Sabtu (19/11/2016). (AFP/Lluis Gene)

Barcelona mendatangkan sang pemain internasional Turki itu seharga € 34 juta pada 2015, tetapi Atletico Madrid menjalani larangan transfer pada saat itu. Alhasil, Turan baru pertama kali tampil untuk Barcelona pada Januari 2016.

Turan salah satu gelandang terbaik di La Liga, ia otak permainan ofensif Atletico. Tapi ternyata ia tak cocok dengan style permainan Barcelona. Ia tipikal pemain yang bermain efektif, pengalir bola yang cepat, sementara Barcelona senang bermain dalam tempo lambat dengan mengedepankan penguasaan bola. Turan kesulitan dengan sistem tersebut.

Turan hanya membuat 55 penampilan untuk tim sebelum dipinjamkan ke Istanbul Besaksehir dan kemudian dijual ke Galatasaray.

Andre Gomes

Gelandang Everton, Andre Gomes mengontrol bola dari kawalan penyerang Manhcester United, Edinson Cavani pada babak perempat final di Goodison Park, Kamis (24/12/2020). Cavani menjebol gawang Everton dengan sepakan kaki kiri setelah menerima umpan dari Anthony Martial. (AP Photo/Nick Potts,Pool)
Gelandang Everton, Andre Gomes mengontrol bola dari kawalan penyerang Manhcester United, Edinson Cavani pada babak perempat final di Goodison Park, Kamis (24/12/2020). Cavani menjebol gawang Everton dengan sepakan kaki kiri setelah menerima umpan dari Anthony Martial. (AP Photo/Nick Potts,Pool)

Xavi dan Andres Iniesta sangat bagus dalam pekerjaan menghidupkan mesin permainan lini tengah Barcelona. Namun, mereka tergerus usia. Barcelona frustasi mencari penerus keduanya dalam jangka panjang.

Contoh utamanya adalah Andre Gomes. Gelandang muda itu punya skill mumpuni. Ia jadi sosok sentral di Valencia. Namun entah kenapa ketika pindah ke Camp Nou ia mendadak cupu.

Fans mencemooh Andre Gomes karena tidak tampil sesuai standar yang diharapkan darinya. Sang pemain mengaku depresi berat gara-gara hal itu.

Gomes menghabiskan dua musim dengan penuh mimpi buruk di Barcelona sebelum akhirnya bergabung dengan Everton pada musim panas 2018 dengan status pinjaman. Ia kemudian pindah secara permanen di musim berikutnya. Ia kembali menemukan bentuk permainan terbaik di The Toffees.

Barcelona mendatangkan pesepak bola asal Portugal tersebut dengan harga € 35 juta, dan mereka gagal mengeluarkan potensi terbaik dari Andre Gomes.

Malcom

Striker Barcelona, Malcom, melakukan selebrasi usai mencetak gol ke gawang Cultural Leonesa pada laga Copa del Rey di Stadion Camp Nou, Rabu (5/12). Barcelona menang 4-1 atas Cultural Leonesa. (AP/Manu Fernandez)
Striker Barcelona, Malcom, melakukan selebrasi usai mencetak gol ke gawang Cultural Leonesa pada laga Copa del Rey di Stadion Camp Nou, Rabu (5/12). Barcelona menang 4-1 atas Cultural Leonesa. (AP/Manu Fernandez)

Petinggi Barcelona menyia-nyiakan sebagian besar keuntungan dari penjualan Neymar dengan memboyong pemain tak berguna. Mereka mendatangkan Malcom dari Bordeaux dengan biaya transfer menembus angka € 41 juta.

Malcom berada dalam performa terbaiknya selama bertugas dengan Bordeaux tetapi di lingkungan Barcelona yang tak kenal ampun, pemain muda Brasil itu gagap sejak awal kedatangannya. Dia mengalami musim debut yang menyedihkan di Barcelona dan ingin meninggalkan klub karena kurangnya waktu bermain.

Ia sempat dipinjamkan ke AS Roma untuk kemudian kembali lagi Camp Nou. Mantranya lagi-lagi tak berjalan mulus. Sang anak muda itu hanya bermain di enam pertandingan liga untuk Barcelona di bawah Ernesto Valverde.

Sejak saat itu Ernesto Valverde secara terang-terangan menyatakan tak menginginkan Malcom di timnya. Barcelona mampu memperoleh € 40 juta dengan menjual Malcom pada musim panas berikutnya ke Zenit St. Petersburg.

Ousmane Dembele

Penyerang Barcelona, Ousmane Dembele berusaha mengontrol bola dari kawalan pemain Real Betis, Andres Guardado pada lanjutan La Liga Spanyol di stadion Benito Villamarin di Seville, Spanyol, Senin (8/2/2021).  Kini Barcelona mengumpulkan 43 poin dari 21 laga. (AP Photo/Miguel Morenatti)
Penyerang Barcelona, Ousmane Dembele berusaha mengontrol bola dari kawalan pemain Real Betis, Andres Guardado pada lanjutan La Liga Spanyol di stadion Benito Villamarin di Seville, Spanyol, Senin (8/2/2021). Kini Barcelona mengumpulkan 43 poin dari 21 laga. (AP Photo/Miguel Morenatti)

Ousmane Dembele hingga saat ini masih berstatus pemain Barcelona walau menghabiskan lebih banyak waktu di rumah sakit daripada di lapangan sepak bola. Pemain Prancis itu digaet dengan banderol € 105 juta (+ € 40 juta dalam tambahan) dari Borussia Dortmund. Dengan harga demikian tinggi Dembele jelas sebuah investasi yang merugikan.

Saat ini adalah musim keempat Dembele di Barcelona dan sang penyerang sayap terlihat bermain biasa-biasa saja, tak istimewa.

Pemain berusia 23 tahun itu sudah beberapa kali berselisih dengan manajemen klub karena masalah disiplin.

Dembele sudah hampir keluar dari klub pada beberapa kesempatan, tapi Barcelona tak melepasnya karena merasa rugi. Padahal, tetap mempertahankan sang pemain di tim pun juga tak menguntungkan mereka. Pembayaran gaji yang wah jadi beban operasional yang jelas merugikan.

Philippe Coutinho

Penyerang Barcelona, Philippe Coutinho, melakukan selebrasi bersama Ansu Fati usai mencetak gol ke gawang Sevilla pada laga Liga Spanyol di Stadion Camp Nou, Minggu (4/10/2020). Kedua tim bermain imbang 1-1. (AP Photo/Joan Monfort)
Penyerang Barcelona, Philippe Coutinho, melakukan selebrasi bersama Ansu Fati usai mencetak gol ke gawang Sevilla pada laga Liga Spanyol di Stadion Camp Nou, Minggu (4/10/2020). Kedua tim bermain imbang 1-1. (AP Photo/Joan Monfort)

Philippe Coutinho sejatinya bukanlah pemain yang buruk. Ketika Barcelona mendatangkan sang gelandang serang dari Liverpool pada 2018, fans amat bersemangat menanti aksinya.

Dia bisa dibilang gelandang serang terbaik di Premier League dalam beberapa musim terakhirnya di Liverpool. Barcelona membayar Liverpool dengan jumlah wah € 145 juta. Entah kenapa, Philippe Coutinho jadi pemain biasa-biasa saja di Tim Catalan.

Coutinho tampil mengesankan di hari-hari awalnya sebelum performanya menurun dan dia menjadi sosok yang frustasi di musim penuh pertamanya di Camp Nou. Pemain asal Brasil itu kemudian dikirim dengan status pinjaman ke Bayern Munchen di mana dia tampil cukup mengesankan dan memenangkan treble kontinental bersama Bavarians.

Coutinho telah kembali ke Barcelona tetapi kinerjanya masih jauh di bawah harapan.

Sumber: Sportskeeda

Video