5 Pembunuh Berantai Ini Memiliki Penggemar yang Tak Kalah Menyeramkan

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Nama-nama pembunuh berantai di bawah ini mungkin tidak asing lagi bagi Anda. Kasus-kasus keji ini seringkali menjadi inspirasi bagi film atau plot di serial tv.

Namun, apakah Anda tahu bahwa sejumlah pembunuh berantai ini memiliki penggemar yang mungkin sama menyeramkannya seperti mereka?

Dikutip dari ListVerse, Rabu (19/5/2021), berikut adalah lima pembunuh berantai yang memiliki penggembar mengerikan:

1. Richard Ramirez

Richard (Wikipedia)
Richard (Wikipedia)

Pembunuh berantai yang memiliki julukan "The Night Stalker" ini berkeliaran di kota Los Angeles, California, Amerika Serikat (AS) pada pertengahan 1980-an.

Terlepas dari semua bukti mengerikan yang disajikan di ruang sidang, salah satu anggota juri, Cindy Haden, jatuh cinta dengan Ramirez.

Pada Hari Valentine, di tengah-tengah persidangan, Haden memberi Ramirez hadiah kue cupcake dengan tulisan "i love you" di atasnya.

Walau begitu, saat memutuskan hukuman Ramirez, Haden tetap menyatakannya bersalah.

2. Ted Bundy

Ted Bundy (Wikipedia)
Ted Bundy (Wikipedia)

Pembunuh berantai sekaligus nekrofil ini pernah membunuh setidaknya 30 wanita pada 1970-an.

Anehnya, saat proses sidang Bundy, banyak wanita yang berbondong-bondong masuk ke ruang sidang untuk mengaguminya dari jauh.

Seorang wanita bernama Janet mengambil obsesinya dengan pembunuh berantai sejauh itu bahkan membuat Bundy ketakutan.

Janet menatap Bundy di seberang ruang sidang dengan intensitas sedemikian rupa dan juga mengatakan kepada pengacara pembela bahwa ia ingin memakai kulit Bundy.

"Di sana dia duduk merenungkan saya dengan matanya yang gila seperti burung camar gila yang mempelajari kerang. Aku bisa merasakan dia mengoleskan saus pedas padaku," kata Bundy.

3. Jeffrey Dahmer

Jeffrey Dahmer (Wikipedia)
Jeffrey Dahmer (Wikipedia)

Walaupun seorang terpidana pembunuh berantai dan tidak menyukai wanita, ia berhasil memikat hati banyak kaum hawa.

Dahmer dikirimi hadiah, boneka beruang, dan uang dari wanita di seluruh dunia. Ia bahkan menerima lamaran pernikahan.

Profesor psikologi forensik Katherine Ramsland mengungkapkan bahwa kadang-kadang wanita jatuh cinta pada seorang pembunuh berantai ketika mereka melihat bocah laki-laki dan ingin mencoba untuk mengasuhnya.

4. Charles Manson

Charles Manson (Wikipedia)
Charles Manson (Wikipedia)

Mantan pemimpin kultus ini meninggal karena sebab alami di usia 83 tahun pada 2017. Selama bertahun-tahun, pengikut Manson terkenal sangat setia kepadanya.

Namun, saat ia meninggal, abunya juga ternyata membuat pengikutnya tergila-gila.

Sempat menjadi hak milik cucunya, Jason Freeman, abu Manson akhirnya sampai ke tangan seniman tato bernama Ryan Gilikin melalui teman dekatnya Tony Miller yang merupakan teman Freeman.

Gillikin kemudian bertemu dengan Patrick Boos yang obsesif Manson yang meminta kata-kata "Helter Skelter" untuk ditato di atas mata kanannya dan "X" di dahinya sama dengan yang diukir Manson di dahinya sendiri selama persidangan yang terkenal itu.

Boos meminta tinta tato untuk dicampur dengan sisa-sisa kremasi Manson dan permintaan ini dikabulkan.

5. Henry Lee Lucas

Henry Lee Lucas (Wikipedia)
Henry Lee Lucas (Wikipedia)

Mengaku telah membunuh 600 wanita -- walau kenyataannya mungkin hanya membunuh tiga -- Lucas tetap berhasil membuat seorang wanita terobsesi dengannya.

Wanita tersebut ingin membebaskan pembunuh berantai tersebut dari penjara dengan menyamar sebagai mantan pacar Lucas yang pernah ia bunuh.

Walau tidak berhasil, hal tersebut tetap dapat dinilai mengerikan.

Reporter: Paquita Gadin

Infografis Ketok Palu RUU Penghapusan Kekerasan Seksual Masuk Prolegnas 2021

Infografis Ketok Palu RUU Penghapusan Kekerasan Seksual Masuk Prolegnas 2021. (Liputan6.com/Trieyasni)
Infografis Ketok Palu RUU Penghapusan Kekerasan Seksual Masuk Prolegnas 2021. (Liputan6.com/Trieyasni)
Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel