5 Penjelasan Kebiasaan Orang Jepang Tak Suka Minum Saat Sedang Makan

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Ada kebiasaan orang Jepang yang tak umum, yakni tidak suka minum air saat sedang makan. Mereka meyakini air bisa mengganggu proses pencernaan. Dengan demikian, lebih sulit mencerna makanan untuk tubuh.

Itulah alasan mengapa restoran di Jepang hanya menyajikan secangkir air yang sangat kecil. Ini tentu sangat berbeda dengan restoran di negara Barat, pelanggan dapat menerima segelas air berukuran besar.

Kendati minum diyakini dapat menghidrasi tubuh dengan baik, meminum air di sela-sela makan dianggap berbahaya. Dengan begitu, lebih baik minum air setelah makan. Selain dapat mengganggu pencernaan, orang Jepang memiliki alasan lain.

Berikut ulasannya yang dikutip dari Bright Side, Kamis 18 Maret 2021.

1. Ganggu Pencernaan

ilustrasi gangguan sistem pencernaan/pexels
ilustrasi gangguan sistem pencernaan/pexels

Saat seseorang minum air di sela-sela makan, kondisi air liur akan mengencer. Ini jelas mempengaruhi pelepasan cairan lambung yang bertanggung jawab untuk mencerna makanan.

Minum di saat makan bisa menimbulkan perut kembung, sehingga keadaan lambung lebih lemah untuk mencerna makanan. Tubuh akan merasa kenyang lebih cepat sebelum makanan habis.

2. Mulas

Ilustrasi sakit perut. Image by Darko Djurin from Pixabay
Ilustrasi sakit perut. Image by Darko Djurin from Pixabay

Minum air di sela-sela makan, ternyata bisa menyebabkan rasa mulas pada perut. Sebab, bertambahnya volume perut dan meningkatkan tekanan pada perut.

Kondisi ini dapat memperburuk kesehatan tertentu, seperti meningkatnya asam lambung. Enzim pencernaan yang dikeluarkan tubuh juga menjadi lebih sedikit, sehingga menyebabkan reaksi tertentu seperti rasa mulas.

3. Berat Badan Bertambah

Sumber: Freepik
Sumber: Freepik

Kebiasaan minum air saat sedang makan juga dapat menyebabkan berat badan bertambah. Ketika tubuh tidak dapat mencerna makanan dengan baik, itu dapat berubah menjadi lemak. Alhasil, berat badan bakal bertambah.

Insulin juga akan dilepaskan tubuh dengan lebih banyak ke dalam darah. Akibatnya terbuka peluang lebih banyak bagi tubuh untuk menyimpan lemak. Ini membuat orang-orang Jepang terbiasa tidak minum di tengah makan.

4. Penyerapan Nutrisi Jadi Lambat

ilustrasi makanan Jepang  (sumber: Pexel)
ilustrasi makanan Jepang (sumber: Pexel)

Minum air di sela-sela makan bisa menyebabkan perut kembung, sehingga cairan pencernaan dapat berubah menjadi encer. Hal ini akan mempengaruhi tingkat keasaman alami pada perut.

Tentu saja, kondisi itu berdampak negatif pada sistem pencernaan. Akibatnya nutrisi dan vitamin yang terkandung dalam makanan hanya diserap sedikit oleh tubuh. Penyerapan nutrisi pun menjadi lambat.

5. Mulut Kering

Ilustrasi Kesehatan Mulut Credit: freepik.com
Ilustrasi Kesehatan Mulut Credit: freepik.com

Minum segelas air di sela-sela makan dipercaya bisa membuat air liur mengering. Alasan ini mungkin terdengar berlawanan, tapi orang Jepang meyakini hal itu.

Kondisi mulut kering dapat menyebabkan beberapa gejala yang membuat tidak nyaman, salah satunya bau mulut. Ini lantaran air liur berperan mengatur keadaan mulut.

Penulis:

Syifa Aulia

UPN Veteran Jakarta

Video Pilihan