5 Penjaga Gawang Mahal di BRI Liga 1: Kiper Arema FC di Posisi Teratas

·Bacaan 4 menit

Bola.com, Jakarta - BRI Liga 1 2021/2022 sudah berakhir Maret lalu. Banyak pemain bermunculan dan membuat nilai pasar mereka naik. Tak terkecuali di sektor penjaga gawang.

Kali ini Bola.com membuat lima kiper dengan nilai pasar termahal di BRI Liga 1. Bisa dibilang mayoritas kiper papan tanah air masih masuk daftar ini.

Namun ada satu nama yang baru muncul. Yakni kiper asing Arema FC, Adilson Maringa. Sebab, pemain 31 tahun asal Brasil ini tampil memukau di musim pertamanya bersama tim berjuluk Singo Edan.

Selain Maringa, ada Andritany Ardhiyasa (Persija Jakarta), Nadeo Argawinata (Bali United), Muhammad Riyandi (Barito Putera), dan Teja Paku Alam (Persib Bandung).

Dari nama-nama kiper lokal tersebut, Riyandi bisa dibilang sedang naik daun. Maklum, dia masih berusia 22 tahun dan sempat tampil menawan bersama Timnas Indonesia dan Barito Putera.

Berikut rincian nilai pasar lima kiper termahal di BRI Liga 1:

Adilson Maringa (Rp 5,65 Miliar)

Adilson Maringa. Kiper asal Brasil berusia 31 tahun ini baru di awal musim ini memperkuat Arema FC di BRI Liga 1. Namun ia langsung klop dengan lini belakang Singo Edan. Total tampil 30 laga, ia mampu mencatat 14 kali clean sheet di BRI Liga 1 dan kebobolan 23 gol. (Bola.com/Bagaskara Lazuardi)
Adilson Maringa. Kiper asal Brasil berusia 31 tahun ini baru di awal musim ini memperkuat Arema FC di BRI Liga 1. Namun ia langsung klop dengan lini belakang Singo Edan. Total tampil 30 laga, ia mampu mencatat 14 kali clean sheet di BRI Liga 1 dan kebobolan 23 gol. (Bola.com/Bagaskara Lazuardi)

Tidak mengejutkan jika Maringa jadi kiper dengan nilai pasar tertinggi saat ini. Selain statusnya pemain asing, performanya musim lalu juga luar biasa. Maringa tampil dalam 30 pertandingan dan kemasukan 23 gol. Mantan kiper klub kasta kedua Liga Portugal, Vilafranquense ini juga membukukan 14 cleansheet. Terbanyak diantara kiper lainnya.

Performa gemilang itu membuat nilai pasarnya naik dua kali lipat lebih. Karena saat didatangkan Arema awal tahun 2021, Maringa masih punya nilai 2,17 Miliar Rupiah. Sebelum jadi rebutan tim lain, manajemen Arema sudah memagarinya dengan kontrak berdurasi dua musim kedepan.

Kelebihan Maringa tak lepas dari posturnya 194 cm. Itu ditunjang dengan reflek yang bagus. Banyak penyelamatan gemilang dilakukan. Kiper lain di Liga 1 pun ikut memberikan pujian atas performanya musim lalu.

Andritany Ardhiyasa (5,21 Miliar Rupiah)

Kiper Persija Jakarta, Andritany Ardhiyasa meneriaki rekannya saat melawan PSIS Semarang dalam laga pekan kedua BRI Liga 1 2021/2022 di Indomilk Arena, Tangerang, Minggu (12/9/2021). Kedua tim bermain imbang 2-2. (Foto: Bola.Com/M. Iqbal Ichsan)
Kiper Persija Jakarta, Andritany Ardhiyasa meneriaki rekannya saat melawan PSIS Semarang dalam laga pekan kedua BRI Liga 1 2021/2022 di Indomilk Arena, Tangerang, Minggu (12/9/2021). Kedua tim bermain imbang 2-2. (Foto: Bola.Com/M. Iqbal Ichsan)

Satu dekade ini, Andritany selalu masuk dalam daftar kiper papan atas Indonesia. Meski akhir-akhir ini dia tak dilirik Timnas Indonesia, tapi nilai pasar Andritany tak turun. Sejak 2020 lalu, nilai pasarnya tetap 5,21 Miliar Rupiah.

Bersama Persija Jakarta musim lalu, Andritany tampil dalam 28 pertandingan. Jumlah kebobolannya tergolong banyak, 35 gol. Catatan cleansheetnya hanya 5 kali. Tapi bukan berarti kiper 30 tahun ini sudah habis. Di kebobolan banyak gol juga karena sistem pertahanan Persija sedang buruk.

Saat ini, Andritany masih dipercaya sebagai kapten utama Persija. Artinya, dia punya jiwa kepemimpinan. Itu jadi nilai lebihnya. Dan banyak yang menilai Andritany masih layak dilirik Timnas Indonesia.

