5 Pernyataan Jokowi soal Perkembangan Covid-19 dan Munculnya Gelombang Kedua di Eropa

·Bacaan 4 menit

Liputan6.com, Jakarta - Presiden Joko Widodo atau Jokowi kembali menyampaikan informasi terkini terkait perkembangan kasus virus corona Covid-19 di Tanah Air.

Dalam sidang kabinet paripurna Senin, 2 November kemarin, Jokowi mengapresiasi tingkat kesembuhan Covid-19 di Indonesia berada di atas rata-rata dunia, yakni sebesar 82,84 persen.

Namun dia meyakini bahwa angka tersebut bisa lagi ditingkatkan. Untuk itu, kepada semua pihak, khususnya masyarakat Jokowi meminta agar terus mematuhi protokol kesehatan yang telah ditetapkan pemerintah.

Kabar baik lainnya yang disampaikan Jokowi, bahwa persentase kasus aktif Covid-19 di Indonesia lebih rendah dibanding angka dunia. Angka rata-rata kasus aktif dunia mencapai 25,22 persen, sedangkan di Indonesia kasus aktif sebesar 13,78 persen.

"Ini yang terus harus ditekan sehingga angka 13,78 persen ini bisa kita perkecil lagi," ujar Jokowi saat memimpin sidang kabinet paripurna dari Istana Negara Jakarta, Senin, 2 November 2020.

Selain itu, Jokowi juga meminta masyarakat waspada akan potensi munculnya gelombang kedua Covid-19 di Tanah Air akibat melonjaknya kasus positif di negara Eropa.

"Jadi jangan sampai kita teledor, jangan kita kehilangan kewaspadaan sehingga kejadian itu terjadi di negara kita," tambanya.

Berikut pernyataan Jokowi terkait perkembangan kasus Covid-19 di Indonesia dihimpun Liputan6.com:

** #IngatPesanIbu

Pakai Masker, Cuci Tangan Pakai Sabun, Jaga Jarak dan Hindari Kerumunan.

Selalu Jaga Kesehatan, Jangan Sampai Tertular dan Jaga Keluarga Kita.

1. Kasus Aktif Covid-19 di RI Lebih Kecil dari Rata-Rata Dunia

Jokowi menyebut rata-rata kasus aktif virus Corona (Covid-19) di Indonesia lebih baik dibandingkan dunia. Kendati begitu, Jokowi ingin agar kasus aktif corona di tanah air terus ditekan dan diperkecil lagi.

"Kita memiliki kasus aktif sebesar 13,78 persen (data per 1 November), rata-rata dunia kasus aktifnya 25,22 persen. Ini yang terus harus ditekan sehingga angka 13,78 persen ini bisa kita perkecil lagi," ujar Jokowi saat memimpin sidang kabinet paripurna dari Istana Negara Jakarta, Senin, 2 Oktober 2020.

Kasus aktif adalah kasus konfirmasi positif Covid-19 dikurangi jumlah pasien yang sembuh dan meninggal.

2. Angka Kesembuhan RI di Atas Rata-Rata Dunia

Menurut catatan dari Satuan Tugas Penangan Covid-19, angka kesembuhan di Indonesia meningkat.

"Angka kesembuhan kita sekaran berada di 82,84 persen, rata-rata dunia 72 persen. Jadi, angka kesembuhan kita lebih baik," lanjut Jokowi

Meskipun begitu, Jokowi menambahkan masalah kematian di Indonesia harus diperhatikan. Mengingat jumlahnya cukup tinggi.

"Kita juga harus perbaiki lagi. Angka kematian kita masih di atas rata-rata dunia. Angka kematian atau kasus meninggal (Covid-19) di Indonesia di angka 3,38 persen," tambahnya.

"Rata-rata (kematian) dunia berada di angka 2,5 persen. Ini patut menjadi perhatian kita semuanya. Dan (segala hal) yang berkaitan dengan COVID-19, Saya ingin menekankan, hati-hati jadi perhatian kita semuanya," ungkapnya.

3. Jaga Keseimbangan

Jokowi juga mengingatkan jajaran menterinya untuk selalu menjaga keseimbangan saat mengatasi dampak kesehatan dan ekonomi akibat pandemi Covid-19. Pasalnya, kedua hal tersebut sama pentingnya.

"Ini yang saya kira sudah berpuluh-puluh kali saya sampaikan tapi perlu sekali lagi ini saya tekankan," jelas Jokowi.

4. Waspada Munculnya Gelombang Kedua Covid-19

Kepada jajaran menterinya, kembali Jokowi mengingatkan untuk waspada akan munculnya gelombang kedua virus Corona atau Covid-19.

Dia meminta para menteri untuk berwaspada agar kejadian tersebut tak terjadi di Indonesia.

"Saya ingin menekankan sekali lagi hati-hati karena di Eropa sudah muncul gelombang kedua yang naiknya sangat drastis sekali. Jadi jangan sampai kita teledor, jangan kita kehilangan kewaspadaan sehingga kejadian itu terjadi di negara kita," kata Jokowi saat memimpin sidang kabinet paripurna dari Istana Negara Jakarta, Senin, 2 Oktober kemarin.

Menurut Jokowi, kasus positif Covid-19 di sejumlah negara di Eropa mengalami peningkatan yang cukup signifikan. Pemerintah Prancis bahkan kembali menerapkan lockdown nasional imbas kasus Corona yang tembus 1 juta.

"Kita juga lihat angka-angka beberapa negara. Prancis melompatnya dari berapa ke berapa. Itali juga melompatnya, Inggris, Jerman, Spanyol ada kenaikan yang sangat drastis," kata dia.

"Ini agar menjadi perhatian kita semuanya dan kehati-hatian kita semuanya," sambung Jokowi.

5. Selalu Kenakan Masker

Tak hanya kepada jajaran menterinya, kepada seluruh lapisan masyarakat, Jokowi mengingatkan agar selalu disiplin patuhi protokol kesehatan untuk mencegah penularan virus Corona atau Covid-19. Khususnya, memakai masker saat beraktivitas di luar rumah.

"Apa pun motif maskernya, gambar batik atau lukisan kembang, bergaris atau polos semua bagus. Kenakan masker untuk melindungi diri dan orang lain," kata Jokowi dikutip dari akun instagramnya @jokowi, Senin (2/11/2020).

Sementara itu, pemerintah kini memang sedang menyiapkan pengadaan vaksin dan pelaksanaan vaksinasi Covid-19. Pemerintah bahkan telah menyiapkan sejumlah kandidat vaksin untuk disuntikkan ke masyarakat.

Lima di antaranya adalah, Sinovac, Sinopharm, CanSino, Genexine, AstraZeneca. Kendati begitu, Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito meminta masyarakat tidak terlena dengan pengadaan vaksin Corona. Dia mengingatkan masyarakat untuk tetap mematuhi protokol kesehatan.

(Fifiyanti Abdurahman)

Saksikan video pilihan di bawah ini: