5 Penyebab Kucing Tiba-Tiba Suka Menggigit Benda dari Logam

·Bacaan 3 menit

Bola.com, Jakarta Kucing adalah makhluk yang punya rasa ingin tahu tinggi dan tergolong hewan yang cerdas. Selain menyukai mainan seperti bola, boneka, tongkat tali dan bulu, mereka juga akan terpesona dengan benda-benda yang memancarkan sinar, seperti perhiasan dan logam.

Begitu menemukan barang semacam itu ,mereka akan tertarik untuk menerkam dan bahkan menggigitnya. Secara umum, perilaku tersebut adalah hal yang normal dilakukan kucing. Tetapi bila sampai menggigit dan mengunyah benda-benda dari logam, tidak menutup kemungkinan ada masalah medis yang dialaminya kucing kamu. Kalau sudah berhubungan dengan medis maka perlu mendapatkan penanganan tepat.

Di bawah ini adalah beberapa penyebab yang membuat kucing sampai menggigit dan mengunyah benda-benda yang terbuat dari logam.

Penyakit Gigi

Kucing dengan masalah gigi dapat menggigit benda-benda yang terbuat logam untuk menenangkan giginya dari rasa sakit atau ketidaknyamanan. Masalah-masalah ini termasuk penyakit gusi, periodontitis, resorpsi gigi, dan radang gusi. Sebagian besar penyakit ini dapat diobati dengan pasta gigi ramah kucing dan sikat gigi kucing. Kunjungi dokter hewan bila masalah sakit gigi kucing tidak kunjung sembuh.

Gangguan Obsesif-kompulsif

Beberapa kucing mungkin menderita gangguan obsesif-kompulsif. Di sini mereka berperilaku merusak seperti mengunyah logam. Tanda-tanda lain dari gangguan kompulsif adalah perawatan berlebihan, sikap kucing yang agresif dan terjadi berulang-ulang. Gangguan ini harus diobati. Jika tidak, itu bisa menjadi lebih buruk ke titik di mana mereka terlibat dalam upaya menyakiti diri sendiri.

Penyebab Selanjutnya

Ilustrasi kucing. (Shutterstock)
Ilustrasi kucing. (Shutterstock)

Depresi

Seekor kucing mungkin mengalami depresi karena kehilangan anak kucing, kehamilan, atau karena kamu meninggalkannya. Misalnya saja kucing Siam bisa menjadi sangat agresif saat mereka tahu kamu akan meninggalkannya sepanjang hari.

Penyebab lain depresi adalah bila kamu pindah ke tempat baru, mengubah rutinitas kucing, atau menambahkan anggota baru ke dalam keluarga, kucing kamu mungkin merasa stres. Dan mengunyah adalah salah satu cara mereka mengatasi perubahan tersebut.

Kekurangan nutrisi dan mineral

Seekor kucing membutuhkan berbagai nutrisi dan mineral dari makanan. Namun, beberapa makanan tidak memiliki nutrisi yang cukup dibutuhkan oleh kucing. Misalnya, kucing yang sangat aktif mungkin membutuhkan lebih banyak protein (zat besi) daripada kucing yang tidak banyak bergerak.

Jika mereka tidak bisa mendapatkan semua nutrisi dari makanan yang kamu berikan, mereka mungkin mencoba menemukannya dalam logam dan benda yang bukan makanan.

Tak perlu repot mencari atau mengolah sendiri makanan kucing demi memenuhi kebutuhan nutrisi dan asam lemak omega 3. Berikan saja Muezza yang dibuat dari bahan-bahan alami dan diolah dengan teknologi modern. Bukan hanya terjamin higienis, kandungan nutrisi di dalamnya pun tetap terjaga dan bermanfaat bagi kesehatan kucing karena tanpa bahan tambahan sintetik.

Bukan hanya sehat dan lezat, brand makanan kucing kering ini pun juga sudah tersertifikasi halal dari The Central Islamic Committee of Thailand. Sehingga kamu tak perlu khawatir lagi memegang dan memberikan makanan kucing secara langsung pada anabul, juga bebas khawatir saat terkena liur hewan peliharaan, baik ketika membelai atau mencuci peralatan makan di tempat cuci piring.

Muezza tersedia dalam 4 varian rasa lengkap dengan aroma yang kuat untuk meningkatkan selera makan kucing, seperti Salmon Flavor, Mackerel Flavor, Ocean Fish Flavor, dan Tuna Flavor. Beli Muezza secara online di Shopee dan Tokopedia.

Beli Muezza di Shopee

Beli Muezza di Tokopedia

Sindrom Pica pada Kucing

Jika melihat kucing sampai memakan benda-benda terbuat dari logam, plastik, dan kain, maka kebiasaan kucing satu ini dapat dikaitkan dengan Problem Identification Corrective Action (PICA). PICA merupakan keinginan memakan benda yang bukan termasuk makanan dan tidak mengandung nilai gizi. Kebiasaan ini bisa membahayakan bila kucing sampai menelan benda tersebut karena dapat menyebabkan penyumbatan usus.

PICA lebih sering terjadi pada anak kucing, namun kucing dewasa juga dapat mengembangkan kondisi ini. Kucing siam tampaknya lebih terpengaruh oleh kondisi ini. Trah lain yang lebih rentan mengalami pica adalah Tonkinese dan Burma. Tindakan terbaik adalah mengantarkan kucing ke dokter hewan untuk diperiksa.

(*)