Nadeo Argawinata (Rp5,21 Miliar)

Nadeo Argawinata. Kiper berusia 31 tahun ini telah dua musim memperkuat Bali United. Karena sering dipanggil Timnas Indonesia, ia hanya tampil 17 kali di BRI Liga 1 musim ini, berbagi peran dengan Wawan Hendrawan. Ia mampu membuat 10 clean sheet musim ini. (Bola.com/Bagaskara Lazuardi)
Nadeo Argawinata. Kiper berusia 31 tahun ini telah dua musim memperkuat Bali United. Karena sering dipanggil Timnas Indonesia, ia hanya tampil 17 kali di BRI Liga 1 musim ini, berbagi peran dengan Wawan Hendrawan. Ia mampu membuat 10 clean sheet musim ini. (Bola.com/Bagaskara Lazuardi)

Nilai pasar kiper Bali United ini sama dengan seniornya di Timnas Indonesia, Andritany Ardhiyasa. Yakni 5,21 Miliar Rupiah. Tahun ini nilai pasar Nadeo meningkat. Karena musim lalu, nilainya 4,78 Miliar Rupiah. Itu tak lepas dari kinerja kiper 25 tahun asal Kediri tersebut bersama Bali United dan Timnas Indonesia.

Musim ini, Nadeo punya penampilan tak terlalu banyak di Liga 1. Dia bermain 17 kali dan kemasukan 10 gol. Tapi Nadeo berhasil mencatatkan 10 kali cleansheet. Itu kuncinya. Jadi, hanya dalam 7 pertandingan gawangnya dijebol pemain lawan.

Tapi performa menawannya juga diperlihatkan dalam ajang Piala AFF 2020 yang digelar di Singapura tahun lalu. Nadeo tampil dalam 6 laga krusial bersama Timnas Indonesia. Bisa dibilang Nadeo adalah kiper utama Timnas Indonesia waktu itu dan sampai saat ini.

Muhammad Riyandi (Rp4,35 Miliar)

Kiper Barito Putera, Muhammad Riyandi, saat tampil pada laga Torabika Soccer Championship 2016 melawan Persib di Stadion Pakansari, Bogor, Jawa Barat, Sabtu (13/8/2016). (Bola.com/Vitalis Yogi Trisna)
Kiper Barito Putera, Muhammad Riyandi, saat tampil pada laga Torabika Soccer Championship 2016 melawan Persib di Stadion Pakansari, Bogor, Jawa Barat, Sabtu (13/8/2016). (Bola.com/Vitalis Yogi Trisna)

Dia adalah salah satu kiper masa depan Indonesia. Di usia 22 tahun, Riyandi sudah terpanggil memperkuat Timnas Indonesia di kelompok usia hingga senior. Musim lalu, nilai pasarnya masih 3,48 Miliar Rupiah. Tapi tahun ini naik menjadi 4,35 Miliar Rupiah.

Padahal timnya, Barito Putera di BRI Liga 1 berada di papan bawah. Mereka harus berjuang untuk selamat dari degradasi hingga akhir musim. Karena sering dipanggil ke pemusatan latihan Timnas Indonesia, Riyandi hanya tampil dalam 15 laga bersama Barito Putera di BRI Liga 1 musim lalu. Dia kebobolan 17 gol dan mencatatkan 4 cleansheet.

Riyandi cukup banyak kebobolan karena Barito Putera sedang dalam musim yang sulit. Performa timnya kurang stabil dan membuat gawang Riyandi rentan dijebol lawan. Tapi diprediksi beberapa tahun kedepan nilai pasarnya akan lebih tinggi.

Teja Paku Alam (Rp3,91 Miliar)

Teja Paku Alam. Kiper berusia 28 tahun ini telah dua musim memperkuat Persib Bandung. Meski gagal membawa Persib juara BRI Liga 1 musim ini, performanya di bawah mistar amat menjanjikan. Ia mampu membuat 13 kali clean sheet dari 24 laga dan hanya kebobolan 13 gol. (Bola.com/Bagaskara Lazuardi)
Teja Paku Alam. Kiper berusia 28 tahun ini telah dua musim memperkuat Persib Bandung. Meski gagal membawa Persib juara BRI Liga 1 musim ini, performanya di bawah mistar amat menjanjikan. Ia mampu membuat 13 kali clean sheet dari 24 laga dan hanya kebobolan 13 gol. (Bola.com/Bagaskara Lazuardi)

Sebenarnya Teja adalah kiper terbaik di BRI Liga 1 musim lalu. Dia tampil dalam 24 pertandingan dan hanya kemasukan 13 gol. Kiper 28 tahun ini juga mencatatkan cleansheet dalam 13 pertandingan. Catatan yang luar biasa. Wajar jika Persib jadi tim dengan jumlah kemasukan paling minim musim lalu. Hanya saja dia sempat beberapa kali absen karena cedera.

Meski tampil apik, tapi kenaikan nilai pasar Teja tak begitu signifikan. Tahun lalu, nilai pasarnya 3,48 Miliar Rupiah. Jadi hanya naik 0,43 Miliar Rupiah. Bisa jadi karena tahun ini dia tak dilirik Timnas Indonesia. Karena dua kiper lain seperti Nadeo dan Riyandi nilai pasarnya naik signifikan setelah terpanggil membela Merah Putih.

Perlu diketahui, nilai pasar Teja tahun ini sama dengan saat dia masih membela Semen Padang musim 2019 silam. Padahal waktu itu Semen Padang terdegradasi di ke Liga 2. Namun Teja masih sempat jadi bagian Timnas Indonesia.

Sumber: Transfermarkt

Tengok Persaingan di BRI Musim Lalu

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel