5 Pernyataan Pangdam Jaya Terkait FPI dan Rizieq Shihab

·Bacaan 4 menit

Liputan6.com, Jakarta - Belum lama ini beredar video di media sosial berdurasi 11 detik memperlihatkan sekelompok orang berseragam loreng tengah menurunkan baliho bergambar pimpinan Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab.

Pangdam Jaya Mayjen TNI Dudung Abdurachman pun angkat bicara. Dia menyatakan, pencopotan baliho bergambar pimpinan FPI Rizieq Shihab itu merupakan perintahnya.

"Ada berbaju loreng menurunkan baliho Habib Rizieq itu perintah saya," tegas Pangdam di Monas, Jakarta, Jumat (20/11/2020).

Tak hanya itu, Dudung juga mengungkapkan kekesalannya lantaran FPI dan Rizieq Shihab dinilai melakukan tindakan tanpa memandang aturan.

Dudung pun mengingatkan FPI dan Rizieq Shihab mematuhi aturan hukum yang berlaku. Bila tidak, maka dia menyebut, FPI layak untuk dibubarkan.

"Jangan coba coba pokoknya (tidak taat aturan). Kalau perlu FPI bubarkan saja itu. Bubarkan saja. Kalau coba-coba dengan TNI, mari," tegas Dudung.

Berikut 4 pernyataan Pangdam Jaya Mayjen TNI Dudung Abdurachman terkait FPI dan Rizieq Shihab dihimpun Liputan6.com:

1. Perintahkan Copot Baliho FPI dan Rizieq Shihab

Anggota TNI mencopot paksa baliho Rizieq Shihab yang terpasang di sekitar kawasan Petamburan, Jakarta, Jumat (20/11/2020). Pencopotan dilakukan karena menyalahi aturan yang telah ditetapkan. (Liputan6.com/Faizal Fanani)
Anggota TNI mencopot paksa baliho Rizieq Shihab yang terpasang di sekitar kawasan Petamburan, Jakarta, Jumat (20/11/2020). Pencopotan dilakukan karena menyalahi aturan yang telah ditetapkan. (Liputan6.com/Faizal Fanani)

Pangdam Jaya Mayjen TNI Dudung Abdurachman menegaskan, pencopotan baliho bergambar pimpinan Front Pembela Islam Rizieq Shihab di beberapa titik Ibu Kota atas perintahnya.

Untuk diketahui, sebuah video berdurasi 11 detik memperlihatkan sekelompok orang berseragam loreng tengah menurunkan spanduk bergambar yang terpasang di baliho. Video itu beredar di media sosial.

"Ada berbaju loreng menurunkan baliho Habib Rizieq itu perintah saya," tegas Pangdam di Monas, Jakarta, Jumat (20/11/2020).

Dia menjelaskan alasannya. Langkah itu diambil berdasarkan hukum. Menurutnya, baliho yang terpasang itu menyalahi aturan.

"Karena brapa kali Satpol PP menurunkan, dinaikkan lagi. Perintah saya itu," ucap Dudung.

Dia pun meminta siapapun harus taat pada hukum, tanpa terkecuali. Karena itu Dudung meminta baik ormas ataupun pihak manapun untuk tidak sembarangan memasang baliho.

"Kalau siapapun di republik ini, ini negara hukum, harus taat kepada hukum, kalau masang baliho sudah jelas ada aturannya, ada bayar pajak, dan tempat ditentukan, jangan seenaknya sendiri, seakan akan dia paling benar," tegas Dudung.

2. Jangan Ganggu Persatuan

Anggota TNI membawa baliho Rizieq Shihab usai mencopot paksa dari sekitar kawasan Petamburan, Jakarta, Jumat (20/11/2020). Pencopotan dilakukan karena menyalahi aturan yang telah ditetapkan. (Liputan6.com/Faizal Fanani)
Anggota TNI membawa baliho Rizieq Shihab usai mencopot paksa dari sekitar kawasan Petamburan, Jakarta, Jumat (20/11/2020). Pencopotan dilakukan karena menyalahi aturan yang telah ditetapkan. (Liputan6.com/Faizal Fanani)

Dudung tidak segan menindak tegas jika FPI masih berani memasang spanduk yang tidak sesuai aturan hukum.

Pangdam menegaskan, TNI akan turun tangan jika ada ajakan atau provokasi yang menganggu keamanan negara.

Dudung juga berpesan kepada semua pihak agar tidak coba-coba menganggu persatuan dan kesatuan.

"Saya bersihkan semua, tidak ada itu baliho yang mengajak revolusi dan segala macam. Ya saya peringatkan dan saya tidak segan menindak dengan keras," kata dia.

3. Bubarkan FPI

Seorang warga meminta anggota TNI untuk tidak mencopot paksa baliho Rizieq Shihab yang terpasang di sekitar kawasan Petamburan, Jakarta, Jumat (20/11/2020). Pencopotan dilakukan karena menyalahi aturan yang telah ditetapkan. (Liputan6.com/Faizal Fanani)
Seorang warga meminta anggota TNI untuk tidak mencopot paksa baliho Rizieq Shihab yang terpasang di sekitar kawasan Petamburan, Jakarta, Jumat (20/11/2020). Pencopotan dilakukan karena menyalahi aturan yang telah ditetapkan. (Liputan6.com/Faizal Fanani)

Dudung pun mengungkap kekesalannya lantaran FPI dan Rizieq Shihab dinilai melakukan tindakan tanpa memandang aturan.

"Sekarang kok mereka (FPI) ini seperti yang ngatur suka-sukanya sendiri, saya katakan itu perintah saya, dan ini akan saya bersihkan semua, tidak ada itu baliho yang mengajak revolusi dan segala macam," ucap Dudung.

Dudung pun mengingatkan FPI dan Rizieq Shihab mematuhi aturan hukum yang berlaku. Bila tidak, maka dia menyebut organisai tersebut layak untuk dibubarkan.

"Jangan coba coba pokoknya (tidak taat aturan). Kalau perlu FPI bubarkan saja itu. Bubarkan saja. Kalau coba-coba dengan TNI, mari," ujar dia.

4. Sayangkan Materi Ceramah Rizieq Shihab

Rizieq Shihab menyapa massa pendukungnya saat tiba di kediamannya di Jalan Petamburan, Jakarta, Selasa (10/11/2020). Rizieq Shihab tiba di kediamannya usai pulang dari Arab Saudi. (merdeka.com/Imam Buhori)
Rizieq Shihab menyapa massa pendukungnya saat tiba di kediamannya di Jalan Petamburan, Jakarta, Selasa (10/11/2020). Rizieq Shihab tiba di kediamannya usai pulang dari Arab Saudi. (merdeka.com/Imam Buhori)

Dudung menyayangkan adanya materi ceramah pimpinan FPI yang dinilai melecehkan institusi TNI dan Polri.

Menurut dia, sebagai pemuka agama, harusnya Rizieq Shihab memberikan nasihat yang mencerahkan, bukan justru mengeluarkan ucapan negatif.

"Kalau katanya sebagai imam besar, kalau dibilang sebagai kiai atau habib, karena habib atau kiai itu selalu hatinya baik, pikirannya baik, ucapan baik dan tindakan juga baik, jadi kalau ucapannya tidak baik, bukan habib atau kiai namanya," ucap Dudung.

Menurutnya, Islam tidak mengajarkan mencela atau menyerang satu dengan lainnya. Islam agama yang penuh dengan kasih sayang. Karena itu, tidak pantas bila seorang ulama, seperti Rizieq Shihab justru melempar perkataa yang buruk.

"Saya ini orang Islam, saya orang muslim mengajarkan selalu islam itu agama yang rahmatan lil alamin agama yang mengajarkan tentang kasih sayang, untuk seluruh alam semesta bukan hanya manusia saja. Jangan asal bicara sembarangan," ucap dia.

Dudung mengungkapkan keperihatinan jika ada seorang habib di peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW menyelipkan bahasa-bahasa dan ucapan kotor di dalam ceramahnya.

"Saya prihatin dan saya tidak terima sebagai orang muslim," tegas Dudung.

5. Tegur Satpol PP Tak Berani Turunkan Baliho Rizieq Shihab

Petugas Satpol PP mengikuti apel gabungan di Monas, Jakarta, Kamis (31/12). Sebanyak 1300 personel gabungan yang terdiri dari polisi, TNI, Pol PP, dan Pramuka dikerahkan untuk mengamankan perayaan malam tahun baru. (Liputan6.com/Immanuel Antonius)
Petugas Satpol PP mengikuti apel gabungan di Monas, Jakarta, Kamis (31/12). Sebanyak 1300 personel gabungan yang terdiri dari polisi, TNI, Pol PP, dan Pramuka dikerahkan untuk mengamankan perayaan malam tahun baru. (Liputan6.com/Immanuel Antonius)

Pangdam Jaya Mayjen TNI Dudung Abdurachman meminta Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) lebih tegas dalam menertibkan baliho-baliho yang tak mengantongi izin. Hal itu terkait maraknya baliho tentang pemimpin FPI Rizieq Shihab yang diduga menyalahi aturan.

Saat gelaran apel gabungan di Monas, Gambir, Jakarta Pusat, Jumat (20/11/2020), Dudung lantas menghampiri barisan Satpol PP Kabupaten Bekasi. Dia menegur Satpol PP lantaran tidak berani menurunkan baliho Rizieq Shihab.

"Satpol PP harus berani cabutin poster-poster HRS (Habib Rizieq Shihab). Harusnya Pol PP duluan," kata Dudung.

Dudung mengatakan, Satpol PP seharusnya berada di garda terdepan dalam urusan penertiban baliho atau reklame liar. Dia mempersilakan Satpol PP berkoordinasi dengan aparat Polri dan TNI apabila menemui kendala.

"Harusnya Satpol PP duluan, baru polisi, baru TNI. Kalau Pol PP ketakutan, ya mau tidak mau kami TNI yang bergerak," ujar jenderal TNI bintang dua itu.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini: