5 Penyebab Mendengkur saat Tidur yang Jarang Disadari, Kenali Gejala dan Cara Mengatasinya

·Bacaan 3 menit

Fimela.com, Jakarta Penyebab mendengkur saat tidur terjadi karena ada aliran udara yang bergejolak, membuat jaringan langit-langit mulut dan tenggorokan bergetar sehingga menimbulkan dengkuran.Pada dasarnya, mendengkur adalah suara yang dihasilkan dari aliran udara turbulen, menyebabkan jaringan di tenggorokan bergetar saat bernapas.

Hampir setiap orang pernah mendengkur sesekali, tapi bagi sebagian orang itu bisa menjadi masalah kronis. Bahkan terkadang, dengkuran bisa menjadi tanda kondisi kesehatan yang serius.

Guna membantu menghentikan dengkuran, biasanya diperlukan perubahan gaya hidup. Semisal menurunkan berat badan, menghindari alkohol menjelang waktu tidur atau tidur miring. Selain itu ada yang memerlukan perawatan medis dan operasi.

TERKAIT: Bukan Tanda Mengantuk, Ini 4 Alasan Kucing Mendengkur

TERKAIT: Ibu Tidur Mendengkur saat Hamil, Berbahayakah?

TERKAIT: Kamu Perempuan yang Suka Tidur Mendengkur? Ini Solusi Buatmu dan Pasangan

Secara umum, seiring bertambahnya usia dan berat badan, dengkuran bisa memburuk. Meski orang yang mendengkur bisa memiliki tipe tubuh apa saja. Tidak terlepas dari anggapan, bahwa pria besar dengan leher tebal sebagai pendengkur. Namun, perempuan kurus dengan leher kecil juga bisa mendengkur dengan keras.

Untuk lebih jelasnya, berikut Fimela.com akan mengulas 5 penyebab mendengkur saat tidur yang jarang disadari beserta gejala dan cara mengatasinya. Dilansir dari Merdeka.com, simak ulasan selengkapnya di bawah ini.

Obstructive Sleep Apnea (OSA)

Ilustrasi Tidur Mendengkur Credit: pexels.com/Vlada
Ilustrasi Tidur Mendengkur Credit: pexels.com/Vlada

Apnea Tidur Obstruktif atau Obstructive Sleep Apneaa (OSA) dalah gangguan pernapasan yang terjadi saat tidur. OSA sering tidak terdiagnosis dan dengkurannya ditandai dengan jeda berulang dalam bernapas.

Orang dengan sleep apnea cenderung mendengkur keras dengan periode hening saat berhenti di sela pernapasan. Ketika melanjutkan bernapas, bisa terdengar seperti terengah-engah atau mendengus.

OSA dikaitkan dengan kondisi kesehatan yang merugikan seperti depresi, tekanan darah tinggi, dan penyakit jantung.

Perawatan untuk OSA termasuk penggunaan perangkat continuous positive airway pressure (CPAP), perubahan gaya hidup, dan pembedahan.

Alkohol dan Obat Penenang

Ilustrasi Alkohol dan Obat Penenang Credit: pexels.com/Karolina
Ilustrasi Alkohol dan Obat Penenang Credit: pexels.com/Karolina

Melansir dari Sleep Foundation, alkohol dan obat penenang tertentu bisa menjadi penyebab mendengkur saat tidur. Karena di dalam tubuh terjadi pengenduran otot yang menopang jaringan di sekitar saluran napas.

Sehingga saat pendengkur kronis, termasuk pengidap OSA, yang minum alkohol mungkin mengalami dengkuran yang lebih parah. Biasanya dokter akan merekomendasikan untuk menghindari alkohol dan obat penenang selama jam-jam menjelang waktu tidur.

Anatomi Kepala dan Leher

Ilustrasi Anatomi Kepala dan Leher Credit: pexels.com/Andrea
Ilustrasi Anatomi Kepala dan Leher Credit: pexels.com/Andrea

Penyebab mendengkur saat tidur selanjutnya terjadi karena anatomi kepala dan leher. Ukuran dan struktur tertentu ini bisa menyebabkan dengkuran.

Misalnya, orang lebih cenderung mendengkur jika memiliki dinding pembatas hidung atau septum yang menyimpang. Seperti keadaan saat dinding antara lubang hidung bengkok atau miring ke satu sisi.

Selain itu, pertumbuhan di saluran hidung yang disebut polip. Kemudian memiliki rahang kecil, atau mempunyai lidah yang membesar atau amandel jadi penyebab mendengkur.

Cara mengatasi mendengkur akibat kondisi ini, biasanya dengan melakukan pembedahan dan peralatan gigi. Kedua metode tersebut bertujuan meningkatkan aliran udara masuk dan keluar dari saluran pernapasan saat tidur.

Kebiasaan Merokok

Ilustrasi Kebiasaan Merokok Credit: pexels.com/Megan
Ilustrasi Kebiasaan Merokok Credit: pexels.com/Megan

Penyebab mendengkur saat tidur berikutnya adalah merokok. Meski belum jelas persis mengapa perokok aktif lebih cenderung mendengkur. Tapi para peneliti menilai dengkuran mungkin terjadi karena peradangan saluran napas bagian atas dan edema pada perokok.

Berhenti merokok telah terbukti memperbaiki dengkuran, namun dibutuhkan waktu lama untuk membiasakan diri. Sebuah penelitian menunjukkan bahwa tingkat mendengkur tetap tinggi pada orang yang baru saja berhenti.

Dalam waktu sekitar empat tahun menurun untuk menyamai tingkat yang terlihat pada orang yang tidak pernah merokok.

Hidung Tersumbat Kronis

Ilustrasi Hidung Tersumbat Kronis Credit: pexels.com/Andrea
Ilustrasi Hidung Tersumbat Kronis Credit: pexels.com/Andrea

Penyebab mendengkur selanjutnya karena mengalami hidung tersumbat saat tidur. Hidung tersumbat dapat menyebabkan dengkuran, dengan mengurangi aliran udara melalui saluran napas dan menyebabkan saluran napas kolaps.

Alergi atau infeksi kerap menjadi penyebab paling umum dari hidung tersumbat. Tapi kontributor lainnya termasuk berada di lingkungan udara kering atau memiliki septum yang menyimpang.

Jika dibiarkan berlarut lama, hidung tersumbat bisa menjadi kronis dan menyebabkan kebiasaan mendengkur. Pengobatan untuk mendengkur karena hidung tersumbat, tergantung pada penyebab sumbatnya. Tapi mungkin termasuk menggunakan dekongestan hidung atau steroid hidung.

Gejala Mendengkur

Ilustrasi Gejala Mendengkur Credit: pexels.com/Andrea
Ilustrasi Gejala Mendengkur Credit: pexels.com/Andrea

Tak sedikit yang mengaitkan mendengkur dengan gangguan tidur yang disebut obstructive sleep apnea (OSA). Meski tidak semua pendengkur menderitanya.

Tapi jika mendengkur disertai dengan salah satu gejala berikut, mungkin bisa diindikasikan untuk segera menemui dokter untuk evaluasi lebih lanjut untuk OSA, seperti dikutip dari Mayo Clinic:

  • Napas yang berhenti saat tidur.

  • Mengantuk secara berlebihanan di siang hari.

  • Sulit berkonsentrasi.

  • Sakit kepala di pagi hari.

  • Sakit tenggorokan saat bangun tidur.

  • Tidur gelisah.

  • Terengah-engah atau tersedak di malam hari.

  • Tekanan darah tinggi.

  • Sakit dada di malam hari.

  • Dengkuran sangat keras hingga mengganggu orang lain.

  • Masalah perilaku atau kinerja yang buruk.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel