5 Pemain Mahal tapi Zonk dalam Sejarah Premier League: Andy Carroll Legenda Bapuk Liverpool, Jadi Bahan Meme Sampai Sekarang

Bola.com, Jakarta - Bursa transfer Premier League mulai Arsenal masih terus memburu Mykhaylo Mudryk, Pemain sayap Shakhtar Donetsk yang kini tengah naik daun.

The Gunners berharap bisa memboyong pilar yang masih berusia 21 tahun itu ke Emirates Stadium via bursa transfer Januari 2023.

Demi merealisasikan ambisi, pemuncak klasemen sementara Premier League 2022/2023 telah menyiapkan dana sebesar £40 juta atau setara Rp 758 miliar.

Mikel Arteta, sang pelatih, dipusingkan dengan belum pulihnya salah satu penyerang andalannya, Gabriel Jesus.

Kehadiran Mudryk tentunya bisa membuat Arteta lega karena bisa menjaga ketajamanya lini serangnya dalam menjaga peluang perburuan gelar musim ini.

Sebelumnya, Liverpool, sukses menyolek Cody Gakpo dari PSV Eindhoven seharga 37 juta pound (Rp 697 miliar) plus klausul tambahan yang ditaksir mencapai 13 juta pound atawa setara Rp 245 miliar.

Pertanyaannya, mampukah Gakpo dan Mudryk (jika memang jadi bergabung ke Arsenal) memenuhi ekspekstasi klub pembeli sesuai harga mereka? Maybe yes, maybe no.

Dalam sejarah Premier League yang panjang, tak sedikit pemain yang berharga selangit justru memble di klub barunya. Beberapa di antaranya berstatus sebagai pemain bintang.

Tak bermaksud membuka luka lama, lima di antaranya ada di bawah ini:

Andy Carroll (Newcastle United ke Liverpool)

Performa impresif Andy Carroll di Newcastle membuat Liverpool tertarik untuk memboyongnya pada bursa transfer Januari 2011. Pemain asal Inggris tersebut diboyong dengan harga 41 juta euro. Namun, performanya tak sebanding dengan harganya. Carroll tampil biasa-biasa saja dengan mengemas 11 gol dan 6 assist dalam 58 penampilannya di semua kompetisi. Ia pun akhirnya dipinjamkan ke West Ham United pada awal musim 2012/2013. (AFP/Andrew Yates)
Performa impresif Andy Carroll di Newcastle membuat Liverpool tertarik untuk memboyongnya pada bursa transfer Januari 2011. Pemain asal Inggris tersebut diboyong dengan harga 41 juta euro. Namun, performanya tak sebanding dengan harganya. Carroll tampil biasa-biasa saja dengan mengemas 11 gol dan 6 assist dalam 58 penampilannya di semua kompetisi. Ia pun akhirnya dipinjamkan ke West Ham United pada awal musim 2012/2013. (AFP/Andrew Yates)

Dengan nilai transfer £35 juta, Carroll menjadi pemain termahal Liverpool pada 2011.

Ketajamannya bersama Newcastle United membuat The Reds tergila- gila. Bersama The Magpies, kelahiran 6 Januari 1989 mampu mengemas 17 gol dalam 39 laga pada musim 2009/2010.

Namun, striker yang kini memperkuat Reading itu gagal bersinar. Sempat digadang-gadang bakal meledak, Carroll malah seret gol.

Si jangkung dengan rambut ala rocker itu hanya mencetak enam gol dalam 44 penampilan liga untuk The Reds. Raksasa Merseyside tekor banyak.

 

Fernando Torres (Liverpool ke Chelsea)

Fernando Torres - Striker asal Spanyol ini datang ke Stamford Bridge dengan status pemain bintang dari Liverpool. Namun sayang, penampilan Torres tak segemilang saat berseragam The Reds. (AFP//Ben Stansall)
Fernando Torres - Striker asal Spanyol ini datang ke Stamford Bridge dengan status pemain bintang dari Liverpool. Namun sayang, penampilan Torres tak segemilang saat berseragam The Reds. (AFP//Ben Stansall)

Uang di atas segalanya. Itulah yang dikedepankan Liverpool, saat Chelsea datang untuk menggaet Fernando Torres.

Torres pun diangkut ke Stamford Bridge pada 2011 dengan nilai transfer menggiurkan, £50 Juta.

Keputusan yang sangat disesalkan fans, mengingat Torres masih sangat dibutuhkan di Anfield.

Sial bagi Torres, kepindahannya ke klub baru ternyata tak seindah yang dia bayangkan.

Cedera merenggut kecepatan dan kepercayaan dirinya. Sang bomber hanya bisa mengemas 20 gol dalam 110 penampilan.

Merasa tak diperlukan lagi, Chelsea mendepaknya ke AC Milan ke mantan klubnya, Atletico Madrid, sebagai pemain pinjaman sebelum akhirnya dilepas ke Los Rojiblancos pada 2016.

 

Alberto Aquilani (AS Roma ke Liverpool)

Alberto Aquilani (AFP/Andrew Yates)
Alberto Aquilani (AFP/Andrew Yates)

Liverpool baru saja melego gelandang terbaiknya, Xabi Alonso, ke Real Madrid.

Dengan hasil penjualan Alonsi, Rafael Benitez, juru taktik The Reds saat itu, kemudian membungkus Aquilani dari AS Roma pada 2009 sebagai penerus peran Alonso.

Tapi oh tapi, pemain seharga £20 Juta itu tak banyak berarti. Badai cedera membuat Aquilani lama menepi.

Dari 2010 hingga 2012, Aquilani yang kini sudah gantung sepatu mengembara sebagai pemain pinjaman ke Juventus dan Milan.

Juan Sebastian Veron (Manchester United ke Chelsea)

4. Juan Sebastian Veron – Sebelum tiba di Inggris, pemain Argentina ini merupakan gelandang top di Seria A. Sulit beradaptasi dan cidera panjang membuat pemain berkepala pelontos ini terpuruk bersama Chelsea. (AFP/Joe Klamar)
4. Juan Sebastian Veron – Sebelum tiba di Inggris, pemain Argentina ini merupakan gelandang top di Seria A. Sulit beradaptasi dan cidera panjang membuat pemain berkepala pelontos ini terpuruk bersama Chelsea. (AFP/Joe Klamar)

Tiga tahun di Old Trafford, dari 2001 sampai 2003, Veron merupakan andalan sekaligus tumpuan Manchester United di lini tengah. Ada yang berani membantah?

Bersinar di Setan Merah, Veron memiliki nasib berbeda di klub barunya, Chelsea.

Selama berkostum The Blues (2003-2007), Veron jatuh bangun dan tak pernah bangkit lagi.

Gagal bersaing, pemain ber-KTP Argentina itu dipinjamkan ke Inter Milan (2004-2006) dan Estudiantes (2006-2007).

Padahal, untuk mengamankan tanda tangannya, Chelsea kudu nyongkel celengan sebesar £15 Juta.

Savio Nsereko (Brescia ke West Ham United)

Nama yang sangat asing di telingamu? Ya. Bisa jadi, pecinta Premier League tak lagi mengingat Nsereko.

Itu karena Nsereko gagal memahat pencapaian keren kala West Ham United mebungkusnya dari Brescia pada 2009.

Kala itu, winger 33 tahun yang kini memperkuat klub antah berantah BSC Sendling ditebus dengan harga £9 Juta.

Ironisnya, di tahun itu juga Nsereko dilepas ke klub Italia, Fiorentina.

West Ham United terpaksa melepas, karena Nsereko sama sekali tak mendatangkan berkah.

Boro-boro mendulang banyak gol, Nsereko justru gagal menampilkan permainan terbaiknya.

Dari 22 laga, Nsereko hanya bisa mengais tiga gol untuk Brescia di Serie B Italia.

Sumber: Bleacherreport

 

Selama tiga tahun ke depan Elang Mahkota Teknologi (Emtek) Group menjadi pemegang hak siar English Premier League (EPL). Kompetisi bergengsi ini akan ditayangkan secara gratis di stasiun televisi SCTV dan bisa dinikmati secara live streaming dengan berlangganan di Vidio. Sobat Bola.com mau tahu detailnya? Klik tautan ini.