5 Pergantian Pemain Sepak Bola Paling Bersejarah: Dari Pentas Liga Champions, Piala Eropa sampai Piala Dunia

·Bacaan 4 menit

Bola.com, Jakarta - Dalam dunia sepak bola pergantian pemain termasuk strategi yang diterapkan oleh pelatih. Masuknya pemain pengganti diharapkan dapat membawa angin segar atau dapat memecah kebuntuan tim.

Namun, kebanyakan orang menganggap pemain cadangan hanya pilihan kedua di mata pelatih. Bahkan banyak dari mereka yang memandang sebelah mata pemain yang masuk lapangan dari kursi cadangan.

Meski begitu, tak jarang setiap pemain pengganti masuk dan malah memberi kontribusi besar bagi tim. Entah menjadi penyelamat dari kekalahan ataupun membawa keajaiban untuk tim.

Banyak gol-gol penting lahir dari kaki para pemain pengganti ini dan akhirnya berbuah trofi bagi tim yang ia bela.

Berikut lima pergantian pemain sepak bola yang paling bersejarah:

1. Georginio Wijnaldum (Liverpool, leg kedua semifinal Liga Champions 2018/2019)

Ekspresi pemain Liverpool, Georginio Wijnaldum, setelah membobol gawang Barcelona pada leg kedua semifinal Liga Champions 2018-2019 di Stadion Anfield, Rabu (8/5/2019) dini hari WIB. (AFP/Paul Ellis)
Ekspresi pemain Liverpool, Georginio Wijnaldum, setelah membobol gawang Barcelona pada leg kedua semifinal Liga Champions 2018-2019 di Stadion Anfield, Rabu (8/5/2019) dini hari WIB. (AFP/Paul Ellis)

Pada semifinal Liga Champions 2018/2019 kontra FC Barcelona, Liverpool punya tugas berat untuk membalikan keadaan. The Reds membutuhkan empat gol untuk lolos ke partai final, sebab di leg pertama Liverpool kalah 0-3 di hadapan pendukung El Barca.

Liverpool pun sukses membuat comeback bersejarah. Salah satu pemain yang tampil bersinar yakni Georginio Wijnaldum. Gelandang asal Belanda itu baru masuk di awal babak kedua sebagai pemain pengganti Andrew Robertson, dan secara mengejutkan tampil superior dengan sumbangan dua gol.

Gol pertama Wijnaldum datang pada menit ke-54, berselang dua menit sundulannya kembali merobek jala Blaugrana. The Reds pun akhirnya melaju ke partai puncak setelah menang dengan aggregat 4-3.

2. Gareth Bale (Real Madrid, final Liga Champions 2017/2018)

Penyerang Real Madrid, Gareth Bale, melakukan selebrasi usai mencetak gol ke gawang Liverpool pada laga final Liga Champions di Stadion NSC Olimpiyskiy, Kiev, Minggu (27/5/2018). Real Madrid menang 3-1 atas Liverpool. (AP/Sergei Grits)
Penyerang Real Madrid, Gareth Bale, melakukan selebrasi usai mencetak gol ke gawang Liverpool pada laga final Liga Champions di Stadion NSC Olimpiyskiy, Kiev, Minggu (27/5/2018). Real Madrid menang 3-1 atas Liverpool. (AP/Sergei Grits)

Gareth Bale menjadi sosok penting di balik prestasi Real Madrid meraih hattrick Liga Champions ketika mengahadapi Liverpool di partai final. Bale masuk sebagai pemain pengganti di menit ke-61 ketika skor masih sama kuat 1-1.

Berbekal kecepatan dan teknik mumpuni, pemain asal Wales itu diharapkan membuat perubahan di lini serang Los Blancos. Terbukti lewat aksi akrobatik, Bale sukses membuat gol indah pada menit ke-64 selang tiga menit masuk dari bangku cadangan.

Kemudian pada menit ke-83, Bale mencetak gol keduanya melalui tembakan keras dari luar kotak penalti yang salah diantisipasi kiper Liverpool, Loris Karius.

Alhasil, El Real keluar sebagai juara Liga Champions 2017/2018 dan menjadi satu-satunya klub yang meraih gelar Liga Champions tiga kali berturut-turut.

3. Eder (Portugal, final Piala Eropa 2016)

Para pemain Portugal merayakan gol Eder ke gawang Prancis pada final Piala Eropa 2016 di Stade de France, Saint-Denis, Minggu (10/7/2016). (AFP/Miguel Medina)
Para pemain Portugal merayakan gol Eder ke gawang Prancis pada final Piala Eropa 2016 di Stade de France, Saint-Denis, Minggu (10/7/2016). (AFP/Miguel Medina)

Kesuksesan Timnas Portugal mencapai partai final Piala Eropa 2016 tak lepas dari jasa sang megabintang, Cristiano Ronaldo. Namun, keadaan berubah ketika mereka menghadapi Prancis di partai final.

Ronaldo harus ditarik keluar lantaran mengalami cedera pada menit ke-25. Alhasil, Portugal harus berjuang sebagai tim untuk mengalahkan Prancis di Stade de France.

Namun, siapa yang menyangka partai final ini menjadi panggung bagi sosok sang pemain pengganti. Yap, Eder sukses membawa Timnas Portugal meraih gelar juara Piala Eropa 2016.

Eder masuk di menit ke-79 menggantikan Renato Sanches demi menambah daya gedor lini depan Portugal. Skor 0-0 terus bertahan hingga menit ke-109. Sebelum penyerang berusia 32 tahun itu mengubah keadaan.

Tendangan kerasnya ke pojok gawang Hugo Lloris telah menjadi satu-satunya gol yang tercipta di laga itu.

4. Mario Gotze (Jerman, final Piala Dunia 2014)

Mario Gotze menjadi bintang saat mencetak gol tunggal ke gawang Argentina di final Piala Dunia 2014. Gol itu pun membawa Jerman menjadi juara dunia untuk keempat kalinya.
Mario Gotze menjadi bintang saat mencetak gol tunggal ke gawang Argentina di final Piala Dunia 2014. Gol itu pun membawa Jerman menjadi juara dunia untuk keempat kalinya.

Laga final Piala Dunia 2014 antara Jerman melawan Argentina, jadi bukti bahwa kunci kemenangan bisa datang dari pemain cadangan. Yap, dia adalah Mario Gotze.

Gotze masuk pada menit ke-88 menggantikan penyerang veteran Miroslav Klose. Pemain berlabel Messi dari Jerman itu diharapkan dapat memecah belah pertahanan Argentina yang dikawal Nicholas Otamendi.

Terbukti, taktik pelatih Jerman, Joachim Low berbuah manis. Tepat tujuh menit sebelum laga berlanjut ke babak adu penalti, Gotze merubah skor menjadi 1-0 untuk keunggulan Timnas Jerman.

Memanfaatkan umpan silang Andre Schurrle, penyerang mungil itu dapat mengontrol bola dengan dada dan langsung melakukan tembakan ke gawang Sergio Romero.

Alhasil, berkat gol semata wayang Gotze, Jerman pun keluar sebagai juara Piala Dunia 2014. Sekaligus memupus harapan Lionel Messi meraih gelar Piala Dunia pertamanya.

5. Ole Gunnar Solskjaer & Teddy Sheringham (Manchester United, final Liga Champions 1998/1999)

Striker MU, Ole Gunnar Solskjaer mengangkat trofi Liga Champions setelah mengalahkan Bayern Munchen di Stadion Camp Nou, Barcelona pada 26 Mei 1999. Solskjaer menjadi penentu kemenangan MU berkat golnya di menit terakhir. (AFP Photo/Eric Cabanis)
Striker MU, Ole Gunnar Solskjaer mengangkat trofi Liga Champions setelah mengalahkan Bayern Munchen di Stadion Camp Nou, Barcelona pada 26 Mei 1999. Solskjaer menjadi penentu kemenangan MU berkat golnya di menit terakhir. (AFP Photo/Eric Cabanis)

Memang layak Ole Gunnar Solskjaer dijuluki sebagai super sub. Sepanjang kariernya bersama Manchester United, Ole banyak memulai laga dengan masuk dari bangku cadangan. Namun, pergantian melawan Bayern Munchen di final Liga Champions 1998/1999 menjadi yang tak terlupakan.

Bayern yang sudah unggul 1-0 sejak babak pertama, semakin membuat United tertekan di babak kedua. Beruntung Sir Alex Ferguson masih memilik Ole di bangku cadangan.

Penyerang ajaib itu dimasukan Sir Alex tepat 10 menit sebelum laga berakhir, dan pergantian itulah yang menjadi sejarah bagi Setan Merah.

MU melakukan comeback spesial di babak perpanjangan waktu berkat gol Teddy Sheringham dan Ole Gunnar Solskjaer. Gol Ole memanfaatkan bola liar hasil sundulan Sheringham di menit 90+3 membawa MU meraih trofi Liga Champions 1998/1999.

Menariknya satu gol MU yang dicetak pada menit ke-90+1 juga berasal dari pemain pengganti. Sheringham baru masuk pada menit ke-67 menggantikan Jesper Blomqvist.

Sumber: Channel YouTube TellMeFootball

Penulis: Reinaldo Ortensio

Saksikan Video Pilihan Kami: