5 Penyebab Inflasi di Indonesia, Jenis-Jenis, Dampak, dan Cara Tempat Mengatasinya

·Bacaan 10 menit

Liputan6.com, Jakarta Hal-hal yang mungkin bisa menjadi penyebab inflasi di Indonesia ada lima. Mulai dari meningkatnya permintaan barang dan jasa di pasaran, lalu uang yang beredar semakin banyak karena negara menggunakan anggaran defisit. Begitu juga ada desakan biaya produksi yang selaras dengan jumlah pengangguran di suatu wilayah.

Dalam buku berjudul Teori Ekonomi Makro yang terbit tahun 2002, Dwi Eko Waluyo menjelaskan tentang inflasi. Menurutnya, inflasi adalah salah satu bentuk penyakit-penyakit ekonomi yang sering timbul dan dialami hampir di seluruh negara. Kecenderungan dari kenaikan harga-harga pada umumnya serta terjadi secara terus-menerus.

Penyebab inflasi di Indonesia pun bisa terjadi karena ada penawaran dan permintaan atau inflasi campuran. Misal permintaan bertambah, maka penyediaan barang dan produksi akan menurun. Tak cuma itu, penyebab inflasi di Indonesia mungkin akan terjadi bila perilaku mayoritas masyarakat berpendapat kondisi ekonomi di masa yang akan datang akan menjadi lebih baik lagi, ini dinamakan inflasi ekspektasi.

Untuk antisipasinya, perhatikan bahwa penyebab inflasi di Indonesia yang campuran dan ekspektasi adalah paling sulit dikendalikan atau diatasi. Inilah mengapa mengetahui penyebab untuk pencegahannya penting dilakukan. Berikut Liputan6.com ulas lebih jauh tentang penyebab inflasi di Indonesia dari berbagai sumber, Senin (31/5/2021).

Penyebab Inflasi di Indonesia

Pedagang menunggu pembeli di Pasar Senen, Jakarta, Selasa (5/5/2020). Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi pada April 2020 sebesar 0,08% yang disebabkan permintaan barang dan jasa turun drastis akibat pandemi COVID-19. (Liputan6.com/Angga Yuniar)
Pedagang menunggu pembeli di Pasar Senen, Jakarta, Selasa (5/5/2020). Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi pada April 2020 sebesar 0,08% yang disebabkan permintaan barang dan jasa turun drastis akibat pandemi COVID-19. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

1. Penyebab Inflasi di Indonesia Adalah Meningkatnya Permintaan (Demand Pull Inflation)

Penyebab inflasi di Indonesia adalah meningkatnya permintaan atau demand pull inflation. Penyebab inflasi di Indonesia ini bisa terjadi bila permintaan atau daya tarik masyarakat kuat terhadap suatu barang. Penyebab inflasi di Indonesia bisa pula terjadi karena munculnya keinginan berlebihan dari suatu kelompok masyarakat yang ingin memanfaatkan lebih banyak barang dan jasa yang tersedia di pasaran. Keinginan yang terlalu berlebihan membuat permintaan menjadi bertambah, sedangkan penawaran masih tetap yang akhirnya mengakibatkan harga menjadi naik.

2. Penyebab Inflasi di Indonesia Adalah Bertambahnya Uang yang Beredar (Quantity Theory Inflation)

Penyebab inflasi di Indonesia adalah bertambahnya uang yang beredar. Teori inflasi karena bertambahnya uang yang beredar dikemukakan oleh kaum klasik yang menyatakan bahwa ada keterkaitan antara jumlah uang yang beredar dengan harga-harga. Apabila jumlah barang tetap namun jumlah uang yang beredar lebih besar dua kali lipat, maka harga barang menjadi lebih mahal dua kali lipat.

Penyebab inflasi di Indonesia yang berkaitan dengan jumlah uang yang beredar di masyarakat bisa bertambah apabila suatu negara menggunakan sistem anggaran defisit. Untuk menutup kekurangan anggaran tersebut, negara biasanya akan mencetak uang baru yang menyebabkan harga naik. Inilah kemungkinan yang bisa memicu adanya penyebab inflasi di Indonesia.

3. Penyebab Inflasi di Indonesia Adalah Meningkatnya Biaya Produksi (Cosh Push Inflation)

Penyebab inflasi di Indonesia adalah meningkatnya biaya produksi. Inflasi kenaikan biaya produksi atau cost push inflation disebabkan karena adanya dorongan kenaikan biaya produksi dalam jangka waktu tertentu secara terus menerus. Secara umum inflasi kenaikan biaya produksi yang mungkin terjadi di Indonesia disebabkan karena desakan biaya faktor produksi yang terus naik. Inflasi yang disebabkan oleh kenaikan biaya produksi biasanya terjadi di negara dengan pertumbuhan ekonomi yang sedang berkembang atau tumbuh pesat seperti Indonesia, ditambah dengan angka pengangguran yang cukup rendah.

Kenaikan biaya faktor produksi yang menjadi penyebab inflasi di Indonesia biasanya diakibatkan oleh beberapa hal:

- Turunnya nilai tukar mata uang dalam negeri dengan mata uang asing atau depresiasi. Kenaikan nilai tukar mata uang juga menyebabkan bahan baku atau barang dari luar negeri menjadi semakin mahal.

- Inflasi di luar negeri, khususnya negara partner dagang menyebabkan barang dan produk dari luar negeri juga semakin mahal.

- Ketidakseimbangan antara jumlah tenaga kerja dan permintaan barang produksi membuat pemerintah akan menaikkan harga produksi. Salah satu cara menikkan harga produksi adalah dengan menaikkan upah atau gaji karyawan serta merekrut karyawan baru dengan tawaran gaji atau upah yang lebih tinggi. Kebijakan yang seperti ini menyebabkan biaya produksi meningkat, sehingga harga barang produksi juga menjadi naik.

4. Penyebab Inflasi di Indonesia Adalah Inflasi Campuran (Mixed Inflation)

Penyebab inflasi di Indonesia adalah inflasi campuran yang dipengaruhi oleh adanya kenaikan penawaran dan permintaan. Penyebab inflasi di Indonesia membuat adanya ketidakseimbangan antara penawaran dan permintaan. Ketika permintaan terhadap suatu barang atau jasa bertambah, maka akan mengakibatkan penyediaan barang dan faktor produksi menjadi turun.

Sementara itu, pengganti atau substitusi untuk barang dan jasa tersebut terbatas atau tidak ada. Keadaan yang tidak seimbang ini yang meningkatkan adanya risiko penyebab inflasi di Indonesia. Harga barang dan jasa akan menjadi naik. Inflasi jenis ini yang mungkin terjadi di Indonesia akan sangat sulit diatasi atau dikendalikan ketika kenaikan supply akan suatu barang atau jasa lebih tinggi atau setidaknya setara dengan permintaan.

5. Penyebab Inflasi di Indonesia Adalah Inflasi Ekspektasi (Expected Inflation)

Penyebab inflasi di Indonesia adalah adanya inflasi ekspektasi. Penyebab inflasi di Indonesia ini terjadi sebagai akibat dari perilaku masyarakat yang berpendapat bahwa kondisi ekonomi di masa yang akan datang akan menjadi lebih baik lagi. Harapan masyarakat akan kondisi ekonomi di masa yang akan datang bisa menjadi penyebab inflasi di Indonesia terutama inflasi permintaan atau inflasi biaya produksi. Inflasi jenis ini yang mungkin terjadi di Indonesia tergolong sulit untuk dideteksi karena kejadiannya tidak terlalu signifikan.

Inflasi Menurut Para Ahli

Aktivitas jual beli beli di pasar kawasan Glodok, Jakarta, Selasa (28/1/2020). Bank Indonesia memproyeksikan terjadi inflasi di Januari 2020 bersumber dari beberapa komoditas pangan yang mengalami tekanan harga, di antaranya telur ayam akan berkontribusi juga ke inflasi. (Liputan6.com/Angga Yuniar)
Aktivitas jual beli beli di pasar kawasan Glodok, Jakarta, Selasa (28/1/2020). Bank Indonesia memproyeksikan terjadi inflasi di Januari 2020 bersumber dari beberapa komoditas pangan yang mengalami tekanan harga, di antaranya telur ayam akan berkontribusi juga ke inflasi. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

1. Winardi

Pengertian inflasi adalah suatu periode pada masa tertentu, terjadi ketika kekuatan dalam membeli terhadap kesatuan moneter menurun. Pengertian Inflasi tersebut dapat timbul apabila nilai uang yang didepositokan beredar lebih banyak dibandingkan atas jumlah barang atau pun jasa yang ditawarkan.

2. Dwi Eko Waluyo

Pengertian inflasi adalah salah satu bentuk penyakit-penyakit ekonomi yang sering timbul dan dialami hampir di seluruh negara. Kecenderungan dari kenaikan harga-harga pada umumnya serta terjadi secara terus-menerus. Teori ini dikemukakan dalam buku beliau yang berjudul Teori Ekonomi Makro terbitan tahun 2002.

3. Sadono Sukirno

Pengertian inflasi adalah suatu proses kenaikan harga-harga yang berlaku dalam suatu perekonomian. Pernyataan ini dinyatakan pada tahun 2002 dalam bukunya yang berjudul makro ekonomi.

4. Menurut Bank Indonesia

Pengertian inflasi adalah dalam Inflation Targeting Framework. Menurut Bank Indonesia, inflasi adalah kecenderungan harga-harga untuk meningkat secara umum dan terus menerus.

5. Nopirin (1987:25)

Pengertian inflasi adalah proses kenaikan harga barang secara umum dengan waktu yang terus menerus selama periode tertentu.

6. A. P. Lahnerinflasi

Pengertian inflasi adalah sebuah kondisi yang ana telah berlangsung kelebihan permintaan atas berbagai barang di dalam kegiatan perekonomian dengan cara menyeluruh.

7. Investoword

Pengertian inflasi adalah kondisi kenaikan harga umum secara menyeluruh terhadap barang dan juga jasa dalam suatu perekonomian yang biasanya diukur dengan indeks harga konsumen (Consumer Price Index) serta Indeks Harga Produsen (Producer Price Index).

8. Parkin dan Bade

Pengertian inflasi adalah pergeseran tingkatan harga ke arah atas. Secara mendasar hal tersebut berkaitan dengan harga yang kerap disebutkan dengan berapa banyaknya uang (rupiah) untuk mendapatkan barang tersebut.

9. Marcus

Pengertian inflasi adalah suatu nilai ketika tingkat dari sebuah harga barang maupun jasa yang tengah mengalami kenaikan.

10. Rahardja

Pengertian inflasi adalah sebuah kecenderungan atas harga yang bergerak secara meningkat dan terus-menerus dalam harga pada umumnya. Saat harga sebagian besar barang pada umumnya tengah mengalami kenaikan itulah yang disebut sebagai Inflasi.

11. Bambang dan Aristanti (2007)

Pengertian inflasi adalah suatu proses kenaikan harga-harga umum secara terus menerus. Terjadinya inflasi akan menimbulkan penurunan daya beli masyarakat. Hal tersebut terjadi sebab di dalam inflasi akan berlangsung penurunan tingkat pendapatan tiap individu.

12. Mc. Eachern

Pengertian inflasi adalah sebuah kondisi di mana kenaikan harga terjadi secara terus-menerus di dalam rata-rata tingkat suatu harga pada umumnya. Apabila tingkat harga itu berfluktuasi (bulan ini naik bulan depan turun)ketika itu terjadi setiap kenaikan harga tersebut bukanlah termasuk dalam suatu bentuk inflasi.

13. Nanga

Pengertian inflasi adalah sebuah gejala saat tingkat dari 1 harga pada umumnya tengah mengalami kenaikan secara terus-menerus. Tetapi, apabila kondisi kenaikan harga ini berlangsung dalam sekali masa saja, hal tersebut tidak dapat disebut sebagai sebuah inflasi.

14. Rimsky K. Judisseno

Pengertian inflasi adalah salah satu peristiwa ketika suatu kondisi keuangan negara sedang melemah, sehinga nilai mata uang menurun, dan atau harga barang mengalami kenaikan. Dalam kondisi seperi ini berarti, suatu negara tengah mengalami penurunan tingkat nilai mata uang.

15. Gerald J. Thuesen dan W. J. Fabrycky

Pengertian inflasi adalah sebuah keadaan yang menunjukan sebuah perubahan atas tingkat harga di dalam sebuah kegiatan perekonomian.

Jenis-Jenis Inflasi

Pedagang sayuran menunggu pembeli di sebuah pasar di Jakarta, Rabu (1/4/2020). Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan pada Maret 2020 terjadi inflasi sebesar 0,10 persen, salah satunya karena adanya kenaikan harga sejumlah makanan, minuman, dan tembakau. (Liputan6.com/Angga Yuniar)
Pedagang sayuran menunggu pembeli di sebuah pasar di Jakarta, Rabu (1/4/2020). Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan pada Maret 2020 terjadi inflasi sebesar 0,10 persen, salah satunya karena adanya kenaikan harga sejumlah makanan, minuman, dan tembakau. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

1. Jenis-Jenis Inflasi dari Sifatnya

- Inflasi ringan/merayap (creeping inflation)

Jenis-jenis inflasi ini ditandai dengan peningkatan laju inflasi yang rendah. Biasanya, kurang dari 10% setahun. Ciri dari inflasi ini adalah kenaikan harga yang relatif lambat dan berlangsung dengan lambat.

- Inflasi sedang (galloping inflation)

Jenis-jenis inflasi ini sedikit lebih tinggi dibandingkan inflasi ringan. Lajunya berkisar antara 10-30% per tahun. Jenis inflasi ini ditandai dengan kenaikan harga yang cukup besar dalam waktu yang singkat.

- Inflasi berat (high inflation)

Sesuai dengan namanya, jenis-jenis inflasi ini adalah yang tergolong berat. Mencakup laju mulai dari 30-100% setahun. Pada tingkat ini, harga kebutuhan masyarakat naik secara signifikan dan sulit dikendalikan.

- Inflasi sangat berat (hyperinflation)

Jenis-jenis inflasi ini sangat dirasakan karena terjadi secara besar-besaran dan mencapai lebih dari 100% setahun. Indonesia pun pernah mengalami hiperinflasi ini. Bahkan mencapai 600% di tahun 1998. Penyebabnya, karena terjadinya pencetakan uang secara besar-besaran demi menutup defisit anggaran pada waktu itu.

2. Jenis-Jenis Inflasi dari Asalnya

- Domestic inflation

Jenis-jenis inflasi satu ini berasal dari dalam negeri. Inflasi jenis ini biasanya diawali dengan adanya defisit dalam APBN. Jika pemerintah memutuskan untuk membiayai APBN dengan melakukan pencetakan uang baru, maka akan meningkatkan jumlah uang yang beredar.

Meningkatnya jumlah uang yang beredar ini akan cenderung meningkatkan harga-harga kebutuhan. Akhirnya, timbul inflasi dalam negeri.

Adapun hal lain yang dapat menyebabkan terjadinya inflasi dalam negeri adalah meningkatnya biaya produksi dalam negeri, dan meningkatnya permintaan masyarakat terhadap barang sementara kenaikan penawaran tidak bisa mengimbanginya.

- Imported inflation

Jenis-jenis inflasi ini berasal dari luar negeri. Inflasi ini timbul karena naiknya harga-harga kebutuhan di luar negeri atau di negara-negara mitra dagang. Karena harga kebutuhan di luar negeri meningkat, otomatis harga barang tersebut pada saat dijual kembali di Indonesia juga akan menjadi tinggi.

3. Jenis-Jenis Inflasi dari Sebabnya

- Demand Pull Inflation

Jenis-jenis inflasi ini merupakan inflasi yang terjadi akibat adanya sebuah permintaan (demand) yang tidak imbang dengan peningkatan jumlah penawaran produksi. Hal tersebut mengakibatkan kenaikan harga barang sesuai dengan hukum permintaan yakni apabila permintaan tinggi sedangkan penawaran tetap maka harga akan naik.

- Cost Push Inflation

Jenis-jenis inflasi ini merupakan inflasi yang penyebabnya adalah kenaikan biaya produksi yang disebabkan oleh kenaikan biaya input atau biaya faktor produksi.

- Bottle Neck Inflation

Sedangkan Bottle Neck Inflasi merupakan inflasi yang penyebabnya adalah faktor permintaan atau faktor penawaran.

Dampak Inflasi di Indonesia

Pembeli berbelanja kebutuhan pokok di pusat perbelanjaan Kuningan, Jakarta, Selasa (2/3/2021). Pada Februari 2021, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat laju inflasi sebesar 0,1 persen. Inflasi tersebut turun dari Januari 2021 yang mencapai 0,26 persen. (merdeka.com/Imam Buhori)
Pembeli berbelanja kebutuhan pokok di pusat perbelanjaan Kuningan, Jakarta, Selasa (2/3/2021). Pada Februari 2021, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat laju inflasi sebesar 0,1 persen. Inflasi tersebut turun dari Januari 2021 yang mencapai 0,26 persen. (merdeka.com/Imam Buhori)

1. Dampak Inflasi Terhadap Pendapatan

Inflasi dapat memberikan dampak positif dan negatif terhadap pendapatan masyarakat. Pada kondisi tertentu, misalnya inflasi lunak, justru akan mendorong para pengusaha untuk memperluas produksi sehingga meningkatkan perekonomian. Namun, inflasi akan berdampak buruk bagi mereka yang berpenghasilan tetap karena nilai uangnya tetap sedangkan harga barang/ jasa naik.

2. Dampak Inflasi Terhadap Ekspor

Dampak selanjutnya yakni inflasi juga dapat berdampak terhadap ekspor negara. Kemampuan ekspor suatu negara akan berkurang ketika mengalami inflasi, karena biaya ekspor akan lebih mahal. Selain itu, daya saing barang ekspor juga mengalami penurunan, yang pada akhirnya pendapatan dari devisa pun berkurang.

3. Dampak Inflasi Terhadap Kalkulasi Harga Pokok

Kondisi inflasi akan mengakibatkan perhitungan penetapan harga pokok menjadi sulit karena bisa menjadi terlalu kecil atau terlalu besar. Persentase inflasi yang terjadi di masa depan seringkali tidak dapat diprediksi dengan akurat. Hal ini kemudian akan membuat proses penetapan harga pokok dan harga jual menjadi tidak akurat.

4. Dampak Inflasi Terhadap Minat Menabung

Pada kondisi inflasi minat menabung sebagian besar orang akan berkurang. Alasannya, karena pendapatan dari bunga tabungan jauh lebih kecil sedangkan penabung harus membayar biaya administrasi tabungannya.

Cara Mengatasi Inflasi di Indonesia

Pedagang menata dagangannya di Pasar Senen, Jakarta, Selasa (5/5/2020). Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi pada April 2020 sebesar 0,08% yang disebabkan permintaan barang dan jasa turun drastis akibat pandemi COVID-19. (Liputan6.com/Angga Yuniar)
Pedagang menata dagangannya di Pasar Senen, Jakarta, Selasa (5/5/2020). Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi pada April 2020 sebesar 0,08% yang disebabkan permintaan barang dan jasa turun drastis akibat pandemi COVID-19. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

1. Kebijakan Fiskal

Kebijakan fiskal adalah langkah mengatasi inflasi untuk memengaruhi penerimaan dan pengeluaran pemerintah, yang memiliki beberapa keuntungan seperti menghemat pengeluaran pemerintah dan menaikkan tarif pajak.

2. Kebijakan Moneter

Kebijakan selanjutnya yang bisa diambil adalah kebijakan moneter. Kebijakan moneter bertujuan menjaga kestabilan moneter, agar dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Untuk mencapai hal tersebut, ada beberapa hal yang dapat dilakukan yakni kebijakan penetapan persediaan kas, kebijakan diskonto yaitu untuk meningkatkan nilai suku bunga, dan kebijakan operasi pasar terbuka.

3. Kebijakan Lainnya

Selain kedua jenis kebijakan di atas, ada pula kebijakan-kebijakan lain yang dapat ditetapkan oleh pemerintah untuk mengendalikan atau mengatasi inflasi, yakni meningkatkan produksi dan menambah jumlah barang di pasar. Selain itu juga dapat menetapkan harga maksimum untuk beberapa jenis.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel