5 Pernyataan Terkini Menkes Budi soal Penanganan Covid-19 Indonesia

·Bacaan 3 menit

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin memaparkan perkembangan terkini penanganan kasus Covid-19 di Indonesia.

Di antaranya disampaikan Menkes Budi, tindak lanjut vaksinasi Covid-19 dalam evaluasi mingguan PPKM berjalan semakin baik.

Perkembangan terakhir, menurut data yang diterima Budi, angka vaksinasi Covid-19 untuk keseluruhan sudah mencapai 194 juta suntikan.

"Kita harapkan minggu ini bisa menyentuh 200 juta suntikan. Karana tiap 5 minggunya, kita nambah 50 juta suntikan," ujar Budi saat jumpa pers daring, Senin (1/11/2021).

Sehingga, dirinya pun berharap, pada akhir tahun ini Indonesia bisa mencapai angka hingga 300 juta suntikan. Dengan begitu, capaian kekebalan komunal akan bisa terwujud.

"Akhir tahun dosis pertama sebanyak 168 juta orang atau 80,9 persen yang lengkap dosis kedua adalah 123 juta orang atau 59 persen," papar Budi.

Berikut 5 perkembangan terkini penanganan kasus Covid-19 di Indonesia dihimpun Liputan6.com:

** #IngatPesanIbu

Pakai Masker, Cuci Tangan Pakai Sabun, Jaga Jarak dan Hindari Kerumunan.

Selalu Jaga Kesehatan, Jangan Sampai Tertular dan Jaga Keluarga Kita.

#sudahdivaksintetap3m #vaksinmelindungikitasemua

1. Suntikan Vaksin Covid-19 Sudah Capai 194 Juta

Menkes Budi tinjau vaksinasi pada masyarakat adat Baduy pada Kamis,14 Oktober 2021. (Foto: Fitri Haryanti/Liputan6.com)
Menkes Budi tinjau vaksinasi pada masyarakat adat Baduy pada Kamis,14 Oktober 2021. (Foto: Fitri Haryanti/Liputan6.com)

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyatakan, tindak lanjut vaksinasi Covid-19 dalam evaluasi mingguan PPKM berjalan semakin baik.

Perkembangan terakhir, menurut data yang diterima Budi, angka vaksinasi Covid-19 untuk keseluruhan sudah mencapai 194 juta suntikan.

"Kita harapkan minggu ini bisa menyentuh 200 juta suntikan. Karana tiap 5 minggunya, kita nambah 50 juta suntikan," kata Budi saat jumpa pers daring, Senin (1/11/2021).

2. Harapkan Kekebalan Komunal Tercapai Akhir Tahun Ini

Mengenakan atasan putih lengan pendek dan alat pelindung diri masker serta faceshield, Budi Gunadi Sadikin menerima suntikan vaksin COVID-19 Sinovac tahap pertama sekitar pukul 10.10 WIB. (Foto: Tangkapan Layar Yourube Setpres RI)
Mengenakan atasan putih lengan pendek dan alat pelindung diri masker serta faceshield, Budi Gunadi Sadikin menerima suntikan vaksin COVID-19 Sinovac tahap pertama sekitar pukul 10.10 WIB. (Foto: Tangkapan Layar Yourube Setpres RI)

Budi merinci, sebanyak 119 juta suntikan atau 57 persen dari total vaksinasi Covid-19 sudah mendapatkan dosis pertama.

Kemudian sisanya atau 73,3 juta suntikan sudah melengkapi dua dosis atau sekira 35 persen dari total suntikan keseluruhan.

Budi berharap, pada akhir tahun ini Indonesia bisa mencapai angka hingga 300 juta suntikan. Dengan begitu, capaian kekebalan komunal akan bisa terwujud.

"Akhir tahun dosis pertama sebanyak 168 juta orang atau 80,9 persen yang lengkap dosis kedua adalah 123 juta orang atau 59 persen," ucap dia.

3. Sebut Kasus Covid-19 di Sekolah Tatap Muka Tergolong Sedikit

Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin menghadiri acara Mata Najwa dalam sesi 'Beres-beres Kursi Menkes' pada 6 Januari 2021. (Dok Kementerian Kesehatan RI)
Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin menghadiri acara Mata Najwa dalam sesi 'Beres-beres Kursi Menkes' pada 6 Januari 2021. (Dok Kementerian Kesehatan RI)

Budi kemudian menyampaikan bahwa Kementerian Kesehatan terus memantau kegiatan belajar mengajar di masa pandemi Covid-19.

Dengan pemantauan ini diharapkan tingkat penularan covid-19 bisa terkendali meskipun ada sekolah tatap muka.

"Kita ingin memastikan protokol kesehatan di sekolah-sekolah yang melakukan kelas tatap muka sekarang sudah mulai kita jalankan, termasuk active surveilance," terang Budi.

Dia mengakui bahwa ada beberapa sekolah yang melihat kasus konfirmasi (Covid-19), namun dengan jumlah yang sedikit.

"Data menunjukkan memang ada beberapa sekolah yang melihat kasus konfirmasi (COVID-19) tapi jumlahnya relatif sedikit. Data kasus konfirmasi yang di atas 5 persen positivity rate di sekolah juga sudah ada," beber Budi.

4. Sekolah Bisa Dihentikan 14 Hari Jika Kasus Positif Covid-19 Naik

Menkes Budi Gunadi Sadikin tentang pengadaan vaksin COVID-19. (Foto: jabarprov.go.id)
Menkes Budi Gunadi Sadikin tentang pengadaan vaksin COVID-19. (Foto: jabarprov.go.id)

Dikatakan Budi, data tersebut sudah dibagikan pihak Kemenkes kepada Kementerian Pendidikan (Kemendikbud).

Pembagian data tersebut dilakukan agar setiap sekolah bisa melihat informasi, dan detail mengenai siapa saja murid-murid mereka yang dites positif Covid-19 dengan PCR maupun Antigen.

Jika terjadi lonjakan dini kasus Covid-19 di level kelas tertentu, maka kelas di sekolah tersebut akan disarankan untuk ditutup.

"Dan kalau itu sudah cukup luas menyebar di sekolah tersebut maka kita akan menutup sekolahnya selama 14 hari, dengan i sekolah lain yang masih bisa berjalan," ujar Budi.

Setelah pemberhentian selama 14 hari, sekolah tersebut bisa kembali melakukan kelas tatap muka dengan perbaikan dari implementasi protokol kesehatan.

5. Beberkan Stok Vaksin Covid-19 Indonesia Tersisa 47 Juta Dosis

Menkes Budi Gunadi Sadikin memberikan keterangan usai menjalani vaksinasi COVID 19 dosis kedua di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (27/1/2021). Pemerintah mengharapkan per harinya 900 ribu hingga 1 juta masyarakat Indonesia dapat menerima vaksin. (Rusman/Biro Pers Sekretariat Presiden)
Menkes Budi Gunadi Sadikin memberikan keterangan usai menjalani vaksinasi COVID 19 dosis kedua di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (27/1/2021). Pemerintah mengharapkan per harinya 900 ribu hingga 1 juta masyarakat Indonesia dapat menerima vaksin. (Rusman/Biro Pers Sekretariat Presiden)

Terakhir, Budi menyatakan stok vaksin Covid-19 di Indonesia saat ini sebanyak 47 juta dosis.

Dia menerangkan, secara total Indonesia memiliki sekitar 252 juta dosis vaksin Covid-19. Dari jumlah tersebut, sebanyak 241 dosis telah didistribusikan ke seluruh Indonesia.

"Kita sekarang memiliki 252 juta dosis, di mana 241 juta sudah didistribusikan ke Kabupaten-Kota dan dari 241 juta dosis vaksin ini sudah terpakai 194 juta," terang Budi.

Sedangkan sisanya, lanjut dia, masih ada sekitar 47 juta dosis vaksin Covid-19. Jumlah tersebut diperkirakan cukup untuk penyuntikan 1 bulan ke depan.

"Jadi masih ada sekitar 47 juta yang ada di stok provinsi, kabupaten dan kota, yang relatif cukup untuk cadangan suntikan hingga satu bulan ke depan," jelas Budi.

Optimistis Kasus Covid-19 Terus Turun, tapi Tetap Waspada

Infografis Optimistis Kasus Covid-19 Terus Turun, tapi Tetap Waspada. (Liputan6.com/Niman)
Infografis Optimistis Kasus Covid-19 Terus Turun, tapi Tetap Waspada. (Liputan6.com/Niman)
Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel