5 Pertandingan Sepak Bola yang Kacau Balau karena Faktor Alam: Petir, Banjir, hingga Kabut Tebal

Bola.com, Jakarta - Kita semua bisa menganggap diri sendiri sangat beruntung menjadi bagian dari generasi yang menyaksikan langsung keajaiban sepak bola modern seperti sekarang. Sejumlah pemain hebat muncul dengan kemampuan luar biasa pada era ini.

Tidak hanya kemampuan pemain yang mampu menyihir para penonton, tetapi sepak bola saat ini juga dibantu dengan teknologi mumpuni. Sebut saja magic spray yang menandai ketika ada tendangan bebas hingga video assistant referee (VAR) yang membantu tugas wasit membuat laga berjalan adil.

Penonton juga dimanjakan dengan siaran berkualitas baik maupun stadion yang nyaman ketika menonton langsung. Meski semakin maju, akan tetapi ada hal yang tidak bisa dilawan meski di era modern ini, yakni alam.

Bahkan pada abad-21 ini, ada sejumlah pertandingan sepak bola yang terganggu karena faktor alam khususnya cuaca. Di antara sejumlah insiden ini, tidak hanya membuat pertandingan terhenti tetapi juga ada yang mengancam nyawa pemain.

Berikut lima insiden paling aneh yang melibatkan sepak bola dan cuaca. Tentu saja faktor alam ini tidak bisa dilawan.

 

1. Hujan Lebat di Laga Estoril Vs PSV (Liga Europa 2014/2015)

Hujan lebat bisa menghentikan pertandingan karena lapangan tergenang air. Laga Liga Europa 2014/2015 antara klub Portugal, Estroil melawan klub Belanda, PSV, di Estadio Baddio Ant Basnio Coimbra da Mota terhenti terhenti saat tuan rumah unggul 3-2 pada babak pertama.

Genangan air membuat wasit memutuskan menghentikan pertanding dan laga dilanjutkan 24 jam kemudian. Pertandingan berakhir 3-3 saat PSV menyamakan kedudukan di menit ke-82 dan membuat Estroil tersingkir.

 

2. Angin Kencang pada Laga Man City Vs Sunderland (Liga Inggris 2013/2014)

Berikut sederet fakta menarik tentang logo baru Manchester City.
Berikut sederet fakta menarik tentang logo baru Manchester City.

Angin bekecepatan 100 kilometer per jam menerjang kota Manchester. Benda-benda berterbangan hingga rubuh di jalanan kota.

Angin yang menyerupai badai tersebut juga membuat laga Premier League musim 2013/2014, antara Manchester City vs Sunderland dibatalkan. Kesatuan Polisi Kota Manchester juga menganggap kondisinya tidak aman bagi setiap orang apalagi laga sepak bola.

 

3. Petir pada Laga Aguila Vs Union Fuerza Minera (Copa Peru 2014)

Peristiwa alam yang satu ini sangat mengejutkan bagi para pemain hingga penonton. Seorang pemain, Joao Contreras, dan hakim garis tersambar petir saat laga Copa Peru pada Desember 2014.

Contreras mengalami luka bakar di kakinya tetapi beruntung keduanya selamat dari bencana ini. Insiden itu juga sempat terekam kamera televisi, dengan adegan kacau setelahnya.

 

4. Salju Tebal pada Laga Galatasaray Vs Juventus (Liga Champions 2013/2014)

Logo baru Juventus
Logo baru Juventus

Salju tebal yang menjengkelkan membuat pertandingan penyisihan grup Liga Champions terpaksa dihentikan setelah 32 menit. Kedua tim terpaksa menunggu sampai hari berikutnya untuk melanjutkan laga yang masih imbang 0-0.

Jika meraih kemenangan pada laga ini, Juventus bisa lolos ke babak sistem gugur. Namun kenyataannya, Wesley Sneijder mencetak gol bagi Galatasary menit ke-85 hingga akhirnya membuat Juventus tersingkir.

 

5. Kabut pada Laga Notts County Vs Wimbledon (Piala FA 2001)

Mari kembali ke era saat Wimbledon masih menjadi klub di papan atas pada 2001. Wimbledon bertandang ke kandang Notts County pada Piala FA 2001.

Namun di tengah laga wasit memutuskan menghentikan pertandingan karena kabut tebal turun dari River Trent. Jarak pandang yang hanya beberapa meter tentu tidak mungkin untuk bermain sepak bola.

Sumber: SportLens