5 Pemain MU yang Punya Nasib Seperti Tema Novel : Layu Sebelum Berkembang

Bola.com, Jakarta - Manchester United (MU)menatap Premier League 2022/2023 dengan sorot mata percaya diri. Kegagalan dalam beberapa musim terakhir membuat Setan Merah bertekad memenangkan kompetisi paling bergengsi di Negeri Ratu Elizabeth.

Kali terakhir MU memenangkannya pada musim 2012/2013. Guna merealisasikan target, Ten Hag mendaratkan sederet amunisi anyar ke Old Trafford. Melihat Curriculum Vitae pemain-pemain baru sepertinya menjanjikan.

 

Jangan Pede

Dua di antaranya adalah Lisandro Martinez dan Tyrell Malacia. Martinez, bek asal Ajax diboyong dengan harga 57,5 juta euro. Sedangkan Malacia direkrut dari Feyenoord seharga 15 juta euro.

Tapi fans MU jangan gede rasa dulu ya. Takutnya pemain-pemain baru tadi layu sebelum berkembang.

Soalnya, di musim-musim sebelumnya, banyak pilar anyar yang tadinya diharapkan bisa memberikan kontribusi malah melempem di tengah jalan. Nggak percaya? Kepoin deh artikelnya di bawah ini.

 

Diego Forlan

2. Diego Forlan (Villarreal) - Kesempatan bermain yang jarang didapat membuat Diego Forlan memilih hengkang dari Old Trafford pada 2004 menuju Villareal dan menjadi Topskorer La Liga dengan 25 gol di musim perdananya. (AFP/Paul Barker)
2. Diego Forlan (Villarreal) - Kesempatan bermain yang jarang didapat membuat Diego Forlan memilih hengkang dari Old Trafford pada 2004 menuju Villareal dan menjadi Topskorer La Liga dengan 25 gol di musim perdananya. (AFP/Paul Barker)

Kedatangannya ke MU justu menjadi bencana bagi striker Uruguay itu. Digadang-gadang bakal menjelma jadi bomber mengerikan di Premier League, Forlan dinilai bermain di bawah standar.

Pemain yang dibeli dari Independiente pada 2002 ini hanya tampil dalam 63 laga dengan koleksi 10 gol. Dia meninggalkan MU dua tahun berselang.

 

Karel Poborsky

Mantan winger MU, Karel Poborsky bicara soal Jose Mourinho dan Ole Gunnar Solskjaer. (Liputan6.com/Husni)
Mantan winger MU, Karel Poborsky bicara soal Jose Mourinho dan Ole Gunnar Solskjaer. (Liputan6.com/Husni)

Panggung Euro 1996, Poborsky jadi buah bibir. Pemain sayap Ceko ini tampil mengilap sepanjang turnamen. Cepat, tak kenal capek, serta tak kenal takut. Itulah kenapa si gondrong itu dijuluki "Kereta Api Cepat".

Sayang, bergabung ke MU sejak 1996 hingga 1998, penampilan Poborsky masih jauh dari kata memuaskan. Dia hanya tampil dalam 48 laga dengan torehan enam gol sebelum pindah ke Benfica.

 

Luke Chadwick

Bisa dibilang, fans fanatik MU sekalipun sudah tak kenal lagi dengan pemain ini. Berstatus jebolan Akademi MU tak membuat semuanya mudah bagi Chadwick.

Terbukti, naik pangkat ke tim senior pada 2000 justru membuat Chadwick mengelus dada. Bukannya mendapat tempat, sang gelandang malah dibuang ke sejumlah klub dengan status pinjaman.

Hingga dilepas pada 2004, Chadwick tak pernah merasakan balutan jersey kebanggaan Setan Merah.

 

Quinton Fortune

Quinton Fortune merupakan pemain Afrika pertama yang bermain di Manchester United. Ia tercatat berkarier di Old Trafford selama tujuh tahun dan pernah berbagi ruang ganti bersama Ronaldo pada kurun 2003-2006. Kini, ia ditunjuk sebagai pelatih Reading. (AFP/Carl De Souza)
Quinton Fortune merupakan pemain Afrika pertama yang bermain di Manchester United. Ia tercatat berkarier di Old Trafford selama tujuh tahun dan pernah berbagi ruang ganti bersama Ronaldo pada kurun 2003-2006. Kini, ia ditunjuk sebagai pelatih Reading. (AFP/Carl De Souza)

Tadinya, Fortune dipersiapkan sebagai pengganti Ryan Giggs jika sang bintang cedera atau berhalangan main. Penampilan gemilangnya kala membela Atlético Madrid (1996-1999) memesona Ferguson.

Fortune lalu diboyong ke Old Trafford dengan iming-iming menggiurkan. Ya! Siapa yang tak bangga menggantikan peran abang Giggs yang nota bene adalah bintang MU. Tapi apa boleh buat, selama enam tahun di MU (1999–2006), Fortune bukanlah pilihan utama.

 

Jordi Cryuff

Jordi Cruyff. Gelandang serang putra dari Johan Cruyff ini didatangkan Manchester United dari Barcelona pada musim 1996/1997. Akibat rentan cedera, total 4 musim ia hanya bermain dalam 58 laga dengan mengoleksi 8 gol. Ia kembali ke LaLiga pada 2000/2001 menuju Alaves. (Foto: AFP/Adrian Dennis)
Jordi Cruyff. Gelandang serang putra dari Johan Cruyff ini didatangkan Manchester United dari Barcelona pada musim 1996/1997. Akibat rentan cedera, total 4 musim ia hanya bermain dalam 58 laga dengan mengoleksi 8 gol. Ia kembali ke LaLiga pada 2000/2001 menuju Alaves. (Foto: AFP/Adrian Dennis)

Lain bapak, lain pula anaknya. Diharapkan bisa seperti Johan Cryuff, Jordi malah tak ada seujung kuku bokapnya dalam hal prestasi.

Jordi jatuh bangun dan kemudian tenggelam seiring dengan berjalannya waktu. Empat tahun di MU, dari 1996 hingga 2000, Jordi tak mampu membayar kepercayaan Ferguson. Total, dia hanya bermain dalam 34 laga dalam empat musimnya di The Theatre of Dreams.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel