5 Perbedaan Cara Berkomunikasi antara Perempuan dan Pria

·Bacaan 3 menit

Fimela.com, Jakarta Pria dan perempuan berbeda dalam banyak hal. Mereka melihat dunia melalui perspektif yang sama sekali berbeda. Kunci untuk memahami perbedaan mereka adalah cara pria dan perempuan berkomunikasi. Berikut adalah beberapa perbedaan komunikasi penting yang harus Sahabat Fimela ketahui.

1. Alasan Berbicara

Pria percaya komunikasi harus memiliki tujuan yang jelas. Di balik setiap percakapan ada masalah yang perlu dipecahkan atau poin yang perlu dibuat. Komunikasi digunakan untuk sampai ke akar dilema seefisien mungkin.

Perempun menggunakan komunikasi untuk menemukan bagaimana perasaannya dan apa yang ingin dia katakan. Dia melihat percakapan sebagai tindakan berbagi dan kesempatan untuk meningkatkan keintiman dengan pasangannya. Melalui berbagi, dia melepaskan perasaan negatif dan memperkuat ikatannya dengan pria yang dicintainya.

2. Apa yang Harus Dikatakannya

Pria memprioritaskan produktivitas dan efisiensi dalam kehidupan sehari-harinya, dan percakapan tidak terkecuali. Ketika dia menceritakan sebuah cerita, dia telah memilah-milah masalah di kepalanya sendiri, dan hanya membagikan detail yang dia anggap penting untuk inti cerita.

Perempuan menggunakan komunikasi untuk mengeksplorasi dan mengatur pikirannya, untuk menemukan inti cerita. Dia mungkin tidak tahu informasi apa yang perlu atau berlebihan sampai kata-kata itu keluar. Tetapi seorang perempuan tidak selalu mencari solusi ketika dia memulai percakapan. Dia mencari seseorang untuk mendengarkan dan memahami apa yang dia rasakan.

3. Arti Mendengarkan

Ilustrasi/copyrightshutterstock/Dragon Images
Ilustrasi/copyrightshutterstock/Dragon Images

Pria dikondisikan untuk mendengarkan secara aktif. Ketika seorang perempuan memulai percakapan, dia menganggap dia mencari nasihat atau bantuannya. Dia terlibat dengan perempuan itu, menyaring semua yang dia katakana.

Perempuan melihat percakapan sebagai akhir yang produktif dalam dirinya sendiri. Jika dia merasa cukup didengar atau dipahami, dia mungkin tidak perlu mengambil tindakan lebih lanjut untuk menyelesaikan masalah atau membuat segalanya lebih baik. Fakta bahwa dia telah didengarkan meredakan kecemasannya dan menumpulkan rasa sakit dari perasaan negatif. Berbagi dengan seseorang yang memahami dan mencintainya menyembuhkannya dari dalam dan melengkapinya dengan alat emosional yang diperlukan untuk menangani cobaan dan kesengsaraan dunia luar.

4. Saat Dia Merasa Sedih

Pria akan ingin mengatasi masalahnya secara langsung, seperti seorang pemadam kebakaran. Dia merasa tidak sabar untuk memadamkan api secepat mungkin. Baginya, cara tercepat memadamkan api adalah dengan memberikan solusi. Karena dia sangat ingin menafkahi pasangannya, dia mungkin mengambil suasana hatinya secara pribadi dan membela diri. Dia mungkin mendengar hal-hal secara harfiah, tidak menyadari bahwa ketika pasangannya marah dia akan menggunakan kata-kata sebagai alat untuk mengeksplorasi dan mengekspresikan emosi yang sulit.

Perempuan, dengan menggunakan kata-kata sebagai alat untuk mengeksplorasi dan mengekspresikan emosinya yang sulit ketika dia marah, mampu memproses emosi negatifnya dan melepaskannya. Dia menghargai dukungan dan pengasuhan, dan paling terpenuhi dengan berbagi, kerja sama, dan komunitas. Ketika pria menunjukkan minat padanya dengan mengajukan pertanyaan yang penuh perhatian atau mengungkapkan keprihatinan yang tulus, dia merasa dicintai dan diperhatikan.

5. Komunikasi Putus

Pria merasa seperti diberitahu apa yang harus dilakukan. Hal terpenting bagi seorang pria adalah melakukan pekerjaan dengan baik. Ketika kompetensinya dipertanyakan, dia tidak hanya akan merasa sakit hati, tetapi dia akan memuntahkan dinding perlawanan, dan komunikasi mulai rusak. Dia berkembang dalam lingkungan di mana dia ahli. Alih-alih diberi tahu, "Kamu harus melakukan X", dia cenderung merespons dengan lebih baik. Trik untuk memperbaikinya adalah dengan menolak memberi tahu dia apa yang harus dilakukan.

Perempuan mendengar dari pasangannya bahwa masalahnya tidak senyata dan mendesak seperti yang terlihat pada saat itu. Pasangannya mungkin salah mengira bahwa dia membantu dalam memberikan perhatian. Baginya, rasanya seperti dia berusaha meminimalkan perasaannya atau membujuknya untuk tidak memilikinya.

Pria dan perempuan ingin memuaskan pasangannya, tetapi mereka mungkin meleset karena sangat sulit untuk memahami dan menerima cara komunikasi pasangan kita yang berbeda. Pria dan perempuan membutuhkan pendidikan tentang perbedaan ini untuk membantu hubungan mereka, sehingga mereka tidak berakhir dalam keadaan frustrasi dan merasa terjebak.

#ElevateWomen

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel