5 Perbedaan Jus dan Smoothies Serta Kandungan Nutrisinya

Liputan6.com, Jakarta Perbedaan jus dan smoothies masih banyak yang belum mengenalinya. Meskipun sekilas terlihat mirip, sebenarnya jus dan smoothies memiliki beberapa perbedaan yang mendasar. Kelebihan dan kekurangan masing-masing minuman tersebut pun berbeda.

Selain segar, jus dan smoothies tentu memiliki berbagai manfaat untuk kesehatan. Apalagi, biasanya kedua jenis minuman ini memang terbuat dari bahan utama buah-buahan dan sayuran pilihan. Tidak heran banyak orang yang menjadikan keduanya sebagai alternatif pemenuhan gizi.

Perbedaan jus dan smoothies selain dari pembuatannya, juga dapat dilihat dari kandungan nutrisinya. Hal ini nantinya akan berkaitan juga dengan bahan tambahan pada kedua jenis minuman tersebut. Semakin sehat bahan-bahan yang kamu gunakan, tentunya akan memberika dampak yang sheat pula untuk tubuh kamu.

Berikut Liputan6.com rangkum tentang perbedaan jus dan smoothies dari berbagai sumber, Kamis (13/2/2020).

Perbedaan Cara Membuat dan Tekstur

ilustrasi blender/copyright Shutterstock

Perbedaan jus dan smoothies yang paling mendasar tentu saja dapat dilihat dari cara pembuatannya. Jus dibuat dengan juicer yang dilengkapi ekstraktor atau diproses dengan blender biasa kemudian disaring hingga hanya meninggalkan sari-sari buah.

Bila didefinisikan, jus berarti sari buah atau sayur, yaitu cairan yang secara alami terdapat di dalam buah-buahan atau sayuran. Karenanya itulah tekstur dari jus ini adalah berupa cairan. Sedangkan smoothies dibuat dengan cara memblender beberapa jenis buah atau sayur-sayuran dengan tetap menyertakan ampasnya.

Kemudian ditambahkan dengan sejumlah bahan pemanis seperti susu, santan, atau madu untuk memperkaya rasanya. Karena tidak melewati proses penyaringan, tampilan dan tekstur smoothies akan lebih keruh dan terasa padat saat diminum. Jadi, itulah perbedaan jus dan smoothies dari cara membuat dan teksturnya.

Perbedaan Kandungan Kalori

Perbedaan Jus dan Smoothies. (via: Galih W. Satria/Bintang.com)

Perbedaan jus dan smoothies berikutnya bisa dilihat dari kandungan kalorinya. Jus buah pada umumnya lebih rendah kalori daripada smoothies. Hal ini disebabkan karena jus biasanya hanya dibuat dengan buah atau sayur (atau kombinasi keduanya), dengan tambahan sedikit gula sebagai pemanis.

Sementara itu, smoothies biasanya ditambahkan dengan berbagai pengental seperti yogurt, susu, selai kacang, tahu sutera, madu, chia seed, bubuk protein, hingga es krim. Berbagai bahan tambahan inilah yang pada akhirnya ikut mendongkrak nilai kalori smoothies.

Karena itu, smoothies sebenarnya kurang cocok untuk dijadikan minuman teman makan besar karena dapat melipatgandakan asupan kalori dalam tubuh. Namun, memasukkan terlalu banyak gula dalam jus juga dapat menyumbangkan kalori dalam jumlah yang berlebihan. Oleh karena itu, kamu perlu berhati-hati dalam mengonsumsi jus dan smoothies.

Perbedaan Kandungan Protein

Membuat Smoothies (sumber: iStockphoto)

Perbedaan jus dan smoothies juga dapat dilihat dari kandungan proteinnya. Karena bahan dasar utama jus hanyalah buah atau sayuran, kandungan protein dalam satu gelas jus tentu akan lebih sedikit daripada smoothies. Hal ini karena smoothies memiliki berbagai bahan pengental seperti susu ataupun yogurt yang mengandung protein.

Oleh karena itu, bagi kamu yang sedang butuh tambahan protein tinggi, smoothies bisa menjadi pilihan minuman sehari-hari. Namun jika merasa kebutuhan protein kamu sudah tercukupi dengan baik dari makanan, minum jus adalah pilihan yang paling tepat.

Perbedaan Kandungan Serat

Jus Buah Segar | Copyright: Shutterstock

Perbedaan jus dan smoothies berikutnya dapat dilihat dari kandungan seratnya. Serat merupakan komponen yang dibutuhkan dalam makanan sehari-hari dan memiliki berbagai peranan yang sanagat penting untuk kesehatan tubuh.

Pada dasarnya, baik jus dan smoothies sama-sama minim kadar serat. Kamu tidak akan mendapatkan serat sebanyak yang bisa kamu dapatkan jika mengonsumsi buah segar secara langsung.

Namun, jika harus dibandingkan smoothies masih memiliki serat yang lebih tinggi daripada jus. Campuran smoothies bukan hanya mengandung susu atau yogurt dengan buah, seringnya smoothie juga dicampur dengan oats, atau kacang dan biji-bijian seperti biji chia atau flaxseed (biji rami) sebagai penambah serat.

Namun, satu gelas jus mengandung lebih banyak vitamin dan mineral daripada smoothies, sebab dibutuhkan lebih banyak buah dan sayur untuk mendapatkan segelas jus.

Perbedaan dalam Membuat Kenyang

Ilustrasi/copyright shutterstock.com/Dragon Images

Perbedaan jus dan smoothies berikutnya adalah berdasarkan kepadatan nutrisinya. Serat dalam smoothies membuat kamu kenyang lebih cepat, dan protein membantu menjaga perut tahan kenyang lebih lama. Bahkan, smoothies juga dapat menyeimbangkan gula darah.

Sedangkan, efek mengenyangkan dari jus lebih sedikit dibandingkan dengan smoothies. Namun, kandungan nutrisi dalam jus lebih mudah diserap tubuh, sehingga bisa memberikan suntikan energi instan.

Selain berbagai nilai plus yang dimiliki, jus dan smoothies juga memiliki kekurangan. Jus memerlukan lebih banyak bahan, karena seratnya tidak diikutsertakan. Jadi kamu juga perlu merogoh kocek ekstra untuk membeli buah dan sayur setiap hari.

Di sisi lain, kamu perlu mengonsumsi smoothies dalam kuantitas yang lebih besar untuk mendapatkan nutrisi yang setara dengan segelas jus.