5 Pemain yang Meredup di MU, Tapi Bersinar Lagi usai Tinggalkan Old Trafford

Bola.com, Jakarta - Manchester United (MU) telah menghabiskan banyak uang di bursa transfer pemain dalam beberapa tahun terakhir. Tapi tidak jarang, mereka yang dibeli gagal meraih sukses di lapangan.

Sembilan tahun sudah setelah MU ditinggal Sir Alex Ferguson. Satu hal yang mencolok adalah betapa beberapa nama besar yang direkrut dengan uang besar gagal memenuhi ekspektasi.

Yang lebih menyebalkannya lagi, setelah meninggalkan MU, pemain-pemain yang gagal ini justru bersinar di klub baru.

Bola.com memilih lima pemain yang gagal tampil mengesankan di Old Trafford tetapi kemudian menikmati karier hebat usai meninggalkan MU.

Alexis Sanchez

<p>Alexis Sanchez. Manchester United harus mengeluarkan 34 juta euro atau setara Rp532 miliar ditambah Henrikh Mkhitaryan untuk mendatangkan striker Cile ini dari Arsenal di tengah musim 2017/2018. Hanya bertahan 1,5 musim dan tampil dalam 45 laga dengan torehan 5 gol dan 9 assist, MU lalu meminjamkannya ke Inter Milan pada 2019/2020 yang akhirnya dipermanenkan secara gratis di musim berikutnya. (AFP/Oli Scarff)</p>

Alexis Sanchez. Manchester United harus mengeluarkan 34 juta euro atau setara Rp532 miliar ditambah Henrikh Mkhitaryan untuk mendatangkan striker Cile ini dari Arsenal di tengah musim 2017/2018. Hanya bertahan 1,5 musim dan tampil dalam 45 laga dengan torehan 5 gol dan 9 assist, MU lalu meminjamkannya ke Inter Milan pada 2019/2020 yang akhirnya dipermanenkan secara gratis di musim berikutnya. (AFP/Oli Scarff)

Pemain Chile berusia 33 tahun itu jelas tidak akan pernah menemukan kembali performanya di Arsenal, tetapi ia menjadi pemain yang cukup berguna di Inter Milan.

Setelah meninggalkan MU, di mana ia tampil bersama sesama alumni MU seperti Matteo Darmian, Ashley Young dan Romelu Lukaku Sanchez malah sanggup meraih Scudetto pada 2020/2021.

Sanchez mencetak tujuh gol liga saat Antonio Conte mematahkan pencapaian sembilan tahun Juventus meraih juara Liga Italia.

Memphis Depay

Memphis Depay. Akibat ketidaksabaran Manchester United dalam proses adaptasi Memphis Depay yang didatangkan pada awal musim 2015/2016, ia akhirnya dilepas pada Januari 2017 ke Lyon. Ia menjelma menjadi striker tajam dan Barcelona pun kepincut mendatangkannya awal musim 2021/2022. (AFP/Paul Ellis)
Memphis Depay. Akibat ketidaksabaran Manchester United dalam proses adaptasi Memphis Depay yang didatangkan pada awal musim 2015/2016, ia akhirnya dilepas pada Januari 2017 ke Lyon. Ia menjelma menjadi striker tajam dan Barcelona pun kepincut mendatangkannya awal musim 2021/2022. (AFP/Paul Ellis)

Depay gagal memantapkan dirinya sebagai pemain penting di MU. Dia hanya mencetak dua gol dalam 33 penampilan Liga Inggris.

Sang penyerang bergabung dengan Lyon pada Januari 2017, membantu tim Ligue 1 mencapai semifinal Liga Champions pada 2019/2020. Dia mencatatkan 76 gol dan 55 assist sebelum bergabung dengan Barcelona dengan status bebas transfer pada musim panas 2021.

Berkembang di bawah Van Gaal sekali lagi, ia memimpin Oranje ke kualifikasi untuk Piala Dunia 2022, mencetak lebih banyak gol internasional daripada pemain lain pada tahun 2021.

Radamel Falcao

<p>Radamel Falcao. Striker berusia 36 tahun yang sejak awal musim 2021/2022 memperkuat Rayo Vallecano ini pernah memperkuat Manchester United dan Chelsea di Liga Inggris. Pada awal musim 2014/2015 ia didatangkan Manchester United dari AS Monaco dengan status pinjaman dengan biaya sebesar 7,6 juta euro. Hanya bertahan semusim, ia total tampil dalam 29 laga di semua ajang dengan torehan 4 gol dan 5 assist. (AFP/Paul Ellis)</p>

Radamel Falcao. Striker berusia 36 tahun yang sejak awal musim 2021/2022 memperkuat Rayo Vallecano ini pernah memperkuat Manchester United dan Chelsea di Liga Inggris. Pada awal musim 2014/2015 ia didatangkan Manchester United dari AS Monaco dengan status pinjaman dengan biaya sebesar 7,6 juta euro. Hanya bertahan semusim, ia total tampil dalam 29 laga di semua ajang dengan torehan 4 gol dan 5 assist. (AFP/Paul Ellis)

Pemain Kolombia itu tampak seperti salah satu striker paling mematikan di Eropa dari masa produktifnya di Porto, Atletico Madrid, dan masa-masa awal di Monaco.

Tetapi pada saat ia tiba di MU asuhan Van Gaal dengan status pinjaman pada September 2014 Falcao gagal total. Cedera ACL parah membuatnya absen selama lebih dari enam bulan.

Tapi Falcao menemukan kembali bentuk terbaiknya untuk Monaco dan merupakan bagian penting dari tim yang mengacaukan peluang untuk mengalahkan PSG dalam perebutan gelar Ligue 1 2016/2017, mencapai semifinal Liga Champions dan menyingkirkan Manchester City asuhan Pep Guardiola.

Angel Di Maria

Angel Di Maria. Sayap kanan berusia 34 tahun yang baru saja bergabung dengan Juventus di bursa transfer musim panas 2022/2023 dengan status gratisan ini menjadi salah satu pemain Argentina dengan nilai transfer termahal. Momen itu terjadi saat ia didatangkan Manchester United dari Real Madrid pada awal musim 2014/2015 dengan nilai transfer 75 juta euro atau kini setara Rp1,1 triliun. Hanya bertahan selama 1 musim bersama MU, ia total tampil dalam 32 laga di semua ajang dengan torehan 4 gol dan 12 assist. (AFP/Ian Kington)
Angel Di Maria. Sayap kanan berusia 34 tahun yang baru saja bergabung dengan Juventus di bursa transfer musim panas 2022/2023 dengan status gratisan ini menjadi salah satu pemain Argentina dengan nilai transfer termahal. Momen itu terjadi saat ia didatangkan Manchester United dari Real Madrid pada awal musim 2014/2015 dengan nilai transfer 75 juta euro atau kini setara Rp1,1 triliun. Hanya bertahan selama 1 musim bersama MU, ia total tampil dalam 32 laga di semua ajang dengan torehan 4 gol dan 12 assist. (AFP/Ian Kington)

Ketika pemain Argentina itu mencetak chip yang berani atas Kasper Schmeichel dalam beberapa minggu pertama karirnya di Manchester United, sepertinya klub akhirnya membeli superstar yang mereka butuhkan untuk membangunkan mereka dari tidur mereka pasca-Ferguson.

Tapi sayang, satu musim Di Maria di Old Trafford pada akhirnya meninggalkan borok, dan dia tidak pernah benar-benar menetap di MU.

Dia kemudian menghabiskan tujuh tahun di PSG dan memberikan kontribusi besar bagi dominasi mereka di sepak bola Prancis. Pemain berusia 33 tahun itu mencatatkan lebih dari 100 assist untuk klub dan memenangkan gelar Ligue 1 kelima pada 2022 sebelum hijrah ke Juventus secara gratis.

Wilfried Zaha

3. Wilfried Zaha - Saat membela Crystal Palace diprediksi menjadi pemain masa depan Inggris.Tetapi setelah hijrah ke MU dirinya gagal bersinar dan malah sempat bersitegang dengan sang manajer, David Moyes. (AFP/Saeed Khan)
3. Wilfried Zaha - Saat membela Crystal Palace diprediksi menjadi pemain masa depan Inggris.Tetapi setelah hijrah ke MU dirinya gagal bersinar dan malah sempat bersitegang dengan sang manajer, David Moyes. (AFP/Saeed Khan)

Setelah Zaha muncul sebagai salah satu talenta muda paling menarik di negara ini di Crystal Palace, Sir Alex Ferguson menyetujui kesepakatan untuk pemain sayap di salah satu bagian terakhir dari bisnisnya untuk klub.

Itu tidak berjalan sesuai rencana ketika dia resmi bergabung dengan klub pada musim panas 2013, saat David Moyes menggantikan Ferguson. Dia tidak pernah benar-benar 'membela' MU, dan hanya membuat total empat penampilan untuk klub.

Dia dijual kembali ke Palace, dan sejak itu dia membuktikan dirinya sebagai salah satu penyerang sayap terbaik di Liga Inggris.

Sumber: Planet Football

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel