5 Penyebab Kucing Muntah yang Perlu Diketahui Beserta Cara Penanganannya

·Bacaan 3 menit

Fimela.com, Jakarta Muntah merupakan kondisi umum yang dialami kucing. Muntah sering didahului dengan air liur, menjilat bibir, menelan terlalu banyak, atau bahkan menguap. Kucing yang muntah bisa ditandai dengan kontraksi perut yang kuat dan kepala yang terayun-ayun.

Banyak faktor yang dapat menyebabkan kucing muntah. Muntah disebabkan oleh apa pun yang mengiritasi lambung atau mencegah isi lambung bergerak maju di sepanjang saluran pencernaan kucing. Sebagai majikan yang baik, penting untuk mengetahi penyebab kucing muntah.

Muntah pada kucing bisa berarti masalah ringan seperti hairballs hingga fatal seperti keracunan atau penyakit. Mengetahui penyebab kucing muntah dapat menentukan penanganan apa yang dibutuhkan kucing.

Penting untuk dicatat apa yang dimuntahkan kucing, seberapa banyak dia muntah, seberapa sering muntah, dan apakah muntah itu berhubungan dengan makan atau minum. Berikut penyebab kucing muntah dan cara mengatasinya dirangkum Fimela.com dari berbagai sumber. Simak ulasan selengkapnya di bawah ini.

Hairballs

Ilustrasi Hairballs Credit: pexels.com/Steve
Ilustrasi Hairballs Credit: pexels.com/Steve

Hairballs atau bola rambut menjadi penyebab umum muntah pada kucing. Saat kucing merawat dirinya sendiri, bulu-bulunya yang rontok tersangkut di duri kecil seperti sisir di lidahnya. Karena kucing tidak bisa memuntahkan bulu itu, ia menelannya, dan jika terlalu banyak menggumpal di perut, bulu-bulu tersebut akan memakan ruang. Ini yang membuat kucing dapat memuntahkan makanannya.

Kucing juga akan memuntahkan bola rambut dari perutnya dan terkadang bisa disertai busa atau cairan kuning. Hairballs bukanlah kondisi yang perlu dikhawatirkan. Untuk mengatasi hairballs, rawat bulu kucing secara teratur.

Makan Terlalu Cepat

Ilustrasi Kucing Makan Credit: pexels.com/Guelli
Ilustrasi Kucing Makan Credit: pexels.com/Guelli

Kucing yang makan terlalu cepat atau makan berlebihan mungkin akan muntah. Masalah ini biasa terjadi di rumah dengan banyak kucing di mana kucing diberi makan bersama dan merasa mereka harus bersaing untuk mendapatkan mangkuk makanan.

Cobalah untuk memberi setiap kucing satu mangkuk makanan. Trik lain adalah menggunakan mangkuk makanan dengan benjolan di tengahnya, yang akan memaksa kucing untuk makan lebih lambat. Muntah uga bisa merupakan hasil dari perubahan pola makan yang tiba-tiba atau aktivitas yang kuat setelah makan.

Alergi Makanan

Ilustrasi Alergi Makanan Credit: pexels.com/freestocks
Ilustrasi Alergi Makanan Credit: pexels.com/freestocks

Beberapa kucing juga dapat mengalami gejolak pencernaan dari sensitivitas dan alergi makanan. Perhatikan baik-baik perilaku yang ditunjukkan kucing sebelum dan sesudah makan. Selain muntah, apakah ia mengalami diare, botak, atau kulit gatal. Beberapa kucing mungkin membutuhkan makanan khusus atau terapeutik untuk mengatasi masalahnya.

Jika kucing muntah dan mengalami gejala alergi lain seperti diare, bulu rontok, dan gatal, segera bawa kucing ke dokter hewan. Jangan mencoba mendiagnosis alergi kucing di rumah, karena mengubah makanannya sendiri bisa membuat perut kucing lebih bermasalah.

Hamil

Ilustrasi Hamil Credit: pexels.com/Ezequel
Ilustrasi Hamil Credit: pexels.com/Ezequel

Tidak cuma manusia yang bisa merasakan morning sickness saat hamil. Kucing pun mengalami hal yang sama. Meski tak semua kucing mengalaminya, pada tahap awal kehamilan, kucing mungkin mengalami mual dan kurang nafsu makan. Dengan gelombang hormon dan perubahan rahimnya, kucing mungkin menunjukkan tanda-tanda kelelahan.

Fase ini akhirnya akan memudar setelah beberapa minggu pertama berlalu. Untuk memastikan kucing hamil atau tidak, kamu bisa membawanya ke dokter hewan untuk diagnosis yang lebih tepat.

Keracunan

Ilustrasi Keracunan Credit: pexels.com/Thewonder
Ilustrasi Keracunan Credit: pexels.com/Thewonder

Ketika kucing makan sesuatu yang beracun, mekanisme perlindungan tubuh mereka melawan untuk menghilangkan racun, biasanya melalui muntah. Racun umum termasuk makanan manusia tertentu, tanaman tertentu, obat-obatan manusia, insektisida, dan bahan kimia tertentu.

Kasus keracunan bisa fatal bagi kucing. Keracunan biasa disertai dengan diare pada kucing. Berikan asupan cairan yang cukup pada kucing untuk mengatasi dehidrasi, dan segera bawa ke dokter hewan untuk penanganan lebih lanjut.

Cara Menangani Kucing yang Muntah

Ilustrasi Kucing Credit: pexels.com/Laudemula
Ilustrasi Kucing Credit: pexels.com/Laudemula

Walaupun muntah kucing kamu mungkin merupakan akibat dari sesuatu yang kecil, ia juga bisa dikaitkan dengan masalah yang lebih serius. Jika muntah, kucing tampaknya tidak berhubungan dengan kebiasaan makan atau konsumsi sesuatu yang tidak dapat dicerna, kunjungi dokter hewan.

Warna dan isi muntahan bisa sangat menentukan apa yang menyebabkan kucing muntah. Misalnya, kuning dan berbusa biasanya berarti bola rambut, tetapi empedu kuning tebal dapat menjadi pertanda masalah ginjal serius atau infeksi. Jika muntah kuning ini disertai dengan kelesuan, kehilangan nafsu makanatau perilaku abnormal, kamu harus segera mencari perhatian medis untuk kucing.

Jika kamu curiga kucing telah memakan sesuatu yang beracun, hubungi dokter hewan segera untuk instruksi pertolongan pertama. Kucing yang muntah darah selalu membutuhkan perhatian dokter hewan segera.

Perawatan untuk muntah kucing pada akhirnya akan tergantung pada penyebabnya, tetapi ada beberapa cara untuk membantu kucing menghindari gangguan perut, termasuk menawarkan porsi makan yang lebih kecil, menyediakan banyak air segar, dan menahan kucing untuk keluar memakan makanan beracun.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel