5 Pernyataan Jokowi Saat Buka Pameran Otomotif Indonesia IIMS Hybrid 2021

·Bacaan 5 menit

Liputan6.com, Jakarta - Presiden Joko Widodo atau Jokowi pada Kamis, 15 April 2021 membuka pameran Otomotif Indonesia International Motor Show (IIMS) Hybrid 2021.

Dalam pembukaan yang dihadiri Jokowi secara virtual di Istana Negara Jakarta itu, dirinya menyampaikan sejumlah pesan.

Salah satunya, Jokowi meminta semua masyarakat untuk tetap waspada terhadap penularan virus Corona yang menyebabkan Covid-19.

Pasalnya, dia menyebut beberapa negara kembali mengalami lonjakan kasus Covid-19 karena tak waspada.

"Ini hati-hati. Banyak negara lain sudah turun, anjlok Covid-nya, tetapi karena enggak bisa menjaga kewaspadaannya, enggak hati-hati kemudian meloncat naik lagi. Ini yang harus kita jaga," ujar Jokowi saat memberi sambutan dalam Pembukaan Pameran Otomotif Indonesia Internasional Motor Show (IIMS) 2021, yang ditayangkan di Youtube Sekretariat Preasiden, Kamis, 15 April 2021.

Selain itu, Jokowi berharap industri otomotif segera bangkit dari keterpurukan, setelah dihantam pandemi virus Corona Covid-19.

"Industri otomotif merupakan penggerak perekonomian untuk segera kita akselarasi, kita percepat. Karena di sini, banyak keterlibatan dalam negeri mulai dari hulu sampai hilir yang harus ditingkatkan. Industri UMKM dan rantai pasok terus ditingkatkan," papar dia.

Berikut sederet pernyataan Jokowi saat membuka acara pameran Otomotif Indonesia International Motor Show (IIMS) Hybrid 2021 dihimpun Liputan6.com:

** #IngatPesanIbu

Pakai Masker, Cuci Tangan Pakai Sabun, Jaga Jarak dan Hindari Kerumunan.

Selalu Jaga Kesehatan, Jangan Sampai Tertular dan Jaga Keluarga Kita.

Minta Semua Tetap Waspada

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengapresiasi dakwah kepeloporan di sektor perekonomian yang dilakukan oleh Pemuda Muhammadiyah saat membuka secara virtual, Jumat (2/4/2021). (Biro Pers Sekretariat Presiden)
Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengapresiasi dakwah kepeloporan di sektor perekonomian yang dilakukan oleh Pemuda Muhammadiyah saat membuka secara virtual, Jumat (2/4/2021). (Biro Pers Sekretariat Presiden)

Presiden Joko Widodo atau Jokowi meminta semua masyarakat untuk tetap waspada terhadap penularan virus Corona yang menyebabkan Covid-19.

Pasalnya, dia menyebut beberapa negara kembali mengalami lonjakan kasus Covid-19 karena tak waspada.

"Ini hati-hati. Banyak negara lain sudah turun, anjlok Covid-nya, tetapi karena enggak bisa menjaga kewaspadaannya, enggak hati-hati kemudian meloncat naik lagi. Ini yang harus kita jaga," kata Jokowi saat memberi sambutan dalam Pembukaan Pameran Otomotif Indonesia Internasional Motor Show (IIMS) 2021, yang ditayangkan di Youtube Sekretariat Preasiden, Kamis, 15 April 2021.

Dia menyampaikan bahwa pada Januari 2021, kasus harian Covid-19 di Tanah Air berada di angka 13.000 hingga 15.000. Jokowi menyebut saat ini kasus Corona di Indonesia sudah mulai menurun di angka 3.000-6.000.

"Dalam 3 minggu ini kita sudah berada di angka yang baik menurut saya 6.000, 5.000, 4.000, naik-turun berada di angka di itu. Ini yang harus kita jaga dan terus kita tekan agar terus berkurang," ucap Jokowi.

Disisi lain, dia mengatakan bahwa angka kesembuhan pasien Covid-19 di Indonesia berada di angka 90,5 persen. Adapun angka ini lebih baik dari rata-rata persentase kesembuhan dunia.

"Angka kesembuhan kita juga sudah mencapai di atas 90 persen, 90,5 persen di atas rata-rata jauh di atas rata-rata dunia, jauh juga di atas rata-rata Asia. Ini juga yang harus dijaga," tutur Jokowi.

Dukung Dunia Otomotif

Jokowi Pernikahan Atta Halilintar dan Aurel Hermansyah (Instagram/attahalilintar)
Jokowi Pernikahan Atta Halilintar dan Aurel Hermansyah (Instagram/attahalilintar)

Selain itu, dalam sambutannya, Jokowi mengaku ingin hadir dalam perhelatan yang digelar setiap tahun itu untuk mendukung dunia otomotif di Tanah Air segera bangkit.

"Sebenarnya saya ingin hadir secara langsung di acara Indonesia International Motor Show tahun ini. Karena saya ingin industri otomotif di Indonesia segera bangkit setelah diterpa pandemi Covid-19," kata Jokowi.

Jokowi juga ingin segera memperkerjakan lebih banyak lagi tenaga kerja, serta mengajak para industri UMKM untuk seger bergerak.

"Segera bisa menaikkan ekspor kita ke negara-negara lain ke pasar global," ungkap dia.

Dunia Otomotif Jadi Skala Prioritas

Di Istana Merdeka Jakarta, Selasa (6/4/2021), Presiden Joko Widodo (Jokowi) memberikan arahan terkait penanganan bencana Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Nusa Tenggara Barat (NTB) akibat Siklon Tropis Seroja. (Biro Pers Sekretariat Presiden)
Di Istana Merdeka Jakarta, Selasa (6/4/2021), Presiden Joko Widodo (Jokowi) memberikan arahan terkait penanganan bencana Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Nusa Tenggara Barat (NTB) akibat Siklon Tropis Seroja. (Biro Pers Sekretariat Presiden)

Selain itu, menurut Jokowi, begitu juga dengan nilai tambah ekonomi untuk dalam negeri, yang harus menjadi prioritas.

"Tentu saja yang paling penting adalah penyerapan tenaga kerja lokal, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Goal-nya di sini," tambahnya.

Sementara itu, transformasi menuju teknologi hijau di dalam industri otomotif nasional juga perlu dilakukan.

Pasalnya, teknologi hijau begitu juga dengan ekonomi hijau, akan menjadi tumpuan Indonesia karena memiliki potensi untuk hal tersebut.

"Penggunaan energi terbarukan, seperti B30 dan B100 harus terus dilanjutkan. Demikian juga pengembangan industri mobil listrik, ini juga harus segera dipercepat. Dan kita harapkan menjadi salah satu industri unggulan negara kita," terang dia.

Tingkatkan Iklim Investasi Dunia Otomotif

Presiden Joko Widodo (Jokowi) tampak asyik membuat vlog dengan kamera handphone saat menyaksikan laga final Piala Presiden 2018 antara Persija Jakarta vs Bali United di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Sabtu (17/2). (Liputan6.com/Pool/Biro Pers Setpres)
Presiden Joko Widodo (Jokowi) tampak asyik membuat vlog dengan kamera handphone saat menyaksikan laga final Piala Presiden 2018 antara Persija Jakarta vs Bali United di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Sabtu (17/2). (Liputan6.com/Pool/Biro Pers Setpres)

Selain itu, menurut Jokowi, pemerintah juga terus berusaha untuk meningkatkan iklim investasi otomotif di dalam negeri.

Dengan berbagai kebijakan pendukung tersebut, diharapkan bisa lebih memberikan kemudahan untuk berbagai investor yang hendak membangun bisnis produktif di Indonesia.

"Kebijakan relaksasi pajak juga sudah diterbitkan oleh pemerintah, untuk mendongkrak penjualan dan daya beli produk otomotif untuk mendorong makin banyak permintaan agar ada demand yang bisa menggerakan industri otomotif kita," ucap dia.

Sebut Industri Otomotif Mulai Membaik

Di Istana Merdeka Jakarta, Selasa (6/4/2021), Presiden Joko Widodo (Jokowi) memberikan arahan terkait penanganan bencana Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Nusa Tenggara Barat (NTB) akibat Siklon Tropis Seroja. (Biro Pers Sekretariat Presiden/Lukas)
Di Istana Merdeka Jakarta, Selasa (6/4/2021), Presiden Joko Widodo (Jokowi) memberikan arahan terkait penanganan bencana Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Nusa Tenggara Barat (NTB) akibat Siklon Tropis Seroja. (Biro Pers Sekretariat Presiden/Lukas)

Jokowi menyebut industri otomotif Indonesia sudah mulai membaik, setelah dihantam pandemi Covid-19.

Hal ini diungkap Jokowi usai menerima laporan dari Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita bahwa permintaan atas otomotif sudah lebih dari 100 persen.

"Purchase ordernya ada 190 persen. Artinya, harus inden. Artinya, yang memproduksi ini kewalahan, artinya lagi industri otomotif sudah bangkit kembali," kata Jokowi.

Jokowi juga mendengar bahwa Purchasing Manager Index (PMI) Indonesia saat ini berada di angka 53 persen, melompat naik pada saat normal. Bahkan, Bank Indonedia menyebut sudah di angka 55.

Padahal, dalam kondisi normal sebelum adanya pandemi, PMI Indonesia hanya berada di angka 51. Untuk itu, Jokowi mengingatkan agar kebangkitan industri otomotif ini terus dijaga.

"Ini harus betul-betul kita jaga agar kebangkitan di industri otomotif ini jangan sampai terganggu lagi karena pandemi covid naik," ucapnya.

Jokowi menyampaikan bahwa industri otomotif menjadi prioritas untuk menumbuhkan investasi. Terlebih, Indonesia saat ini sudah memiliki UU Cipta Kerja dan Lembaga Pengelola Investasi (LPI).

"Ini kita harapkan akan memberikan banyak kemudahan kepastian bagi para inevestor untuk bangun industri di dalam," jelas Jokowi.

Jokowi dan Pemimpin Dunia Disuntik Vaksin Covid-19

Infografis Jokowi dan Pemimpin Dunia Disuntik Vaksin Covid-19. (Liputan6.com/Trieyasni)
Infografis Jokowi dan Pemimpin Dunia Disuntik Vaksin Covid-19. (Liputan6.com/Trieyasni)

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini: