5 Pertandingan Sepakbola Indonesia Paling Memalukan

Robbi Yanto

VIVA – Meski memiliki penduduk lebih dari 260 juta orang, sepakbola Indonesia belum dapat dikatakan berprestasi. Tak banyak yang bisa dibanggakan dari sepakbola Indonesia, selain catatan masa lalu sebagai tim Asia pertama yang berlaga di Piala Dunia.

Pada perjalananya, memang ada beberapa prestasi yang dapat diraih oleh anak bangsa seperti medali perunggu Asian Games 1958 di Tokyo, Jepang. 

Raihan itu membuat Indonesia dijuluki sebagai Macan Asia. Namun, dewasa ini, catatan itu sulit diulangi. Pasalnya, berprestasi di level Asia Tenggara pun sudah sangat sulit.

Indonesia juga pernah menciptakan kemenangan fantastis yaitu ketika menghabisi Filipina 13-1 di Piala AFF 2012. Kemenangan itu bukanlah kali pertama yang diraih Indonesia. Jauh sebelumnya, Indonesia pernah berpesta 12 gol ke gawang Filipina. Itu terjadi di President Cup 1972 di Korea Selatan.

Di level klub, Indonesia pernah memiliki wakil yang disegani di level Asia. Sebut saja, PSMS Medan, Persipura, Persik Kediri, Pelita Jaya, hingga Arseto Solo. Namun cerita-cerita hebat itu sudah usang, meskipun masih tetap dikenang.

Di sisi lain, di sepakbola Indonesia juga pernah ada beberapa pertandingan yang mengguncang dunia. Sayangnya, bukan menjadi suatu kebangganan, melainkan memalukan. Tentu kita masih ingat sepakbola gajah di Piala Tiger (saat ini Piala AFF) 1998.

Indonesia dan Thailand tak bergairah, mereka ingin mengalah agar tak bertemu Vietnam sang tuan rumah. Kemudian juga ada sepakbola gajah di Divisi Utama Liga Indonesia antara PSS Sleman versus PSIS Semarang. 

Selain itu juga ada kekalahan 0-10 Timnas Indonesia dari Bahrain di laga Kualifikasi Piala Dunia 2014. Selain tiga kejadian itu, masih ada beberapa pertandingan sepakbola Indonesia yang menarik untuk diingat. Berikut 5 Pertandingan Sepakbola Indonesia Paling Memalukan:

1. Sepakbola Gajah Indonesia Vs Thailand 


Piala Tiger 1998 yang digelar di Vietnam tak akan pernah dilupakan pecinta sepakbola Tanah Air. Karena, di gelaran itu terhampar sebuah lembaran kelam dari wajah sepakbola nasional.

Senin 31 Agustus 1998 di Stadion Thong Nhat, di kota Ho Chi Minh, kedua tim memilih untuk mempermalukan diri sendiri. Kedua tim menghindari tuan rumah Vietnam di semifinal.

Singkat cerita, Indonesia membuak keunggulan melalui Miro Baldo Bento pada menit ke-53. Thailand kemudian membalas. Pada menit ke-84, Aji Santoso kembali membuat Indonesia memimpin. Dua menit kemudian, Thailand menyamakan kedudukan lagi.


Puncaknya, di pengujung waktu normal, kejadian memalukan terjadi. Adalah Mursyid Effendi yang jadi pelaku gol bunuh diri pada menit ke-90 yang membuat Indonesia kalah 2-3.

Sial, pertandingan itu terendus FIFA, Mursyid Effendi dilarang berkiprah dalam kancah internasional sepanjang sisa hidupnya. Indonesia dan Thailand pun masing-masing dijatuhi denda sebesar US$40.000. Parahnya, meski sudah mencari cara aman, Indonesia tak mampu masuk final karena kalah 1-2 dari Singapura. 


2. Sepakbola Gajah PSS Sleman Vs PSIS Semarang

Babak 8 Besar Divisi Utama, 26 Oktober 2014 lalu, menyuguhkan suatu 'pameran' yang sangat memalukan. Aksi tak sportif dipertunjukkan PSS Sleman dan PSIS Semarang. Kedua tim ini tak mau menang dalam pertandingan itu. Mereka mengalah agar tak bertemu Borneo FC di semifinal.


Skor berakhir 3-2 untuk kemenangan PSS. Namun, lima gol tersebut tercipta lewat skema bunuh diri. Dari PSS ada nama Hermawan Putra Jati dan Agus Awank. Kemudian, pencetak gol bunuh diri PSIS adalah Komaedi (2 gol) dan Catur Edi.


3. Indonesia Dibantai Bahrain 0-10

Kualifikasi Piala Dunia 2014 Zona Asia grup E di Stadion Nasional, Manama, Bahrain, Rabu 29 Februari 2012, menghadirkan selembar sejarah memalukan bagi Timnas Indonesia. 

Kisruh dualisme di tubuh PSSI menjadi salah satu penyebabnya. Kompetisi yang ada Indonesia terbagi menjadi dua, yaitu Indonesia Premier League (IPL) dan Indonesia Super League (ISL).

Sementara FIFA mengakui IPL sebagai kompetisi resmi. Masalahnya, pemain-pemain bintang bertaburan di ISL. Hingga akhirnya, pelatih Aji Santoso membawa pemain seadanya.

Tak banyak pemain bintang dalam timnya, hanya ada seperti Irfan Bachdim, Ferdinand Sinaga, dan Samsul Arif. Alhasil, timnas Bahrain dengan sangat mudah menghancurkan Timnas Indonesia dengan 10 gol tanpa balas.

Pertandingan itu sempat mencuat kecurigaan. Pasalnya, Bahrain harus bisa mencetak minimal 9 gol agar bisa lolos ke tahap selanjutnya.

4. Sepakbola Gajah Persipura Vs Persebaya 

Pada era Perserikatan, tindakan tak sportif juga pernah dilakukan Persebaya Surabaya. Pada musim 1987-88, Persebaya sengaja mengalah dari Persipura dengan skor telak 0-12. Setelah diselidik, hal ini dilakukan Persebaya agar PSIS Semarang tak lolos ke babak berikutnya. 

Tindakan Persebaya tersebut didasari rasa sakit hati terhadap PSIS. Mereka menuding PSIS sengaja mengalah dari PSM Makassar dan membuat Persebaya gagal masuk ke 6 Besar Perserikatan musim 1985-86

Publik mengecam aksi tersebut. Begitu juga dengan PSSI. Namun, tak ada sanksi yang dijatuhkan kepada Bajul Ijo saat itu.

5. Penalti Nyasar Pemain PSMP Mojokerto

Babak 8 besar Liga 2 di Stadion Cot Gapu, Bireuen 19 November 2018, menambah catatan kelam sepakbola Indonesia. Pertandingan yang mempertemukan tuan rumah Aceh United versus PSMP Mojokerto menghadirkan suatu kejanggalan.

Pemain PSMP Krisna Adi Darma, menyia-nyiakan kesempatan emas di menit-menit akhir pertandingan. Pada menit ke-87, PSMP mendapatkan hadiah penalti dari wasit. Ketika itu, posisinya PSMP tertinggal 2-3 dari tuan rumah.

Sejatinya, hasil seri sudah dapat membuat PSMP lolos ke semifinal. Namun, Krisna Adi gagal melakukan tendangannya dengan baik. Uniknya, bola Krisna Adi terlihat dengan sengaja tidak mengarahkan bola ke arah gawang Aceh United.

Komite Disiplin (Komdis) PSSI telah melakukan investigasi, Krisna Adi dihukum seumur hidup oleh PSSI. Anehnya, PSMP hanya dilarang mengikuti kompetisi selama satu tahun