5 Penjelasan soal Stok Oksigen untuk Penderita Covid-19 dari Menkes hingga Anies Baswedan

·Bacaan 4 menit
Pekerja mengisi ulang tabung oksigen medis di agen isi ulang oksigen di Cipondoh, Kota Tangerang, Kamis (24/6/2021). Permintaan tabung oksigen kebutuhan medis rumahan dan rumah sakit mengalami peningkatan hingga 100 persen sejak lonjakan kasus COVID-19 di Kota Tangerang. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Liputan6.com, Jakarta - Sempat beredar kabar ketersedian tabung oksigen di Tanah Air tidak mencukupi untuk penanganan pasien Covid-19.

Belakangan, hal tersebut dibantah oleh Menteri Kesehatan (Menkes) Gunadi Budi Sadikin. Dia menyatakan stok tabung oksigen untuk menangani pasien positif terbilang masih cukup.

Gunadi mengaku, pihaknya telah meminta komitmen dari para suplier oksigen untuk mengalihkan kapasitas oksigen industri ke oksigen medis.

"Kita memiliki kapasitas produksi di Indonesia sebagian besar untuk oksigen industri, 75 persen untuk oksigen industri. Hanya 25 persen untuk oksigen medis," ungkap Menkes di YouTube Kementerian Kesehatan RI, Jumat, 25 Juni 2021.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan juga mengatakan, ketersediaan tabung oksigen untuk pasien Covid-19 di Ibu Kota masih cukup.

Saat ditemukan kendala di lapangan untuk penanganan pasien positif, lebih disebabkan karena jumlah armada serta sumber daya manusia (SDM) yang bertugas mengantarkan tabung-tabung oksigen ke rumah sakit.

Berikut penjelasan Menkes Gunadi hingga Anies Baswedan terkait tabung oksigen bagi pasien Covid-19 yang dinilai langka saat kasus positif melonjak:

** #IngatPesanIbu

Pakai Masker, Cuci Tangan Pakai Sabun, Jaga Jarak dan Hindari Kerumunan.

Selalu Jaga Kesehatan, Jangan Sampai Tertular dan Jaga Keluarga Kita.

1. Ada 4 Pabrik Produksi Oksigen di Pulau Jawa

Menkes Budi menjelaskan, ada empat pabrik yang memproduksi oksigen di Pulau Jawa. Empat di antaranya berada di Jawa Barat, empat di Jawa Timur dan satu di Jawa Tengah.

Budi kemudian meluruskan informasi yang beredar, Jawa Tengah sempat kekurangan oksigen. Menurut dia, hal itu terjadi bukan karena stok oksigen terbatas, melainkan pabrik yang memproduksi mengalami kendala teknis.

"Sebenarnya itu memang pas ada kondisi pabriknya sempat berhenti karena aliran listrik yang terganggu sebentar. Tapi karena memang mesinnya butuh waktu untuk startup kembali sehingga memerlukan waktu," jelasnya.

Menkes Budi memastikan, saat ini, pabrik oksigen di Jawa Tengah sudah beroperasi normal. Budi mengaku telah berkoordinasi dengan Perusahaan Listrik Negara (PLN) untuk memastikan suplai listrik ke pabrik tersebut stabil.

Selain menjaga aliran listrik, Budi mengaku telah menyiapkan opsi lain mengantisipasi kekurangan oksigen di Jawa Tengah. Yakni, mengangkut oksigen dari pabrik yang berada di Jawa Tengah maupun Jawa Timur menggunakan truk.

2. Dinkes DKI Jamin Ketersediaan Pasokan Tabungan Oksigen

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menjamin ketersediaan tabung oksigen saat terjadi lonjakan kasus positif Covid-19 di Ibu Kota pada beberapa pekan terakhir.

Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Widyastuti, mengatakan pihaknya sudah berkoordinasi dengan dinas terkait untuk menjamin ketersediaan pasokan tabung oksigen medis di rumah sakit.

"Kita sudah berkordinasi dengan Dinas PPKUKM dengan para suplier dan produsen oksigen. Pada intinya oksigen diproduksi dalam jumlah cukup," kata Widyastuti saat meninjau vaksinasi Covid-19 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Sabtu, 26 Juni 2021.

Seperti dikutip dari Antara, Widyastuti menuturkan, pihaknya telah berkomunikasi dengan pemasok tabung oksigen terkait bantuan pendistribusian jika diperlukan.

"Kami selalu berkomunikasi kalau ada kendala dari arah suplier karena ada keterbatasan armada atau SDM kami siap membantu untuk bisa sampai ke rumah sakit," ujar Widyastuti.

3. Himpunan Pedagang Farmasi Sebut Stok Tabung di Pasar Pramuka Masih Aman

Ketua Himpunan Pedagang Farmasi Pasar Pramuka, Edy Haryanto mengatakan, stok tabung oksigen medis di Pasar Pramuka, Jakarta Timur masih aman untuk memenuhi tingginya permintaan yang mengalami kenaikan 15 persen dibanding saat normal.

"Masih aman persediaannya," kata Edy Haryanto di Jakarta, seperti dikutip dari Antara, Minggu, 27 Juni 2021.

Edy mengatakan, tingginya permintaan tabung oksigen medis yang terjadi secara bersamaan membuat pedagang tidak menyiapkan stok di tokonya sehingga seolah-olah persediaan menipis.

"Mungkin karena permintaan juga berbarengan jadi pas di toko kan tidak banyak, tapi enggak ada masalah," ujar Edy.

Edy mengatakan, untuk harga jual tabung oksigen medis di Pasar Pramuka saat ini sedikit mengalami kenaikan meski tidak menyebutkan angkanya.

4. Anies: Tabung Oksigen Cukup, tapi Armada Kurang

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan, permasalahan pasokan tabung oksigen untuk penanganan pasien Covid-19 terkendala karena kekurangan armada dan petugas yang mengantarkan ke rumah sakit.

"Teman-teman distributor punya pasokan oksigen yang cukup, namun terkendala kekurangan armada dan orang untuk mengantarkan ke RSUD-RSUD kita, seiring meningkatnya permintaan," ujar Anies dikutip dari akun Instagram @aniesbaswedan di Jakarta, Senin (28/6/2021).

Guna menangani kendala itu, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengoptimalkan sumber daya manusia untuk membantu distribusi dan mengantarkan tabung oksigen ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) agar mencukupi kebutuhan bagi pasien.

Anies mengungkapkan, Jakarta membutuhkan dukungan dari semua unsur termasuk persoalan pasokan tabung oksigen yang saat ini kebutuhannya meningkat hingga 2-3 kali lipat dari biasanya.

Untuk memastikan pasokan oksigen tidak terkendala, Pemprov DKI Jakarta berkoordinasi dengan para distributor oksigen di Ibu Kota pada Jumat lalu.

"Dan alhamdulillah, langsung dieksekusi jajaran dari Satpol PP, Dinas Pertamanan dan Hutan Kota, Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Bina Marga hingga Dinas Sumber Daya Air Provinsi DKI Jakarta ikut membantu memastikan distribusi oksigen lancar ke RS-RS kita," ujar Anies.

5. Polri Turut Tangan

Menindaklanjuti informasi kelangkaan yang terjadi di sejumlah daerah, Polri mengecek ketersediaan tabung oksigen untuk pasien Covid-19 guna mengantisipasi kecurangan oleh oknum tertentu.

"Nanti kami lihat apakah karena banyak yang pakai dibandingkan dengan stok," ujar Kadiv Humas Polri Irjen Pol Argo Yuwono saat dikonfirmasi di Jakarta, Senin (28/6/2021), dikutip dari Antara.

Belum lama ini dikabarkan ketersediaan tabung oksigen di pasaran mulai langka, salah satunya di Pasar Pramuka, Jakarta Timur, yang dikenal sentra farmasi Ibu Kota.

Kelangkaan tersebut dilaporkan terjadi sejak beberapa hari terakhir, di mana angka kasus Covid-19 tengah meningkat tajam. Dan salah satu kendala yang menyebabkan kelangkaan adalah permasalahan distribusi.

"Polri akan mengecek segala kemungkinan penyebab kelangkaan tabung oksigen apakah untuk pasien Covid-19 atau karena penyebab lainnya. Semua kemungkinan harus dilihat," papar Argo.

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel