5 Pernyataan Jokowi Terkait Penanganan Covid-19 di Hadapan Kepala Daerah

·Bacaan 4 menit
Presiden Joko Widodo ketika menyerahkan zakat mal di Istana Negara, Jakarta, Kamis (16/5/2019). Jokowi bersama para menteri, kepala lembaga, hingga direksi BUMN melakukan pembayaran zakat mal melalui Baznas senilai Rp 55 juta secara tunai. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Liputan6.com, Jakarta Presiden Joko Widodo atau Jokowi meminta seluruh kepala daerah untuk menjaga kasus aktif Covid-19 di wilayahnya agar tak terjadi lonjakan seperti di India. Terlebih, dalam waktu dekat masyarakat memasuki libur Lebaran 2021.

Hal ini disampaikan Jokowi saat memberikan pengarahan kepada kepala daerah se-Indonesia di Istana Negara, Jakarta, Rabu 28 April 2021.

"Jangan kehilangan kewaspadaan. Ikuti angka-angkanya, ikuti kurvanya, ikuti harian. Begitu (kasus) naik sedikit, segerakan untuk ditekan kembali agar terus menurun," jelas Jokowi di YouTube Sekretariat Presiden, Kamis (29/4/2021).

Meskipun India sempat melandaikan kurva kasus aktif positif Covid-19 pada Januari 2021, namun kini diketahui kasus aktif Covid-19 di India mencapai 350.000 per hari.

Sebelumnya, pemerintah Indonesia bahkan sempat menghubungi Menteri Kesehatan India untuk menanyakan kunci keberhasilan penanganan Covid-19 saat itu. Hingga kemudian mengadopsi kebijakan yang diterapkan India yakni, dengan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) skala mikro.

"Beliau (Menteri Kesehatan India) menyatakan kuncinya adalah mikro lockdown. Sehingga kita adopsi disini menjadi PPKM skala mikro," ucap Jokowi.

Berikut ini adalah sejumlah pernyataan Jokowi terkait upaya penanganan Covid-19 dihimpun Liputan6.com:

** #IngatPesanIbu

Pakai Masker, Cuci Tangan Pakai Sabun, Jaga Jarak dan Hindari Kerumunan.

Selalu Jaga Kesehatan, Jangan Sampai Tertular dan Jaga Keluarga Kita.

1. Kasus Naik di Beberapa Daerah

Jokowi menyebut, saat ini beberapa daerah di Indonesia mengalami kenaikan kasus Covid-19. Adapun daerah-daerah tersebut antara lain, Sumatera Selatan, Aceh, Lampung, Jambi, Kalimantan Barat, NTT, Riau, Bengkulu, dan Kepulauan Riau.

"Saya melihat beberapa daerah sudah mulai terjadi kenaikan. Perlu saya sampaikan, hati-hati," kata Jokowi saat memberikan pengarahan kepada kepala daerah se-Indonesia di Istana Negara, Jakarta, Rabu 28 April 2021.

"Ada kenaikan, karena grafis dan kurva harian (Covid-19) selalu kita ikuti," sambungnya.

2. Pantau Perkembangan Kasus Jelang Libur Panjang

Selain itu, Jokowi juga meminta kepala daerah untuk terus memantau perkembangan kasus Covid-19 di wilayahnya agar tak terjadi lonjakan. Terlebih, sebentar lagi akan memasuki momentum libur panjang Lebaran 2021.

"Hati-hati dengan mudik Lebaran. Hati-hati. Cek, kendalikan, dan pengaturan yang mudik itu sangat penting sekali," ujarnya.

Jokowi menyebut libur panjang sangat berpotensi menjadi penyebab terjadi lonjakan kasus virus corona di Indonesia. Menurut dia, pada libur panjang Lebaran 2020, kasus Covid-19 di Tanah Air naik hingga 93 persen.

"(Libur panjang) Agustus tahun lalu naik 119 persen, libur Oktober naik 95 persen, Tahun Baru naik sampai 78 persen. Oleh sebab itu, hati-hati, hati-hati. Libur Paskah 2 minggu lalu kurang lebih hampir 2 persen, hati-hati," jelasnya.

3. Terus Waspada

Jokowi juga mengingatkan, bahwa saat ini terjadi lonjakan kasus Covid-19 di sejumlah negara seperti, India, Brazil, Turki, dan Uni Eropa. Bahkan, India mencatat 350.000 kasus harian Covid-19 per hari.

Jokowi meminta kepala daerah segera menekan kasus Covid-19 apabila terjadi kenaikan sekecil apapun. Hal ini untuk mencegah kenaikan kasus Covid-19 seperti yang dialami negara-negara lain.

"Sekecil apapun kasus aktif di provinsi, kabupaten, kota yang bapak/ibu pimpin jangan kehilangan kewaspadaan, ikuti angka-angkanya, kurvanya ikuti, kehati-hatian. Begitu naik sedikit, segerakan untuk ditekan kembali agar terus menurun," katanya.

4. Adopsi Kebijakan India PPKM Mikro

Jokowi mengakui, bahwa pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) Mikro yang diterapkan dalam penanganan Covid-19 di Indonesia merupakan hasil adopsi kebijakan di India. Kala itu, kasus virus corona India mulai melandai pada Januari 2021.

Jokowi pun menelpon Menteri Kesehatan India untuk menanyakan strategi menekan laju penyebaran Covid-19 di negaranya. Ternyata, India menerapkan kebijakan mikro lockdown yang ditetapkan menjadi PPKM Mikro di Indonesia.

"Saya ingat Januari kita telepon ke Menkes India, kuncinya apa? Kuncinya adalah mikro lockdown. Sehingga kita adopsi di sini PPKM skala mikro. Saat itu, India berhasil menurunkan sampai ke 10 ribu kasus per hari," jelas Jokowi, Kamis (29/4/2021).

5. Kasus Turun Signifikan

Saat ini kasus harian Covid-19 di Indonesia bertambah 4.000-6.000 per hari. Menurut Jokowi, jumlah tersebut sudah menurun signifikan dibandingkan pada Januari 2021, dimana kasus Covid-19 di tanah air mencapai 14.000-15.000 per hari.

Jokowi pun meminta masyarakat untuk mengikuti kebijakan larangan mudik Lebaran 2021. Belajar dari tahun lalu, Lebaran 2020 membuat kasus Covid-19 di Indonesia naik 93 persen.

"Saya betul-betul masih khawatir mengenai mudik di Idul Fitri, tetapi saya meyakini bila pemerintah daerah dibantu Forkompinda semuanya segera mengatur mengendalikan mulai disiplin protokol kesehatan, saya yakin kenaikan tidak seperti tahun lalu 93 persen," tutur Jokowi.

Dinda Permata

Saksikan video pilihan di bawah ini: