5 Pernyataan Surya Paloh soal Kedekatan NasDem dengan Presiden Jokowi

·Bacaan 5 menit

Liputan6.com, Jakarta - Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh membahas kedekatan antara partainya dengan Presiden Joko Widodo atau Jokowi pada Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-10 Partai NasDem, Kamis 11 November 2021.

Menurut dia, NasDem adalah sahabat dari Presiden Joko Widodo atau Jokowi. Karena telah menjadi sahabat bagi Jokowi, maka saling menerima kelebihan dan kekurangan.

"Arti seorang sahabat berulang kali saya katakan, adalah bisa menerima segala kelebihan dan segala kekurangan yang ada. Nasdem jelas berkepentingan menempatkan objektif kepentingan nasional di atas kepentingan Nasdem sendiri," ujar Paloh dalam sambutan di Perayaan Satu Dekade Nasdem, Kamis 11 November 2021.

Selain itu, mengingat Jokowi sudah menjadi Presiden dalam dua periode, maka Paloh menegaskan, pihaknya akan taat pada konstitusi.

"Kita punya komitmen yang sama, Presiden Jokowi punya moralitas komitmen sama untuk hargai konstitusi," kata dia.

Paloh pun menyatakan siap bertukar pikiran bersama mencari sosok calon presiden bersama Jokowi untuk Pilpres 2024 mendatang.

Berikut sederet pernyataan Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh terkait kedekatannya dengan Presiden Jokowi dihimpun Liputan6.com:

1. Beri Jokowi Patung 10 Tahun, Artikan Dukungan NasDem Tanpa Henti

Ketum Partai NasDem, Surya Paloh memberi Presiden Jokowi patung sebagai simbol 10 tahun dukungan Partai NasDem. (Istimewa)
Ketum Partai NasDem, Surya Paloh memberi Presiden Jokowi patung sebagai simbol 10 tahun dukungan Partai NasDem. (Istimewa)

Presiden Joko Widodo atau Jokowi mendaptkan sebuah patung berpahat wajahnya saat menghadiri Hari Ulang Tahun (HUT) ke-10 Partai NasDem. Patung Jokowi itu diberikan langsung oleh Ketua Umum Partai NasDem, Surya Paloh.

"Simbol 10 tahun dukungan Partai NasDem tanpa henti kepada Presiden Joko Widodo," ujar pembawa acara dalam acara tersebut, seperti disaksikan secara daring, Kamis 11 November 2021.

Jokowi yang diundang secara tatap muka lalu maju ke atas podium, mendekati Surya Paloh. Orang nomor satu di Partai NasDem itu kemudian memberikan simbol patung tersebut kepada Jokowi.

Jokowi terlihat semringah saat menerima patung, meski senyum di bibirnya tertutup masker. Puncak acara HUT ke-10 NasDem ini dilangsungkan dengan protokol kesehatan ketat.

Telihat, patung yang diberikan berukir wajah Presiden Jokowi yang tengah mengacungkan satu tangan ke atas dengan simbol dua jari atau salam dua jari.

"Bapak presiden terimalah simbol ini sebagai tanda dari hati kami yang terdalam," kata pembacawa acara kepada Jokowi.

2. Sebut Jokowi Mau Menerima Masukan, Kritik, Bahkan Caci Maki

Dukungan diberikan NasDem karena, sosok menantu Presiden Joko Widodo atau Jokowi itu memenuhi kriteria ‎pencalonan. Bahkan survei internal NasDem, Hanya Bobby memiliki elaktabilitas yang baik.
Dukungan diberikan NasDem karena, sosok menantu Presiden Joko Widodo atau Jokowi itu memenuhi kriteria ‎pencalonan. Bahkan survei internal NasDem, Hanya Bobby memiliki elaktabilitas yang baik.

Paloh kemudian menyatakan, pemerintahan Presiden Jokowi mampu menangani pandemi Covid-19 dengan baik. Meski menuai kritik dan caci maki, menurutnya Jokowi mampu membuktikan kerja hingga dipuji negara lain.

"Di bawah kepemimpinan yang begitu piawai dengan segala kerendahan hati, mau menerima masukan, mau menerima kritik, bahkan caci maki bangsa ini bisa berdiri tegak dan mendapat apresiasi dari bangsa bangsa lain," kata dia.

Paloh menyebut langkah Nasdem terus mendukung Jokowi merupakan pilihan yang tepat.

"Jadi tidak salah tepat sekali ketika sejak awal kita menyatakan mendukung Presiden Jokowi tanpa syarat," ucap dia.

Terkait satu dekade Nasdem, Paloh menyatakan banyak prestasi namun masih lebih banyak hal yang harus dipelajari partainya.

"Kita telah banyak memetik pelajaran yang berharga, satu proses learning by doing, dari kesalahan, kesilapan, kebodohan yang pernah kita alami bersama. Kita tetap meneguhkan komitmen kita untuk tetap konsisten membawa gerakan perubahan untuk merestorasi Indonesia," papar Paloh.

"Berbagai hal yang dikerjakan Nasdem, tidak terlepas dari dukungan Jokowi. Berbasiskan pada stabilitas nasional yang dimiliki, kemampuan administratif roda pemerintahan yang kita dukung di bawah kepemimpinan Presiden Joko Widodo," sambung dia.

3. Tegaskan NasDem adalah Sahabat Jokowi

Ketum Partai Nasdem, Surya Paloh memberi pidato saat Rakernas IV Partai Nasdem di JIExpo Kemayoran, Jakarta Pusat, Rabu (15/11). Jokowi secara resmi ditetapkan menjadi calon presiden dari Partai Nasdem untuk Pilpres 2019. (Liputan6.com/Faizal Fanani)
Ketum Partai Nasdem, Surya Paloh memberi pidato saat Rakernas IV Partai Nasdem di JIExpo Kemayoran, Jakarta Pusat, Rabu (15/11). Jokowi secara resmi ditetapkan menjadi calon presiden dari Partai Nasdem untuk Pilpres 2019. (Liputan6.com/Faizal Fanani)

Paloh menyatakan bahwa NasDem adalah sahabat dari Presiden Jokowi. Karena telah menjadi sahabat bagi Jokowi, maka saling menerima kelebihan dan kekurangan.

"Arti seorang sahabat berulang kali saya katakan, adalah bisa menerima segala kelebihan dan segala kekurangan yang ada. Nasdem jelas berkepentingan menempatkan objektif kepentingan nasional di atas kepentingan Nasdem sendiri," ucap dia.

Meski begitu, Paloh tidak menampik adanya kemungkinan Nasdem pisah jalan politik dengan Jokowi. Dia mengingatkan, persahabatan keduanya tetap berjalan.

"Tetapi kalau pun kita berpisah, berbeda, satu komitmen Nasdem, kebersamaan dan kecintaan kita tidak akan pernah terputus di manapun kita berada," papar dia.

4. Ajak Jokowi Cari Calon Presiden 2024 Bersama

Presiden Joko Widodo atau Jokowi memberikan sambutan saat menghadiri perayaan ulang tahun ke-8 Partai Nasdem di JIExpo, Jakarta, Senin (11/11/2019). Acara tersebut sekaligus penutupan Kongres ke-II Partai Nasdem. (Liputan6.com/Angga Yuniar)
Presiden Joko Widodo atau Jokowi memberikan sambutan saat menghadiri perayaan ulang tahun ke-8 Partai Nasdem di JIExpo, Jakarta, Senin (11/11/2019). Acara tersebut sekaligus penutupan Kongres ke-II Partai Nasdem. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Paloh pun menyinggung soal hiruk-pikuk menjelang Pemilu 2024.

"Kondisi yangg kita hadapi saat ini, sibuk simpang siur hadapi Pemilu 2024 akan datang. Tugas NasDem ada dua hal pokok, satu bagaimana mengawal kepempinan Presiden Jokowi agar pemerintah efektif hingga akhir masajabatan," kata Paloh.

Fokus kedua NasDem, kata Paloh, adalah mencari sosok pemimpon terbaik yang akan melanjutkan pembangunan era Jokowi.

"Kedua, mempersiapkan proses kesinambungan kepemimpinan yang akan datang, kalau saja konsistutisi kita tidak membatasi masa jabatan presiden hanya dua kali," ucap dia.

Paloh menyatakan siap bertukar pikiran bersama mencari sosok calon presiden bersama Jokowi.

"Kepada Presiden Jokowi kami nyatakan kesiapan kami untuk tetap apabila diperlukan, untuk duduk berbicara saling tukar pikiran mencari calon calon pemimpian bangsa terbaik dari yang terbaik. Boleh diajak, boleh kita bersama," terang dia.

5. Tegaskan Taat Konstitusi, Tolak Perpanjangan Masa Jabatan Presiden

Presiden RI, Joko Widodo bersama Ketum PDIP Megawati Soekarno Putri dan Ketum Partai Nasdem Surya Paloh bersiap mendeklarasikan Calon Cawapres di Pilpres 2019, Jakarta, Kamis (9/8). Jokowi resmi menggandeng Ma'ruf Amin. (Merdeka.com/Imam Buhori)
Presiden RI, Joko Widodo bersama Ketum PDIP Megawati Soekarno Putri dan Ketum Partai Nasdem Surya Paloh bersiap mendeklarasikan Calon Cawapres di Pilpres 2019, Jakarta, Kamis (9/8). Jokowi resmi menggandeng Ma'ruf Amin. (Merdeka.com/Imam Buhori)

Paloh menyatakan, pihaknya akan taat pada konstitusi dengan menaati masa jabatan presiden dua periode. Menurut dia, hal senada juga disampaikan Presiden Joko Widodo untuk menjalankan hanya dua periode sesuai konstitusi.

"Kita punya komitmen yang sama, Presiden Jokowi punya moralitas komitmen sama untuk hargai konstitusi," kata Paloh.

Meski demikian, Paloh menyampaikan apabila masa jabatan presiden tidak dibatasi dua periode maka Nasdem akan kembali mendukung Jokowi sebagai capres.

"Kalau saja konstitusi kita tidak membatasi masa jabatan presiden itu hanya dua kali, saya tidak perlu menjawab pertanyaan para kader partai ini siapa calon presiden kita ke depan sesudah Jokowi, siapa?" ungkap dia.

"Karena pasti iramanya tone nya sama dari atas ke bawah, dari pimpinan sampai kader yang paling bawah, jawabannya satu ya pasti Jokowi kembali," tambah dia.

Akan tetapi, Paloh yakin Jokowi teguh pada konstitusi dan akan meninggalkan jejak pembangunan yang terbaik di akhir jabatannya.

"Seorang Jokowi dengan prestasi yang Insyaallah akan mengakhiri masa jabatannya akan menorehkan tinta emas yang bisa dikenang sepanjang masa," jelas Paloh.

(Yunita Wisikaningsih)

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel