5 Pernyataan Wagub DKI Jakarta soal Kasus Covid-19 di Ibu Kota

·Bacaan 4 menit

Liputan6.com, Jakarta - Wakil Gubernur (Wagub) DKI Jakarta Ahmad Riza Patria mengatakan, saat ini keterisian tempat tidur di Rumah Sakit (RS) rujukan Covid-19 terus meningkat.

Dia berujar, keterisian tempat tidur isolasi dan ICU pasien khusus Covid-19 masih di atas 90 persen.

"Ini kalau lihat data, tempat tidurnya sudah (terisi) mencapai 91 persen, ruang ICU sudah mencapai 94 persen. Ini angkanya sudah tinggi sekali rata-ratanya," kata Riza di kawasan Jakarta Selatan, Rabu 14 Juli 2021.

Melihat angka tersebut, Riza pun mengaku pihaknya tengah berupaya membuat rumah sakit darurat (RSD) baru.

"Terkait dengan penuhnya rumah sakit, ruang ICU, tentu kita upayakan membuat rumah sakit baru, meningkatkan rumah sakit tenda," papar dia.

Menurut Riza, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta akan menyiapkan total 1.000 tempat tidur baru untuk pasien Covid-19 di rumah sakit dan tempat lainnya.

Berikut 5 pernyataan terkini Wagub DKI Jakarta Ahmad Riza Patria terkait kasus Covid-19 di Ibu Kota dihimpun Liputan6.com:

** #IngatPesanIbu

Pakai Masker, Cuci Tangan Pakai Sabun, Jaga Jarak dan Hindari Kerumunan.

Selalu Jaga Kesehatan, Jangan Sampai Tertular dan Jaga Keluarga Kita.

#sudahdivaksintetap3m #vaksinmelindungikitasemua

Sebut Mobilitas Warga Jakarta Turun 50 persen

Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria menjawab pertanyaan saat tiba di Polda Metro Jaya, Senin (23/11/2020). Riza Patria diperiksa Ditreskrimum Polda Metro Jaya untuk memberikan klarifikasi terkait kerumunan massa di Petamburan beberapa waktu lalu. (Liputan6.com/Herman Zakharia)
Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria menjawab pertanyaan saat tiba di Polda Metro Jaya, Senin (23/11/2020). Riza Patria diperiksa Ditreskrimum Polda Metro Jaya untuk memberikan klarifikasi terkait kerumunan massa di Petamburan beberapa waktu lalu. (Liputan6.com/Herman Zakharia)

Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria menyebut mobilitas masyarakat mengalami penurunan selama 10 hari pelaksanaan PPKM Darurat.

"Terjadi penurunan signifikan lebih dari 50 persen, bertanda baik," kata Riza di kawasan Jakarta Selatan, Selasa 13 Juli 2021.

Politikus Gerindra ini mengharapkan penurunan mobilitas masyarakat dapat memberikan dampak positif dalam penanggulangan kasus Covid-19 di Jakarta.

Karena hal itu dia mengharapkan hingga 20 Juli 2021 terdapat penurunan kasus Covid-19 yg signifikan.

Sebab beberapa Minggu terakhir kasus harian Covid-19 di Jakarta mencapai lebih dari 10 ribu orang.

"Mudah-mudahan dengan tanggal 20 kita dapat memenuhi target penurunan yang cukup signifikan, dan hari-hari berikutnya mudah-mudahan kita bisa mendapatkan hasil yang baik atas program PPKM Darurat," ucap Riza.

Paparkan Keterisian Tempat Tidur Isolasi 91 Persen, ICU 94 Persen

Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria memenuhi panggilan pemeriksaan kepolisian di Polda Metro Jaya, Senin (23/11/2020). Riza Patria diperiksa Ditreskrimum Polda Metro Jaya untuk memberikan klarifikasi terkait kerumunan massa di Petamburan beberapa waktu lalu. (Liputan6.com/Herman Zakharia)
Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria memenuhi panggilan pemeriksaan kepolisian di Polda Metro Jaya, Senin (23/11/2020). Riza Patria diperiksa Ditreskrimum Polda Metro Jaya untuk memberikan klarifikasi terkait kerumunan massa di Petamburan beberapa waktu lalu. (Liputan6.com/Herman Zakharia)

Riza menyatakan, keterisian tempat tidur di Rumah Sakit (RS) rujukan Covid-19 terus meningkat. Keterisian tempat tidur isolasi dan ICU masih di atas 90 persen.

"Ini kalau lihat data, tempat tidurnya sudah (terisi) mencapai 91 persen, ruang ICU sudah mencapai 94 persen. Ini angkanya sudah tinggi sekali rata-ratanya," kata Riza di kawasan Jakarta Selatan, Rabu, 14 Juli 2021.

Riza mengatakan, pihaknya terus berupaya meningkatkan fasilitas kesehatan untuk penanggulangan Covid-19. Yakni mulai dari penambah tempat tidur hingga obat-obatan yang dibutuhkan masyarakat.

Selain itu, Riza juga meminta agar masyarakat terus disiplin untuk melaksanakan protokol kesehatan pencegahan yang ada.

"Mudah-mudahan dalam waktu dekat akan ada penambahan lagi ribuan nakes, ribuan tempat tidur yang akan disiapkan," ucap dia.

Akan Buat RSD Baru Antisipasi Melonjaknya Pasien Covid-19

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi (kedua kiri) mengecek kesiapan Terminal Bus Terpadu Pulo Gebang, Jakarta, Kamis (31/12/2020). Sebelumnya Menhub Budi Karya bersama Wagub DKI Jakarta Ahmad Riza Patria meresmikan sistem tiket elektronik Terminal Pulo Gebang. (Liputan6.com/Helmi Fithriansyah)
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi (kedua kiri) mengecek kesiapan Terminal Bus Terpadu Pulo Gebang, Jakarta, Kamis (31/12/2020). Sebelumnya Menhub Budi Karya bersama Wagub DKI Jakarta Ahmad Riza Patria meresmikan sistem tiket elektronik Terminal Pulo Gebang. (Liputan6.com/Helmi Fithriansyah)

Riza pun mengatakan, pihaknya tengah berupaya mengantisipasi lonjakan pasien Covid-19 di Ibu Kota. Salah satunya dengan menghadirkan Rumah Sakit Darurat (RSD) baru.

"Terkait dengan penuhnya rumah sakit, ruang ICU, tentu kita upayakan membuat rumah sakit baru, meningkatkan rumah sakit tenda," kata dia.

Pemprov DKI, lanjutnya, akan menyiapkan total 1.000 tempat tidur baru untuk pasien Covid-19 di rumah sakit dan tempat lainnya.

"1.000 bed paling tidak yang kita siapkan. Dan tempat-tempat di Wisma Atlet dan tempat-tempat lain juga akan disiapkan. Begitu juga tenaga kesehatan lebih 3.000 nanti disiapkan oleh Kementerian Kesehatan," kata Riza.

Riza juga menyatakan pihaknya telan menyiapkan RSD lainnya layaknya Wisma Atlet. Rencananya JIExpo, hingga Rusun Pasar Rumput akan segera digunakan untuk perawatan para pasien Covid-19.

"Prinsipnya di Jakarta, kita akan upayakan tempat-tempat terbaik untuk dijadikan (tempat perawatan) pasien Covid," kata Riza.

Minta Warga Isoman Pakai Telemedicine untuk Layanan Obat dan Konsultasi

Ahmad Riza Patria terpilih menjadi Wagub DKI Jakarta. (Foto dari Humas DPRD DKI)
Ahmad Riza Patria terpilih menjadi Wagub DKI Jakarta. (Foto dari Humas DPRD DKI)

Menurut Riza, masyarakat yang melakukan isolasi mandiri di rumah karena terpapar Corona dapat mendapatkan obat melalui layanan telemedicine.

"Jadi masyarakat tinggal mengajukan secara online nanti segera dikirim. Harusnya tidak ada masalah," kata Riza.

Dia menjelaskan, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan juga telah menyiapkan para petugas di setiap kelurahan untuk memastikan warga dapat mengisi aplikasi telemedicine. Hal tersebut untuk mempermudahkan masyarakat mendapatkan vitamin, obat, hingga konsultasi dengan para tenaga kesehatan.

"Dengan demikian diharapkan tidak ada lagi masalah nanti bagi yang melaksanakan isoman karena secara online bisa berkomunikasi secara online dengan dokter dan perawat," papar Riza soal telemedicine.

Dia meminta agar masyarakat yang melakukan isolasi mandiri di rumah tetap melaporkan kepada RT, RW, hingga puskesmas setempat.

"Satgas Covid akan melakukan monitoring, pemantauan dan pengawalan dan membantu apa saja yang menjadi kebutuhan masyarakat," ucap Riza.

Terus Genjot Vaksinasi

Wakil Gubernur DKI Ahmad Riza Patria (tengah) berbincang dengan dokter spesialis paru dr M Yanuar (kiri) dan Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta dr. Widyastuti, MKM saat meninjau Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) khusus Covid-19 di Pasar Minggu, Jakarta, Sabtu (3/10/2020). (Liputan6.com/Herman Zakharia)
Wakil Gubernur DKI Ahmad Riza Patria (tengah) berbincang dengan dokter spesialis paru dr M Yanuar (kiri) dan Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta dr. Widyastuti, MKM saat meninjau Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) khusus Covid-19 di Pasar Minggu, Jakarta, Sabtu (3/10/2020). (Liputan6.com/Herman Zakharia)

Selain itu, Riza juga meminta masyarakat terus melakukan vaksinasi Covid-19. Saat ini Pemprov DKI telah menyiapkan sejumlah lokasi vaksinasi yang tersebar di setiap wilayah.

"Sekali lagi mohon seluruh warga Jakarta segerakan vaksin, untuk memastikan keselamatan kita semua," ucap dia.

Apalagi, lanjut Riza, saat ini sudah tidak ada batasan lagi untuk melakukan vaksinasi Covid-19.

"Sekarang sudah tidak dibatasi zonanya, umur juga, bahkan sudah sampai (usia) 12 tahun. Dimungkinkan anak-anak kita supaya nanti bisa sekolah tatap muka pada waktunya kita harapkan," jelas Riza.

Yuk Ketahui Perbedaan Gejala Covid-19 Varian Alpha, Beta dan Delta

Infografis Yuk Ketahui Perbedaan Gejala Covid-19 Varian Alpha, Beta dan Delta. (Liputan6.com/Abdillah)
Infografis Yuk Ketahui Perbedaan Gejala Covid-19 Varian Alpha, Beta dan Delta. (Liputan6.com/Abdillah)

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel