5 Pemain MU yang Bapuk tapi Tetap Dibela Sir Alex Ferguson: Bintang Tim Nasional hingga Putra Legenda Sepak Bola

Bola.com, Jakarta - Manajer legendaris Manchester United (MU), Sir Alex Ferguson, dikenal sebagai seorang manajer yang kerap membuat keputusan yang kejam di Old Trafford. Namun, manajer tim asal Skotlandia itu juga kadang loyal terhadap pemain tertentu, termasuk pemain yang jarang dimainkan.

Banyak pesepak bola hebat dunia yang pastinya berterima kasih kepada Sir Alex Ferguson. Maklum, pelatih asal Skotlandia itu membawa MU mendominasi Premier League dan menjadi klub besar yang sulit dikalahkan.

Sir Alex Ferguson tercatat 27 tahun menjadi manajer MU dan dikenal sebagai satu di antara manajer tim sepak bola terbaik sepanjang masa. Ia berpengalaman bekerja sama dengan banyak pemain terbaik yang pernah ada, tapi tak setiap pemain yang ditanganinya mampu berhasil di level internasional.

Banyak pemain yang direkrut untuk membawa MU menjadi tim yang lebih baik, tapi ada pula dari mereka yang dipromosikan dari akademi MU, di mana tidak semua pemain bisa bersaing di tim utama tersebut.

Beberapa pemain lain didatangkan ke Old Trafford, tapi pada akhirnya kesulitan untuk membuat kontribusi besar. Namun, Ferguson memang dikenal sebagai manajer yang cukup brutal saat mengambil keputusan untuk memenangi banyak gelar juara.

Kali ini, seperti dilansir dari Mirror, berikut pemain-pemain yang pernah ditangani Sir Alex Ferguson di MU tapi kesulitan bersaing meski tetap dipertahankan oleh sang manajer tim:

Juan Sebastian Veron

Juan Sebastian Veron. Gelandang yang kini berusia 47 tahun dan telah pensiun pada Mei 2017 bersama Estudiantes ini pernah berseragam Manchester United selama 2 musim. Ia didatangkan MU dari Lazio pada awal musim 2001/2002 dengan nilai transfer 42,6 juta euro. Akibat rentan cedera serta kalah bersaing dengan Roy Keane dan Paul Scholes, ia meninggalkan Old Trafford pada akhir musim 2002/2003 menuju Chelsea usai tampil dalam 81 laga di semua ajang dengan torehan 11 gol dan 15 assist. (AFP/Paul Barker)
Juan Sebastian Veron. Gelandang yang kini berusia 47 tahun dan telah pensiun pada Mei 2017 bersama Estudiantes ini pernah berseragam Manchester United selama 2 musim. Ia didatangkan MU dari Lazio pada awal musim 2001/2002 dengan nilai transfer 42,6 juta euro. Akibat rentan cedera serta kalah bersaing dengan Roy Keane dan Paul Scholes, ia meninggalkan Old Trafford pada akhir musim 2002/2003 menuju Chelsea usai tampil dalam 81 laga di semua ajang dengan torehan 11 gol dan 15 assist. (AFP/Paul Barker)

Ada sejumlah alasan tertentu mengapa Sir Alex Ferguson begitu bersikeras membawa Veron datang dengan kesepakatan kontrak yang mencapai 28,1 juta pound dalam kontrak berdurasi lima tahun.

Rekor transfer Liga Inggris pun pecah pada Juli 2009, di mana MU memboyong gelandang asal Argentina itu ke Old Trafford dan tampaknya menjadi pengeluaran yang cukup bagus.

Performa mengesankan sempat diperlihatkan oleh Veron di Premier League. Namun, tak semua berjalan sesuai harapan. Bahkan Sir Alex Ferguson sempat mendapatkan tekanan dan berkonfrontasi dengan jurnalis karena permasalahan Veron.

"Ia adalah pemain yang sangat hebat. Anda semua idiot," tegas Sir Alex Ferguson seperti dilansir dari Mirror.

Veron adalah pemain hebat, tapi tak terlalu sesuai harapan MU. Ia menghabiskan waktu selama dua tahun di Old Trafford, membantu terciptanya 11 gol dan 15 assist dalam 82 penampilan.

Setelah membantu MU menjuarai Premier League 2002/20223, Veron pun pergi untuk membela Chelsea yang baru kedatangan Roman Abrahomvich dan membayar gaji sang pemain hingga 15 juta.

Jordi Cruyff

Jordi Cruyff. Gelandang serang putra dari Johan Cruyff ini didatangkan Manchester United dari Barcelona pada musim 1996/1997. Akibat rentan cedera, total 4 musim ia hanya bermain dalam 58 laga dengan mengoleksi 8 gol. Ia kembali ke LaLiga pada 2000/2001 menuju Alaves. (Foto: AFP/Adrian Dennis)
Jordi Cruyff. Gelandang serang putra dari Johan Cruyff ini didatangkan Manchester United dari Barcelona pada musim 1996/1997. Akibat rentan cedera, total 4 musim ia hanya bermain dalam 58 laga dengan mengoleksi 8 gol. Ia kembali ke LaLiga pada 2000/2001 menuju Alaves. (Foto: AFP/Adrian Dennis)

 

Pada Agustus 1996, Sir Alex Ferguson mengeluarkan dana hingga 1,4 juta pound untuk membeli Jordi Cruyff dengan kontrak berdurasi empat tahun.

Putra dari pesepak bola legendaris Belanda, Johan Cruyff, itu baru berusia 21 tahun ketika datang ke Old Trafford. Jadi Ferguson memutuskan untuk mempertahankannya.

"Ferguson memberikan kepastian kepada kami dan mengatakan ia akan mengurus saya, seperti seorang anak. Ia menjelaskan bahwa banyak pemain muda yang berkembang dan bergabung bersama MU adalah langkah awal yang tepat," ujar Jordi Cruyff kepada ESPN.

"Saya suka dengan gagasan bermain untuk seorang manajer yang telah berada di klub begitu lama. MU seperti tim muda, dan dalam usia 21 tahun saya pikir saya akan cocok. Ferguson pernah berkata kepada ayah saya, 'Saya akan mengurus putra And,' kisah Jordi Cruyff.

Darron Gibson

Darron Gibson memulai karier di tim utama Manchester United pada tahun 2005. Menurut Sir Alex Ferguson, ia disebut sebagai titisan Paul Scholes. Namun, Gibson tak mampu mengamankan satu tempat di Starting XI Setan Merah dan harus hengkang pada tahun 2012. (AFP/Stringer)
Darron Gibson memulai karier di tim utama Manchester United pada tahun 2005. Menurut Sir Alex Ferguson, ia disebut sebagai titisan Paul Scholes. Namun, Gibson tak mampu mengamankan satu tempat di Starting XI Setan Merah dan harus hengkang pada tahun 2012. (AFP/Stringer)

 

Gibson memiliki status sebagai favoritnya Ferguson. Setelah datang sebagai jebolan akademi klub, ia bertahan di dalam tim utama selama tujuh tahun meski tak pernah menadapatkan kesempatan menjadi starter di lini tengah.

Gibson dikenal karena tembakan jarak jauhnya, sebuah reputasi yang datang berkat nasihat dari Bobby Charlton.

"Sir Bobby biasa datang ke ruang ganti setelah pertandingan. Saya ingat ia mengatakan kepada saya: 'Dengar nak, mereka tidak pernah mengingat apa yang Anda lewatkan. Jadi teruslah menembak.' Itu seperti terus terpatri dalam diri saya, jadi saya berpikir hanya perlu menembak dari mana pun," ujar Gibson.

Bukti cinta Sir Alex Ferguson terhadap Gibson terjadi pada saat seleksi untuk pertandingan perempat final Liga Champions melawan Bayern Munchen pada musim 2009/2010. Ferguson mencadangkan Ryan Giggs dan Paul Scholes untuk memberikan starter kepada Gibson.

"Darron Gibson masuk dan ia tak terbiasa menjadi starter. Bukan bermaksud tidak menghargai Darron Gibson, kami di sana dan Bayern Munchen memainkan laga kandang, kami perlu menyerang dan mencetak gol. Mengapa ia memainkannya? Dalam dua menit, Darron Gibson sukses mencetak gol pertamanya," kisah Rio Ferdinand.

 

Federico Macheda

Federico Macheda. Pemain berkebangsaan Italia ini mencetak gol debutnya dalam usia 17 tahun 227 hari. Ia menjadi penentu kemenangan Manchester United atas Aston Villa 3-2 di Old Trafford pada 5 April 2009. (AFP/Andrew Yates)
Federico Macheda. Pemain berkebangsaan Italia ini mencetak gol debutnya dalam usia 17 tahun 227 hari. Ia menjadi penentu kemenangan Manchester United atas Aston Villa 3-2 di Old Trafford pada 5 April 2009. (AFP/Andrew Yates)

 

Macheda mendapatkan dukungan dari Sir Alex Ferguson, mencetak golnya yang terkenal ketika masuk sebagai pemain pengganti dalam laga kontra Aston Villa pada April 2009.

Gol tersebut membuatnya mendapat rasa hormat dari Ferguson yang memberikan striker asal Italia itu lebih banyak kesempatan.

Secara keseluruhan, Macheda mencetak liam gol dan lima assist dalam 36 penampilan untuk MU karena ia gagal menepati janjinya.

Namun, ia masih selamat selama enam tahun karena Ferguson mencoba untuk bisa memberinya lebih berguna dengan cara meminjamkannya.

Macheda tidak pernah berkembang menjadi pemain yang luar biasa, tapi dukungan Ferguson tetap sulit dilupakan.

"Sir Alex Ferguson adalah pribadi luar biasa dan ia mengajarkan banyak hal untuk saya. Ia memanggil saya tiga pekan lalu untuk melihat bagaimana saya dan bagaimana karier saya berjalan. Ia menangani pemain-pemain hebat dalam sejarah, dan fakta bahwa ia memikirkan saya, membuat saya bangga," ujarnya.

 

Eric Djemba-Djemba

Eric Djemba-Djemba digadang-gadang akan menjadi penerus mantan kaptern Manchester United, Roy Keane di lini tengah. Namun, ia malah tampak seperti ikan yang kehabisan air selama karier singkatnya di Old Trafford. Ia gagal membuat dampak apapun dalam 39 pertandingan MU. (AFP/Jim Watson)
Eric Djemba-Djemba digadang-gadang akan menjadi penerus mantan kaptern Manchester United, Roy Keane di lini tengah. Namun, ia malah tampak seperti ikan yang kehabisan air selama karier singkatnya di Old Trafford. Ia gagal membuat dampak apapun dalam 39 pertandingan MU. (AFP/Jim Watson)

Menjadi pemain yang dianggap sebagai satu di antara beberapa rekrutan terburuk yang pernah dilakukan oleh Sir Alex Ferguson, Djemba-Djemba kesulitan berada di Old Trafford. Namun, sekali lagi, ia mendapatkan dukungan dari Ferguson.

"Sir Alex adalah satu di antara pelatih terbaik di dunia dan saya tidak pernah melupakannya karena ia mengubah hidup saya. Ia sukses mengubah hidup saya," ujarnya.

"Ferguson mengubahnya karena ia ingin semua orang tahu mengenai saya ketiak saya direkrut untuk MU. Saya menikmati momen bekerja sama dengannya. SAya terkesan pada awalnya," lanjutnya.

Djemba-Djemba merupakan pemain yang direkrut MU pada 2003 dengan ide bisa meneruskan Roy Keane sebagai petarung lini tengah di posisi gelandang. Itu tak terjadi, tapi Ferguson memberinya banyak kesempatan untuk membuktikan dirinya dalam dua tahun.

"Ia cepat, agresif dan memiliki umpan yang bagus, dan ini adalah tipe pesepak bola yang kami cari. Dalam beberapa bulan terakhir, ia telah memperlihatkan perkembangannya dalam bermain di dalam tim Kamerun yang sangat baik dan ia tampak seperti pemain MU dalam banyak aspek.

Sumber: Mirror

Posisi MU di Premier League Saat Ini