5 Pernyataan Keras Jokowi Atas Maraknya Kerumunan

Syahrul Ansyari
·Bacaan 1 menit

VIVA - Presiden Jokowi menyampaikan sejumlah pernyataan di tengah maraknya kerumunan massa belakangan ini pada Senin, 16 November 2020. Jokowi menegaskan bahwa dalam masa pandemi kebijakan pembatasan sosial sudah diterapkan.

Kemudian dalam kebijakan itu, pembubaran atas kerumunan-kerumunan massa juga dilakukan.

Baca juga: Jokowi Jengkel Kerumunan Massa Dibiarkan, Jangan Sekadar Imbauan

Tidak hanya itu saja, dalam pernyataannya, Jokowi menyentil kepala daerah yang membiarkan kerumunan massa selama masa pandemi COVID-19.

Juru Bicara Presiden Jokowi, Fadjorel Rachman, merangkum pernyataan Jokowi tersebut. Dia mengunggahnya melalui akun Instagramnya, @fadjroelrachman.

Berikut 5 pernyataan keras Jokowi atas maraknya kerumunan:

1. Jangan Biarkan Pengorbanan dan Kerja Keras Tenaga Medis Jadi Sia-sia

"Kita harus menghargai pengorbanan para dokter, perawat, tenaga medis, paramedis yang telah berbuln-buln beerj kersa menyelmatkan pasien dan tidak bertemu keluarga."

2. Kepala Daerah Berikan Contoh Jangan Malah Ikut Berkerumun!

"Menteri Dalam Neger untuk mengingatkan, kalau perlu menegus kepala daerah, baik gubernur, bupati, maupun walikota untuk memberikan contoh-contoh yang baik bagi masyarkt. Jangan malah ikut berkerumun!"

3. Kita Harus Menghargai Keras Tenaga Medis dan Pengorbanan Semua Pihak

"Angka-angka penanganan Covid-19 yang sudah bagus ini jangan sampai rusak karena tidak berani mengambil tindakan hukum yang tegas di lapangan. Jangan sampai apa yang telah dikerjakan oleh para dokter, perawat, tenaga medis, para medis menjadi sia-sia."

4. Tegakkan Perda Secara Tegas, Konsisten, Tidak Pandang Bulu!

"Daerah yang telah memiliki Perda penegakan disiplin protokol kesehatan agar menjalankannya secara tegas, konsisten dan tidak pandang bulu. Tugas pemerintah adalah mengambil tindakan hukum dan ketegasan aparat mendisiplinkan masyarakat adalah keharusan."

5. Tindak Tegas Jangan Sekedar Imbauan!

"Kapolri, Panglima TNI dan Ketua Satgas Penanganan Covid-19 untuk menindak secara tegas jika ada yang melanggar. Jangan sekedar imbauan-imbauan, harus diikuti dengan pengawasan dan penegakan aturan secara konkret di lapangan."