5 Pertanda Ketika Seseorang Tak Tulus Saat Minta Maaf

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Bagi sebagian orang, mengatakan "saya minta maaf" merupakan hal yang sulit, bahkan bagi orang yang berhasil mengumpulkan keberanian dan meminta maaf bisa jadi melakukannya dengan tidak tulus.

Ternyata, permintaan maaf palsu sangat umum sehingga kita memiliki banyak istilah untuk menyebutnya: non-apology apology, nonpology, backhanded apology, fauxpology.

Mengutip dari Bright Side (1/2/2021) ada tanda permintaan maaf palsu yang dapat mengetahui apakah orang yang menyakiti anda bersikap jujur ​​saat mengatakan "saya minta maaf."

1. Permintaan maaf palsu

Ilustrasi kata-kata minta maaf (Photo by Alexas_Fotos on Pixabay)
Ilustrasi kata-kata minta maaf (Photo by Alexas_Fotos on Pixabay)

Menurut psikolog, meskipun permintaan maaf tersebut memiliki kata-kata yang sebenarnya, tetapi kemudian dilanjutkan dengan "jika" atau "tetapi," itu bukanlah sesuatu yang terdengar benar.

Kata "tetapi" sebenarnya membatalkan permintaan maaf, sementara kata "jika" menunjukkan bahwa apa pun rasa sakit yang anda alami mungkin tidak pernah terjadi.

Sebaliknya, permintaan maaf yang tulus, menempatkan semua tanggung jawab ada pada orang yang mengatakan permintaan maaf dan tidak membebani perasaan orang yang terluka.

2. Permintaan maaf palsu terlalu bertele-tele

Ilustrasi penyesalan (Ilustrasi on Pixabay)
Ilustrasi penyesalan (Ilustrasi on Pixabay)

Permintaan maaf yang tulus dan keluar dari hati sebenarnya tidak membutuhkan banyak kata.

Sebaliknya, permintaan maaf palsu akan lebih banyak penjelasan dan detail yang tidak perlu untuk mencoba menyembunyikan perasaan sebenarnya dari orang tersebut tentang situasinya.

3. Permintaan maaf palsu mengandung kalimat pasif

Ilustrasi penyesalan (Photo on Pixabay)
Ilustrasi penyesalan (Photo on Pixabay)

Permohonan maaf ini biasanya disebut jenis fauxpology, yaitu menyertakan frasa yang membuat anda terpengaruh.

Biasanya sering digunakan dalam berbicara di depan umum ketika pembicara mengakui bahwa ada sesuatu yang salah, tetapi sebenarnya mencoba untuk menghindari tanggung jawab langsung.

Frasa suara pasif tidak menyebutkan siapa yang sebenarnya bertanggung jawab atas situasi tersebut, sedangkan frasa suara aktif menyebutkan subjek tindakan seperti "saya melakukan kesalahan".

4. Permintaan maaf palsu biasanya karena sebuah perintah

Ilustrasi minta maaf ke pasangan (Photo by Manuel Alvarez on Pixabay)
Ilustrasi minta maaf ke pasangan (Photo by Manuel Alvarez on Pixabay)

Ketika seseorang menggunakan kata-kata "mereka menyuruh saya untuk meminta maaf", maka mereka sebenarnya mengatakan bahwa meminta maaf kepada anda tidak datang langsung dari dirinya.

Permintaan maaf ini ditawarkan hanya karena orang lain menganggap ini perlu, dan orang ini tidak akan meminta maaf jika tidak ada yang memintanya.

5. Permintaan maaf palsu tidak diikuti dengan tindakan

Ilustrasi Mengatakan Putus Credit: unsplash.com/Priscilla
Ilustrasi Mengatakan Putus Credit: unsplash.com/Priscilla

Ketika seseorang meminta maaf, apa pun yang dikatakannya ada hal utama tentang permintaan maaf yang tulus, yaitu tindakan di baliknya.

Tindakan ini ditujukan untuk menebus rasa sakit yang anda rasakan dan menyiratkan upaya untuk memperbaiki kesalahan yang pertama kali dilakukan.

Hal penting lainnya adalah memastikan hal ini tidak akan terjadi lagi, inilah yang membuat seseorang menjadi peminta maaf yang dapat dipercaya.

Reporter: Veronica Gita

Infografis Bedanya Kartu Nikah dengan Buku Nikah

Infografis Bedanya Kartu Nikah dengan Buku Nikah. (Liputan6.com/Triyasni)
Infografis Bedanya Kartu Nikah dengan Buku Nikah. (Liputan6.com/Triyasni)

Saksikan Juga Video Ini: